Home
/
Telco

InfraNexia Siapkan Autonomous Network untuk Era AI

InfraNexia menyiapkan modernisasi network dan autonomous network setelah mengelola lebih dari 90% aset infrastruktur Telkom untuk menghadapi era AI dan cloud.

InfraNexia Siapkan Autonomous Network untuk Era AI

Bagikan :

Uzone.id -- InfraNexia memasuki babak baru setelah proses pemisahan bisnis dan aset wholesale hyperconnectivity Telkom tahap kedua disetujui pemegang saham independen.

Dengan lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom kini dikelola InfraNexia, perusahaan bersiap melakukan modernisasi network untuk menghadapi kebutuhan industri digital yang semakin berkembang.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abdul Rauf, mengatakan bertambahnya aset yang dikelola membuat perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis wholesale connectivity sekaligus menciptakan produk baru.





“Setelah berpindah sepenuhnya aset infrastruktur connectivity ke Indonesia, itu membuat bisnis kami semakin kokoh, karena kita mengoperasikan aset dari tahap satu,” kata Lukman dalam jumpa pers yang digelar pada Rabu malam (30/9).

Menurutnya, saat ini bisnis InfraNexia terbagi dalam dua kelompok besar, yakni wholesale connectivity atau wholesale network, serta wholesale FTTX yang disebut sebagai wholesale access.

“Dua grup besar dari pendapatan internal dan eksternal ini tentu akan terus kami genjot dengan adanya tahapan duanya dipindahkan ke kami dan jangkauan yang juga akan semakin luas dan peluang untuk menciptakan produk baru juga akan semakin besar,” ujarnya.





Namun, bertambahnya skala aset juga membawa tantangan baru. InfraNexia perlu memastikan infrastruktur yang dikelolanya tetap relevan dengan perubahan kebutuhan industri, terutama ketika AI, cloud, dan berbagai platform digital terus meningkatkan kebutuhan terhadap konektivitas dan kapasitas jaringan.

Lukman mengatakan modernisasi akan menjadi salah satu agenda utama InfraNexia.

“Tantangannya adalah kami akan segera melakukan modernisasi untuk memastikan seluruh alat produksi yang kami miliki itu relevan dengan pertumbuhan industri saat ini, termasuk mendukung AI dan platform-platform digital yang sekarang sudah semakin besar. Mulai dari cloud maupun sampai ke peluang lainnya,” lanjut Lukman.

Modernisasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbarui perangkat dan aset produksi. InfraNexia juga tengah menyiapkan pengembangan autonomous network, yang diharapkan dapat membuat pengelolaan infrastruktur menjadi semakin cerdas dan agile.

“Kita berharap program ini bisa berjalan seiring dengan sekarang kita sedang proses untuk membangun autonomous network yang akan menjadi platform baru di kami yang akan memastikan bahwa seluruh infrastruktur yang kita kelola akan semakin cerdas, semakin memberikan peningkatan layanan,” terangnya.



Pengembangan autonomous network menjadi penting seiring semakin kompleksnya kebutuhan pelanggan dan industri digital. Infrastruktur tidak lagi cukup hanya tersedia dengan cakupan yang luas, tetapi juga harus mampu dikelola secara lebih adaptif untuk memenuhi tuntutan performa, kualitas, dan efisiensi.

Dengan portofolio infrastruktur yang semakin besar, InfraNexia kini memiliki ruang untuk memperluas bisnis wholesale sekaligus mengembangkan kapabilitas network yang lebih modern. Di saat yang sama, kebutuhan terhadap konektivitas untuk AI, cloud, dan berbagai platform digital membuka peluang baru bagi perusahaan.

Tahap kedua pemisahan aset Telkom pun menjadi lebih dari sekadar perubahan struktur pengelolaan aset.

Bagi InfraNexia, momentum tersebut menjadi titik awal untuk membangun bisnis wholesale infrastructure yang lebih luas, sekaligus menyiapkan network yang semakin cerdas untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Hani Nur Fajrina

Hani Nur Fajrina

Jurnalis

Tech journalist sejak 2014. Menulis seputar teknologi, gadget, startup, telekomunikasi, ESG, dan ekosistem digital. Di waktu senggang, suka menonton dan mengulas film.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article