Indonesia Buka Peluang Investasi Data Center bagi Perusahaan Finlandia
Indonesia dan Finlandia jajaki kolaborasi pusat data. Finlandia tawarkan keahlian dan energi bersih. Indonesia berupaya meratakan infrastruktur digitalnya.

Highlight Artikel
- Indonesia dan Finlandia menjajaki kerja sama pengembangan pusat data dan infrastruktur komputasi.
- Menteri Komdigi Meutya Hafid membuka peluang bagi perusahaan Finlandia, seperti Nokia yang sudah terlibat dalam proyek pusat data Indosat.
- Finlandia menawarkan keahlian dalam pengembangan pusat data, didukung iklim dingin dan lebih dari 95% pasokan listrik bebas bahan bakar fosil.
- Indonesia berencana meratakan persebaran pusat data ke berbagai wilayah, tidak hanya terkonsentrasi di Batam dan Jawa Barat.
Uzone.id — Indonesia tengah menjajaki kerja sama
untuk mengembangkan pusat data dan infrastruktur komputasi bersama pemerintah
Finlandia. Rencana ini dibahas Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat
bertemu dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia Ville
Tavio di Kantor Komdigi, Rabu (14/10).
Salah satu
kerja sama yang disoroti Meutya adalah keterlibatan Nokia dalam proyek pusat
data bersama Indosat. Perusahaan teknologi asal Finlandia tersebut dinilai
dapat menjadi penghubung bagi kemitraan teknologi yang lebih luas antara kedua
negara.
“Ini adalah tonggak pencapaian penting, tidak hanya bagi perusahaan Indonesia tetapi juga bagi Nokia, sebagai perusahaan Finlandia, untuk terlibat dalam salah satu proyek pusat data terbesar Indonesia,” kata Meutya.
Dari pihak
Finlandia, Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia
Ville Tavio menyampaikan bahwa Finlandia memiliki pengalaman dalam pengembangan
pusat data.
Finlandia melihat pertumbuhan ekonomi digital di
Indonesia sebagai peluang bagi perusahaan-perusahaannya untuk ikut terlibat. Selain pusat data, mereka juga
berencana untuk ikut terlibat soal AI, komputasi kuantum, infrastruktur
jaringan, dan pengembangan kapasitas digital.
“Kami ingin
meningkatkan partisipasi kami, khususnya dalam kerja sama dengan Indonesia,”
kata Tavio.
Selain itu,
kunjungan ini juga menjadi ajang tukar informasi soal teknologi yang digunakan
untuk data center. Pemerintah Finlandia menjelaskan soal kebutuhan suhu yang
relatif rendah, ketersediaan energi, dan kemajuan teknologi di negara mereka.
Ia pun menjelaskan kalau iklim di daerah yang dingin bisa membantu mengurangi kebutuhan pendinginan pusat data. Sementara dari sisi energi, Tavio menyebut lebih dari 95 persen pasokan listrik Finlandia berasal dari sumber yang bebas bahan bakar fosil.
“Sebagian besar listrik kami, yakni lebih dari 95 persen bebas bahan bakar fosil. Ini merupakan hal yang sangat baik bagi kami. Dengan demikian, sistem kami juga sangat mandiri,” jelasnya.
Dalam
pertemuan ini, Meutya turut menyampaikan pembangunan pusat data yang perlu
direncanakan dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi setiap wilayah. Selain
kapasitas komputasi, lokasi serta kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi
pertimbangan.
“Kami tengah
berkoordinasi dengan menteri-menteri lain untuk menentukan lokasi yang tepat
serta melakukan perhitungan yang akurat dalam pembangunan pusat data,” ujar
Meutya dalam keterangan resminya.
Menurutnya,
wilayah Indonesia yang luas membutuhkan persebaran pusat data yang lebih
beragam. Pengembangan di lokasi lain diperlukan agar infrastruktur digital
lebih merata sekaligus mampu memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat.
Saat ini,
sebagian besar fasilitas data center sendiri masih terkonsentrasi di satu
wilayah saja, seperti Batam dan juga daerah Jawa Barat.
FAQ Artikel
Siapa yang menjajaki kerja sama pengembangan pusat data?
Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah Finlandia untuk mengembangkan pusat data dan infrastruktur komputasi.
Kapan pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia terjadi?
Pertemuan tersebut terjadi pada hari Rabu (14/10) di Kantor Komdigi.
Perusahaan Finlandia mana yang disebut telah terlibat dalam proyek pusat data di Indonesia?
Nokia, perusahaan teknologi asal Finlandia, disebutkan terlibat dalam proyek pusat data bersama Indosat.
Keunggulan apa yang dimiliki Finlandia dalam pengembangan pusat data?
Finlandia memiliki pengalaman dalam pengembangan pusat data, didukung oleh iklim dingin yang membantu pendinginan dan lebih dari 95% pasokan listriknya berasal dari sumber bebas bahan bakar fosil.
Selain pusat data, bidang apa saja yang ingin diperluas kerja samanya oleh Finlandia di Indonesia?
Selain pusat data, Finlandia juga berencana untuk terlibat dalam bidang AI, komputasi kuantum, infrastruktur jaringan, dan pengembangan kapasitas digital.
Mengapa Indonesia perlu menyebarkan pembangunan pusat data ke berbagai wilayah?
Penyebaran pusat data diperlukan agar infrastruktur digital lebih merata dan mampu memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat, mengingat saat ini sebagian besar fasilitas terkonsentrasi di Batam dan Jawa Barat.
Vina Insyani
Jurnalis

