Indonesia Resmi Bangun PLTS 100 GWp, Investasi Capai Rp1.140 Triliun!
Presiden Prabowo meluncurkan PLTS 100 GWp di Bali 25 Agustus 2025, menargetkan investasi USD 73 miliar dalam 3 tahun demi jutaan kerja dan efisiensi subsidi.

Highlight Artikel
- Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp di Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2025.
- Program ini diawali dengan 14 PLTS di enam provinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau) dengan total kapasitas 5,3 GWp.
- Pemerintah menargetkan pembangunan 100 GWp PLTS ini akan selesai dalam waktu tiga tahun.
- Program PLTS 100 GWp memiliki nilai investasi USD 73 miliar (Rp1.140 triliun) dan diharapkan menciptakan 5,52 juta lapangan kerja serta efisiensi subsidi Rp73,9 triliun per tahun.
Uzone.id — Presiden Prabowo Subianto secara resmi
meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100
gigawatt peak (GWp) pada Selasa, 25 Agustus 2025 di Jembrana, Bali.
“Pada sore hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini secara resmi saya luncurkan program pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt peak diawali dengan 14 PLTS di 6 Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak,” ucap Prabowo dalam peresmian tersebut, dikutip dari situs resmi Presiden RI, Sabtu, (29/08).
Dalam sambutannya, Prabowo pun menyampaikan apresiasi atas
peluncuran program PLTS 100 GWp untuk Indonesia. Ia menegaskan pemerintah
serius mengejar target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut
hingga mencapai kapasitas 100 GW dalam waktu tiga tahun.
“Kita akan membangun 100 gigawatt. Kita tidak main-main,
target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” kata Presiden.
Berikut daftar 14 PLTS yang resmi diluncurkan dan merupakan
bagian dari program ini:
- PLTS
Tembesi di Provinsi Kepulauan Riau
- PLTS
Pulau Sembur di Provinsi Kepulauan Riau
- PLTS
Pulau Rengit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
- PLTS
Saguling di Provinsi Jawa Barat
- PLTS
Purwakarta di Provinsi Jawa Barat
- PLTS
Jatiluhur di Provinsi Jawa Barat
- PLTS
Cirata di Provinsi Jawa Barat
- PLTS
Jatigede di Provinsi Jawa Barat
- PLTS
Waduk Gajah Mungkur di Provinsi Jawa Tengah
- PLTS
Karangkates di Provinsi Jawa Timur
- PLTS
Madura di Provinsi Jawa Timur
- PLTS
Pasuruan di Provinsi Jawa Timur
- PLTS
Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur
- PLTS
Site Gilimanuk di Provinsi Bali.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kalau program PLTS 100 GWp ini memiliki nilai investasi hingga USD73 miliar.
“Total investasinya dari 100 gigawatt adalah kurang lebih
sekitar USD73 miliar atau setara dengan Rp1.140 triliun lebih. Dari total
pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun
Rp73,9 triliun, bisa menciptakan lapangan pekerjaan kurang lebih sekitar 5,52
juta lapangan kerja,” kata Bahlil.
Program ini merupakan program strategis yang diharapkan
memberikan dampak positif di berbagai sektor. Tak hanya itu, kehadiran PLTS ini
juga diharapkan bisa mendorong penghematan APBN dan penggunaan diesel,
menciptakan lapangan kerja, serta membantu menurunkan emisi karbon.
Karena memanfaatkan sinar matahari untuk menghasilkan
listrik, PLTS ini juga diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada bahan
bakar fosil yang saat ini masih dominan dalam pembangkit listrik di Indonesia.
FAQ Artikel
Kapan dan di mana program PLTS 100 GWp ini diluncurkan?
Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 25 Agustus 2025, di Jembrana, Bali.
Berapa target kapasitas PLTS yang ingin dicapai dan dalam berapa lama?
Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS mencapai kapasitas 100 GWp dalam waktu tiga tahun.
Berapa nilai investasi program PLTS 100 GWp ini?
Nilai investasi total program ini mencapai USD 73 miliar, atau setara dengan lebih dari Rp1.140 triliun.
Apa saja manfaat utama dari program PLTS 100 GWp ini?
Manfaatnya meliputi efisiensi subsidi Rp73,9 triliun per tahun, penciptaan sekitar 5,52 juta lapangan kerja, penghematan APBN dan penggunaan diesel, penurunan emisi karbon, serta pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Di provinsi mana saja 14 PLTS awal diluncurkan?
14 PLTS awal diluncurkan di enam provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

