
Uzone.id — Berbagai negara mulai menerapkan batasan akses untuk kalangan anak-anak yang masih dibawah umur. Setelah Australia dan Indonesia yang resmi menetapkan batasan usia, kini giliran Inggris yang bergerak.
Tapi beda negara beda juga aturannya, sebelum langsung melakukan pelarangan akun-akun di bawah usia 16 tahun, pemerintah Inggris akan memulainya dengan langkah yang lebih mudah yaitu dengan melakukan uji coba lebih dulu.Pemerintah setempat mengungkapkan bahwa sebanyak 300 keluarga akan ikut berpartisipasi dalam uji coba ini. Mereka akan mulai dengan cara membatasi screen time dan menerapkan jam malam ketika anak-anak bermain beberapa media sosial selama kurang lebih 6 minggu.
Jam malam yang diterapkan antara lain dari pukul 9 malam hingga 7 pagi dan pembatasan screen time yang berlaku yaitu 1 jam per harinya.
Tujuannya, adalah untuk melihat apakah nantinya penerapan batasan internet pada anak ini akan memberikan dampak nyata pada kehidupan anak-anak, termasuk memperbaiki jam malam anak-anak, tugas sekolah mereka dan kehidupan mereka sehari-hari.
“Kami bertekad untuk memberikan masa kecil yang layak bagi anak-anak dan mendukung kesiapan mereka di masa depan,” kata Sekretaris Bidang Teknologi Inggris, Liz Kendall, dikutip dari Reuters, Selasa, (31/03).
Nantinya, hasil dari uji coba ini akan dikumpulkan dan menjadi bahan pertimbangan apakah Inggris akan benar-benar ikut menerapkan aturan pembatasan usia di medsos sepenuhnya atau tidak.
“Uji coba ini akan memberikan bukti yang kami butuhkan untuk mengambil langkah selanjutnya, berdasarkan pada pengalaman para keluarga,” katanya.
Sementara itu, rencana uji coba pembatasan medsos untuk anak-anak ini sendiri masih dalam tahap diskusi, namun Inggris sendiri memang telah melakukan program jejak pendapat dan pengumpulan data bersama para keluarga mengenai ‘digital wellbeing’ masyarakat mereka, khususnya anak-anak.
Setelah uji coba ini selesai, langkah lebih ketat kemudian akan diambil oleh Inggris, yaitu mencoba untuk benar-benar memutus sepenuhnya akses anak-anak di media sosial.
Jika data menunjukkan dampak yang positif disertai dengan dukungan mayoritas dari para orang tua, tak menutup kemungkinan Inggris akan menjadi negara selanjutnya yang melakukan pembatasan akses internet untuk anak-anak.
Terkait batasan usia di media sosial, Australia menjadi negara pertama yang melakukan pelarangan akses anak-anak di medsos, sementara itu Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan aturan serupa.