Indonesia Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Komputasi Kuantum
Indonesia proaktif menyusun strategi nasional Post-Quantum Computing (PQC). Ini penting menghadapi ancaman komputer kuantum terhadap keamanan digital.

Ilustrasi: Unsplash
Highlight Artikel
- Indonesia proaktif mempersiapkan strategi nasional Post-Quantum Computing (PQC) untuk menghadapi ancaman keamanan digital dari komputer kuantum.
- Kemenko Polkam dan BSSN memimpin penyusunan kebijakan dan peta jalan nasional migrasi kriptografi pasca-kuantum.
- Komputer kuantum berpotensi melemahkan sistem enkripsi saat ini yang melindungi transaksi digital, komunikasi, dan data strategis.
- Telkom sedang menyiapkan jaringan dan pusat data yang aman dari serangan kuantum (quantum-safe network dan data center).
Daftar Isi
Pemerintah menilai perkembangan teknologi komputasi kuantum bisa membawa lompatan besar dalam kemampuan komputasi. Di sisi lain, teknologi ini juga berpotensi mengancam sistem enkripsi yang saat ini digunakan untuk melindungi transaksi digital, komunikasi, hingga data-data strategis.
Karena itu, pemerintah mulai mendorong penyusunan strategi nasional untuk menghadapi era Post-Quantum Computing (PQC).
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Urgensi Penyusunan Kebijakan Menghadapi Post-Quantum Computing yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Telkom, akademisi, pelaku industri, dan komunitas keamanan siber pada 6 Agustus 2026.
Forum tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk mempersiapkan Indonesia sebelum teknologi komputasi kuantum benar-benar mampu mengubah lanskap keamanan siber.
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Eko Dono Indarto mengatakan, persiapan menghadapi era pasca-kuantum sudah tidak bisa dianggap sebagai isu sektoral.
"Soal Post-Quantum Cryptography, dunia bergerak jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Kita harus mengejar dan membuat lompatan. Persiapan menghadapi era post-quantum bukan lagi menjadi isu sektoral, melainkan agenda strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas agar Indonesia memiliki kesiapan yang memadai menghadapi perubahan lanskap keamanan siber di masa depan," kata Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam Marsda TNI Eko Dono Indarto, dalam keterangannya yang diterima Uzone.
Kenapa Komputer Kuantum Bisa Jadi Ancaman?
Secara sederhana, komputer kuantum dikembangkan untuk menyelesaikan jenis persoalan tertentu dengan kemampuan komputasi yang jauh berbeda dari komputer konvensional.
Kemampuan tersebut tentu membuka peluang besar untuk riset dan inovasi. Namun, di sisi keamanan siber, ada kekhawatiran bahwa komputer kuantum yang cukup kuat nantinya dapat melemahkan algoritma kriptografi yang digunakan saat ini.
Padahal, sistem kriptografi merupakan salah satu fondasi keamanan digital. Teknologi ini digunakan untuk membantu mengamankan berbagai aktivitas, mulai dari transaksi perbankan, komunikasi, layanan pemerintahan, penyimpanan data, hingga sistem digital perusahaan.
Jika sistem enkripsi yang digunakan saat ini suatu hari dapat ditembus oleh komputer kuantum, data dan komunikasi yang selama ini dianggap aman berpotensi menghadapi risiko baru.
Masalahnya, proses mengganti sistem keamanan digital tidak bisa dilakukan dalam semalam.
Banyak organisasi memiliki infrastruktur teknologi yang kompleks dan sudah digunakan selama bertahun-tahun. Karena itu, migrasi menuju sistem yang tahan terhadap serangan kuantum perlu dilakukan secara bertahap.
Inilah yang kemudian dikenal sebagai Post-Quantum Cryptography (PQC), yakni pendekatan kriptografi yang dirancang untuk tetap aman menghadapi potensi kemampuan komputer kuantum di masa depan.
Indonesia Mulai Susun Peta Jalan Nasional
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah dan para pemangku kepentingan mulai merumuskan sejumlah langkah prioritas.
Salah satunya adalah penyusunan Peta Jalan Nasional Migrasi Post-Quantum Cryptography.
Peta jalan ini nantinya diharapkan menjadi panduan bagi Indonesia untuk menentukan bagaimana migrasi menuju sistem kriptografi yang lebih tahan terhadap ancaman komputer kuantum dilakukan.
Pemerintah juga akan menentukan data mana saja yang harus menjadi prioritas perlindungan, terutama data dengan tingkat kerahasiaan tinggi.
Selain itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan diperkuat. Ada pula usulan pembentukan National Quantum Center yang nantinya dapat menjadi pusat kolaborasi nasional untuk riset, standardisasi, pengembangan talenta, hingga implementasi teknologi kuantum.
BSSN sendiri telah membentuk Gugus Tugas Nasional Penyiapan Migrasi Post-Quantum Cryptography untuk mendukung penyusunan peta jalan tersebut.
Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi BSSN Marsda TNI R. Tjahjo Kurniawan menilai kesiapan keamanan siber harus berjalan beriringan dengan transformasi digital nasional.
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu meningkatkan kesadaran terhadap risiko quantum attack dan mulai mempersiapkan migrasi kriptografi secara bertahap dan terukur.
Telkom Siapkan Jaringan dan Data Center Quantum-Safe
Dari sisi industri, Telkom juga mulai menyiapkan kemampuan untuk menghadapi perubahan tersebut.
Melalui Telkom University, sejumlah riset terkait PQC telah dikembangkan, termasuk penelitian di bidang quantum error correction serta pengembangan talenta digital.
Telkom juga tengah melakukan kajian untuk memasuki era quantum-safe dengan menyiapkan quantum-safe network dan quantum-safe data center.
Langkah ini penting karena ancaman komputasi kuantum nantinya tidak hanya menyangkut algoritma keamanan, tetapi juga bagaimana infrastruktur digital nasional tetap mampu melindungi data dan komunikasi yang melewatinya.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, Indonesia perlu membangun kemampuan nasional, bukan hanya membeli atau mengadopsi teknologi.
“Era komputasi kuantum akan mengubah paradigma keamanan digital secara fundamental. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya kesiapan teknologi, tetapi juga kapabilitas nasional. Kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas menjadi fondasi untuk mempercepat kesiapan Indonesia menghadapi era tersebut,” tutur Seno dalam keterangannya.
Ia menyambung, “Telkom siap mengambil peran sebagai mitra strategis melalui penguatan riset dan inovasi, pengembangan talenta bersama Telkom University, serta pengembangan kapabilitas digital yang mendukung terwujudnya ekosistem quantum-safe sebagai bagian dari penguatan kedaulatan digital Indonesia.”
Menariknya, Indonesia tidak perlu menunggu sampai komputer kuantum benar-benar mampu membobol sistem keamanan saat ini untuk mulai melakukan migrasi.
Chairman CISSReC Dr. Pratama Persadha mengatakan langkah paling realistis yang bisa dilakukan organisasi saat ini adalah melakukan inventarisasi aset digital dan mengidentifikasi data-data paling kritis.
Dengan begitu, migrasi menuju sistem keamanan yang tahan terhadap ancaman kuantum bisa dilakukan secara bertahap. Organisasi juga tidak harus langsung mengganti seluruh infrastruktur teknologi yang sudah digunakan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena data yang disimpan hari ini bisa saja masih memiliki nilai strategis bertahun-tahun ke depan.
Dengan kata lain, ancaman komputasi kuantum bukan hanya persoalan teknologi masa depan. Persiapannya justru perlu dimulai sejak sekarang, terutama untuk data yang membutuhkan perlindungan jangka panjang.
Bagi Indonesia, penyusunan peta jalan PQC menjadi langkah awal untuk memastikan transformasi digital tidak berjalan lebih cepat daripada kemampuan negara dalam mengamankannya.
Jika komputer kuantum nantinya benar-benar mencapai kemampuan yang dikhawatirkan para pakar keamanan siber, Indonesia diharapkan sudah memiliki standar, talenta, infrastruktur, dan kebijakan yang diperlukan untuk menghadapinya.
FAQ Artikel
Apa itu Post-Quantum Computing (PQC)?
Post-Quantum Computing (PQC) adalah pendekatan kriptografi yang dirancang untuk tetap aman dan tahan terhadap potensi kemampuan komputer kuantum di masa depan, yang dikhawatirkan mampu melemahkan algoritma kriptografi yang digunakan saat ini.
Mengapa komputer kuantum berpotensi menjadi ancaman bagi keamanan digital?
Komputer kuantum memiliki kemampuan komputasi yang jauh lebih besar dibandingkan komputer konvensional. Kemampuan ini dikhawatirkan dapat menembus algoritma kriptografi yang saat ini menjadi fondasi keamanan untuk transaksi perbankan, komunikasi, layanan pemerintah, dan penyimpanan data, sehingga data dan komunikasi yang selama ini dianggap aman berpotensi menghadapi risiko baru.
Langkah-langkah apa yang diambil Indonesia untuk menghadapi era pasca-kuantum?
Indonesia telah memulai penyusunan strategi nasional Post-Quantum Computing (PQC), termasuk Peta Jalan Nasional Migrasi PQC. Pemerintah juga akan memprioritaskan perlindungan data rahasia, memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga, dan mengusulkan pembentukan National Quantum Center untuk riset dan pengembangan talenta.
Apa peran Telkom dalam persiapan PQC di Indonesia?
Telkom aktif menyiapkan diri dengan melakukan riset PQC melalui Telkom University, serta tengah mengkaji dan menyiapkan quantum-safe network dan quantum-safe data center. Telkom juga menekankan pentingnya membangun kapabilitas nasional dan kolaborasi untuk mewujudkan ekosistem quantum-safe.


