
Uzone.id — Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat turut berdampak pada negara lain, khususnya China. Negeri Tirai Bambu tersebut berisiko kehilangan akses beberapa teknologi penting pasca rencana pengambilalihan Venezuela secara sementara oleh Donald Trump.
South China Morning Post, dikutip Rabu, (07/01), melaporkan bahwa China kemungkinan kehilangan akses ke stasiun pemantauan satelit, sistem ladang minyak dan jaringan telekomunikasi di Venezuela jika Trump benar-benar mengambil alih.Salah satunya adalah stasiun pemantauan satelit El Sombrero di Pangkalan Udara Kapten Manuel Rios, bersama dengan stasiun cadangannya di Luepa, Negara Bagian Bolivar juga menjadi salah satu fasilitas darat luar negeri yang dapat diakses oleh China.
Stasiun-stasiun satelit ini memiliki kemampuan untuk mendukung upaya China dalam pelacakan satelit dan pengiriman data secara luas, terutama demi ambisi ruang angkasa Beijing yang semakin berkembang menghadapi ketegangan geopolitik.
Begitupun di industri telekomunikasi dimana China cukup berjaya di Venezuela. Perusahaan besar seperti Huawei dan ZTE memiliki peran penting untuk kemajuan sektor digital negara tersebut.
Jaringan telekomunikasi ZTE dan Huawei telah mendorong perluasan jaringan 4G di seluruh Venezuela, memiliki tempat perakitan telepon seluler hingga alat keamanan siber di negara tersebut.
Huawei, yang memulai operasinya di Venezuela pada tahun 1999 bahkan sudah bekerja sama erat dengan operator telekomunikasi milik negara CANTV selama lebih dari dua dekade dan tetap terintegrasi secara mendalam dalam infrastruktur nasional.
Kini, perusahaan dan teknologi-teknologi penting tersebut kemungkinan menghadapi pembatalan kontrak, pembatasan, atau bahkan sanksi di bawah pemerintahan yang berpotensi pro AS, apalagi Huawei dan ZTE masuk dalam daftar hitam pembatasan signifikan dan dianggap sebagai ancaman keamanan nasional oleh Amerika Serikat (AS).