
Uzone.id — Peperangan Iran vs Amerika Serikat semakin memanas. Tepat 1 April 2026 ini, Iran mengancam akan menyerang perusahaan-perusahaan teknologi milik AS seperti Microsoft, Apple, IBM, Intel, Google, Tesla, dan Boeing yang tersebar di Timur Tengah.
Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap telah memberikan fasilitas terhadap operasi penargetan militer Amerika Serikat. Bersamaan dengan rencana ini, IRGC pun mendesak karyawan perusahaan-perusahaan AS untuk segera melakukan evakuasi, begitupun dengan warga sipil di wilayah tersebut untuk menjauh.Peringatan ini disampaikan pada Selasa, (31/03) dengan tenggat waktu hingga 1 April 2026 ini.
Mengutip dari Wired, Rabu, (01/04), RGC menyatakan dalam unggahannya di Telegram bahwa serangan ini akan dimulai setelah pukul 20.00 pada 1 April di Teheran.
Jika ini benar-benar terjadi, serangan Iran terhadap infrastruktur komersial Amerika sejak AS dan Israel ini akan menjadi serangan lanjutan setelah melancarkan serangan pertama mereka di Teheran pada 28 Februari.
Drone Iran kala itu menyerang dua pusat data Amazon Web Services dan merusak satu pusat data lainnya di Uni Emirat Arab dan Bahrain pada 1 Maret.
Situs perbankan, pemroses pembayaran, dan layanan konsumen di seluruh kawasan tersebut mengalami gangguan karena sistem cadangan yang dimatikan untuk mencegah pemadaman secara menyeluruh.
Iran sendiri telah menandai 29 kantor cabang dan pusat data yang dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan besar AS seperti Amazon, Google, IBM, Nvidia, dan Palantir, mereka dianggap telah menuduh perusahaan-perusahaan tersebut mendukung kegiatan militer dan intelijen AS.