Internet RI Bisa Mati Total Kalau Diputus Singapura? Begini Faktanya
Politikus Singapura menyoroti ketergantungan internet Indonesia, namun pakar menyebut pemutusan koneksi tak akan matikan total, hanya gangguan.

Highlight Artikel
- Ketergantungan internet Indonesia pada Singapura disebabkan posisi Singapura sebagai hub Over-The-Top (OTT) dan pusat internet global.
- Pemutusan koneksi dari Singapura tidak akan mematikan total internet Indonesia (99% tidak mungkin), melainkan hanya menyebabkan gangguan, karena adanya jalur pengalihan dan pusat data lokal.
- Pernyataan Menteri Komdigi mengenai matinya 80% internet Singapura jika kabel di Indonesia diputus dinilai kurang tepat karena Singapura melakukan diversifikasi rute.
- Indonesia didorong untuk memperkuat infrastruktur digital dalam negeri dan mendorong penyedia layanan menempatkan pusat data lebih dekat dengan pengguna untuk mengurangi ketergantungan.
Uzone.id — Pernyataan politikus Singapura, Calvin Cheng, yang menyinggung ketergantungan trafik internet Indonesia terhadap Singapura berujung panjang. Selain mendapat reaksi dari Kementerian Komdigi, masyarakat Indonesia juga turut menyoroti kebenaran dibalik pernyataan tersebut.
Persoalan ketergantungan internet Indonesia pada Singapura tidak sesederhana memutus kabel lalu membuat suatu negara kehilangan akses internet.
Founder IndoTelko Forum, Doni Ismanto Darwin pun menanggapi soal ketergantungan Indonesia pada internet ke Singapura. Menurutnya, Singapura selama ini menjadi hub bagi perusahaan over-the-top (OTT) dan terhubung dengan pusat-pusat internet global.
Selain itu, banyak konten yang diakses pengguna Indonesia memiliki infrastruktur regional di Singapura, sehingga lalu lintas data dari Indonesia kerap melewati negara tersebut.
“Karena Singapura jadi pusat OTT dan hub dari pusat internet global, terus karena konten yang kita akses regional nya Singapura, karena lebih dekat jaraknya dari kita,” kata Doni saat dihubungi oleh Uzone.id, Rabu, (29/10).
Dampak Pemutusan Koneksi: Tidak Mati Total, Hanya Gangguan
Terkait dampaknya ke Indonesia jika koneksi internet dari Singapura diputus, Doni menyebut bahwa 99 persen internet di Indonesia tidak akan mati total jika lalu lintas data dialihkan melalui jalur lain.
“Sebetulnya kalau dia di reroute, apalagi sekarang sudah banyak data center yang masuk ke Indonesia dan bisa pake hyperscale ke lokal, jadi kita tidak bergantung ke Singapura, 99 persen gak mungkin terjadi (internet Indonesia mati total), kecuali ada hal di luar nalar,” katanya.
Pemutusan internet ini juga tidak sesederhana itu. Apalagi saat ini, kabel internasional yang menjadi penghubung lalu lintas di berbagai wilayah tidak dimiliki oleh satu negara saja melainkan melibatkan berbagai negara di Asia Tenggara.
“Efeknya kalau diputus kabelnya, gak cuma 1. Ada juga kabel international yang gak melewati/mengarah ke Singapura, memang sudah hyperscale-nya ke Indonesia. Mati total jadinya ga mungkin, kemungkinan besar akan ada gangguan aja,” tutur Doni.
Hal ini menunjukkan bahwa lalu lintas data dapat dialihkan melalui jalur lain, sementara ketersediaan pusat data lokal di Indonesia juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada infrastruktur di luar negeri.
Meluruskan Pernyataan Komdigi dan Ketergantungan Konten
Terlepas dari itu, Doni juga menyoroti pernyataan Menteri Komdigi Meutya Hafid yang menyebut kalau 80 persen internet Singapura akan ikut mati ketika kabel laut yang melewati Indonesia diputus atau dihalau.
“Kurang tepat. Memang banyak kabel internet internasional yang melewati perairan Indonesia, mungkin kalau satu kabel diputus gak akan berpengaruh. Karena Singapura juga melakukan diversifikasi rute, gak semuanya lewat ke Indonesia,” tuturnya.
Meski demikian, ia menilai ketergantungan Indonesia masih menjadi persoalan karena sebagian besar konten yang diakses masyarakat tidak berasal dari dalam negeri. Artinya, koneksi internasional tetap dibutuhkan untuk mengakses layanan dan konten yang infrastrukturnya berada di luar Indonesia.
“Makanya dulu ada aturan localize data center dan berubah-ubah, ini sebenarnya pelajaran bagi kita sebagai negara buat melihat bisnis ini,” tambahnya.
Mendorong Penguatan Infrastruktur Digital Domestik
Ia mendorong Indonesia untuk memperkuat infrastruktur digital di dalam negeri, termasuk mendorong penyedia layanan digital menempatkan pusat data lebih dekat dengan pengguna Indonesia.
Dari sisi kesiapan, Doni melihat Indonesia memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan pusat data, termasuk pusat data yang mendukung kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Salah satunya SDA yang sudah siap seperti air, listrik, listrik hijau, panel surya, dan juga keunggulan dalam geografis dan demografis yang bisa dikonversi sebagai peluang dalam jaringan konektivitas internasional.
Namun, potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi investasi dan pembangunan infrastruktur yang nyata.
“Tugas pemerintah sebagai fasilitator dan regulator, jangan ikut berbisnis. Udah banyak peluang yang masuk, tapi belum diaktualisasi dengan baik aja,” tambahnya.
Ia menilai peluang investasi yang sudah masuk perlu diikuti langkah konkret untuk memperkuat ekosistem digital nasional, dengan tetap memperhatikan regulasi dan kebutuhan industri.
FAQ Artikel
Mengapa lalu lintas internet Indonesia banyak melewati Singapura?
Singapura berfungsi sebagai hub bagi perusahaan Over-The-Top (OTT) dan terhubung dengan pusat-pusat internet global. Banyak konten yang diakses pengguna Indonesia memiliki infrastruktur regional di Singapura karena jaraknya lebih dekat.
Apakah internet Indonesia akan mati total jika koneksi dari Singapura diputus?
Menurut Founder IndoTelko Forum, Doni Ismanto Darwin, 99 persen internet di Indonesia tidak akan mati total. Lalu lintas data dapat dialihkan melalui jalur lain, dan dengan banyaknya pusat data lokal di Indonesia, hanya akan terjadi gangguan.
Apakah pernyataan Menteri Komdigi mengenai matinya 80% internet Singapura jika kabel di Indonesia diputus itu benar?
Doni Ismanto Darwin menyatakan bahwa hal itu "kurang tepat". Meskipun banyak kabel internet internasional melewati perairan Indonesia, Singapura juga melakukan diversifikasi rute sehingga pemutusan satu kabel tidak akan terlalu berpengaruh signifikan terhadap internet Singapura.
Apa yang perlu dilakukan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan internet pada negara lain?
Indonesia perlu memperkuat infrastruktur digital di dalam negeri, termasuk mendorong penyedia layanan digital menempatkan pusat data lebih dekat dengan pengguna Indonesia. Pemerintah juga berperan sebagai fasilitator dan regulator untuk mengaktualisasi potensi investasi yang masuk dan memperkuat ekosistem digital nasional.
Vina Insyani
Jurnalis

