
Daftar Isi
Menjadi asosiasi baru bagi pengusaha telekomunikasi di
seluruh Indonesia, Jartatel diklaim hadir sebagai wadah independen baru dengan
tujuan untuk mengawal regulasi serta mempercepat pembangunan infrastruktur
digital nasional.
Ketua Umum Asosiasi Jartatel, Raymond Hubertus mengatakan
bahwa organisasi ini menjadi upaya untuk menjawab keterbatasan kolaborasi antar
penyelenggara dan penyelenggara jaringan saat ini.
“Kita berkumpul dengan satu semangat yang sama, satu visi
yang sama yaitu bagaimana menjaga bisnis telekomunikasi ini menjadi lebih
harmonis dari hulu sampai hilir sehingga kita bisa membangun ekosistem yang
sehat,” kata Raymond dalam sambutannya.
Selain itu, pembentukan organisasi ini menjadi langkah strategis untuk merespons secara langsung tantangan industri yang krusial, mulai dari lonjakan biaya relokasi jaringan hingga pemanfaatan ruang bersama yang dinilai belum berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha.
Apalagi saat ini dinamika lapangan memperlihatkan tingginya
biaya relokasi jaringan sehingga semakin membebani ruang fiskal operator. Hal
tersebut berdampak langsung pada penurunan efisiensi investasi korporasi secara
agregat.
Oleh karena itu, organisasi ini juga berkomitmen untuk
mengawal kebijakan pemerintah dan menyelaraskan regulasi teknis di sektor hilir
telekomunikasi, khususnya pada penyelenggaraan jaringan tetap.
Selain hadir untuk menjadi suara para pengusaha
telekomunikasi, Jartatel juga berkomitmen untuk menjadi mitra strategis
Pemerintah Republik Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur
telekomunikasi nasional melalui kolaborasi, standarisasi, efisiensi investasi,
dan pemerataan konektivitas hingga seluruh wilayah Indonesia.
"JARTATEL berkomitmen menjadi mitra strategis
Pemerintah Republik Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur
telekomunikasi nasional melalui kolaborasi, standardisasi, efisiensi investasi,
dan pemerataan konektivitas hingga seluruh wilayah Indonesia," ujar
Raymond.
Asosiasi Penyelenggara Jaringan Tetap Telekomunikasi (Jartatel) secara resmi mendeklarasikan pembentukan organisasi mereka pada hari Jumat, 10 Agustus.
Jartatel hadir sebagai wadah independen baru dengan tujuan untuk mengawal regulasi serta mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional, sekaligus menjawab keterbatasan kolaborasi antar penyelenggara.
Jartatel merespons tantangan industri seperti lonjakan biaya relokasi jaringan dan pemanfaatan ruang bersama yang dinilai belum berkeadilan, yang membebani fiskal operator dan berdampak pada efisiensi investasi.
Jartatel berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Republik Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional melalui kolaborasi, standardisasi, efisiensi investasi, dan pemerataan konektivitas hingga seluruh wilayah Indonesia.