Insentif Mobil dan Motor Listrik 2026 Segera Diumumkan, Kapan Berlaku?
Purbaya bocorkan skema insentif motor dan mobil listrik yang diberikan dalam jumlah 500 ribu unit, kapan mulai berlakunya?

Highlight Artikel
- Pemerintah akan meluncurkan insentif besar untuk 500 ribu unit mobil dan motor listrik dalam 2-3 minggu ke depan.
- Insentif mencakup 100% PPN ditanggung pemerintah dan 40% untuk kendaraan listrik tertentu.
- Detail insentif akan sangat bergantung pada teknologi baterai, dengan prioritas diberikan untuk baterai berbasis nikel (NMC).
- Baterai LFP tidak diprioritaskan karena ketersediaan bahan baku di Indonesia yang lebih sedikit dan dianggap kurang optimal untuk jarak jauh.
Uzone.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru saja memberikan bocoran mengenai rencana besar pemerintah terkait insentif kendaraan listrik. Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan segera mengumumkan stimulus untuk 500 ribu unit mobil dan motor listrik dalam waktu dekat.
Dalam paparannya di Gaikindo International Automotive Conference (GIAC), ICE BSD, Tangerang, Purbaya memberikan gambaran kapan kebijakan ini akan resmi meluncur."Saya pikir dua atau tiga pekan dari sekarang, presiden akan meluncurkan stimulus untuk kendaraan listrik, termasuk 500.000 motor dan mobil listrik juga. 100 persen PPnBM, PPN ya PPN, VAT ditanggung pemerintah, 40 persen untuk kendaraan listrik tertentu," ungkap Purbaya di GIIAS pada Selasa (4/8).
Meski demikian, detail skema lengkapnya masih dalam tahap perhitungan mendalam. Purbaya memberikan sedikit clue bahwa insentif ini nantinya akan sangat bergantung pada teknologi baterai yang digunakan oleh kendaraan tersebut.
"Yang baterai nickel base sama lithium base agak beda sedikit," lanjut Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memberikan sinyal bahwa insentif ini tidak akan diberikan secara merata ke semua merek. Fokus utamanya adalah kendaraan yang memenuhi kriteria program nasional.
"Bahwa basisnya adalah mereka yang masuk dalam program mobil nasional dan mereka yang masuk ke program motor nasional. Kita kan kementerian teknisnya mempersiapkan policy apa yang disiapkan oleh Menko Ekon itu nanti teknisnya kita siapkan," tutur Agus saat ditemui di GIIAS.
Sejalan dengan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa pemerintah memiliki strategi spesifik untuk mendorong pasar melalui pemilihan jenis baterai. Mobil listrik dengan baterai NMC (nickel manganese cobalt) diproyeksikan menjadi prioritas utama.
"Ke depan akan ke sana. (Insentif NMC menjadi) bagian salah satu strateginya," ujar Bahlil seperti dikutip dari Antara.
Sebaliknya, baterai berbasis LFP (lithium iron phosphate) tampaknya tidak masuk dalam prioritas insentif kali ini.
Bahlil menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan ketersediaan bahan baku di Indonesia yang lebih melimpah untuk nikel dibandingkan LFP. Selain itu, menurut Bahlil, baterai berbasis nikel dianggap lebih unggul untuk penggunaan jarak jauh.
"Kalau jarak-jarak pendek itu LFP biasanya, tetapi kalau jarak panjang itu nikel masih lebih paten," ucapnya.
FAQ Artikel
Kapan insentif kendaraan listrik akan diumumkan?
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan stimulus ini dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Berapa unit kendaraan listrik yang akan menerima insentif ini?
Pemerintah berencana memberikan stimulus untuk 500 ribu unit mobil dan motor listrik.
Apa saja bentuk insentif yang akan diberikan?
Insentifnya mencakup 100% PPN ditanggung pemerintah, serta 40% untuk kendaraan listrik tertentu.
Apakah semua jenis kendaraan listrik akan mendapatkan insentif yang sama?
Tidak, insentif akan sangat bergantung pada teknologi baterai yang digunakan (misalnya, baterai berbasis nikel vs lithium akan berbeda) dan hanya diberikan kepada kendaraan yang masuk dalam program nasional.
Mengapa baterai berbasis nikel (NMC) diprioritaskan untuk insentif?
Prioritas ini berkaitan dengan ketersediaan bahan baku nikel yang melimpah di Indonesia serta keunggulan baterai nikel untuk penggunaan jarak jauh.
Apa alasan baterai LFP (lithium iron phosphate) tidak menjadi prioritas insentif?
Baterai LFP tidak diprioritaskan karena bahan bakunya kurang melimpah di Indonesia dibandingkan nikel, dan dianggap lebih cocok untuk penggunaan jarak pendek.

.jpeg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)