Startup

Jumlah Kunjungan ke e-Commerce Selama Pandemi Mulai Menurun

  • 22 October 2020
  • Bagikan :

    Uzone.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah di Indonesia, membuat aktivitas warga terbatas. Namun itu tidak membatasi masyarakat untuk berbelanja, setidaknya melalui e-Commerce.

    Membeli kebutuhan rumah tangga, pakaian bahkan peralatan otomotif sudah tersedia secara online di platform e-commerce sebut saja Shopee, Tokopedia dan Bukalapak.

    Iprice merangkum beberapa highlight mengenai fakta unik selama H1 2020 dimulai dari Januari hingga Juni 2020. Bekerja sama dengan App Annie dan Similarweb.

    Baca juga: Deretan Barang yang Laris Selama Pandemi di Toko Online


    Iprice melakukan analisis untuk mengetahui penetrasi e-commerce lokal dan internasional dalam mengakuisisi jumlah pengunjung website e-commerce di Indonesia.

    Membandingkan data dari Q3 2019 hingga Q2 2020, iprice menemukan bahwa di periode ini terdapat penurunan hingga 2 persen untuk jumlah kunjungan e-commerce lokal sejak Q1 2020.

    Jumlah penurunan terlihat lebih signifikan jika melihat data dari jumlah rataan kunjungan website Q3 2019. Penurunan sebanyak 6 persen terjadi dengan jumlah kunjungan didominasi oleh e-commerce lokal hingga 61 presentase pada Q3 2019 namun pada Q2 2020 jumlah persentasenya menjadi 55 persen.

    Pada periode Q4 2019 hingga Q1 2020 total share kunjungan untuk e-commerce lokal dan internasional tidak berubah yaitu 57 persen untuk e-commerce lokal dan 43 persen untuk e-commerce internasional.

    Shopee dan Lazada yang masuk kategori internasional selalu berada di posisi top 5 e-commerce di Indonesia yang memiliki pengunjung bulanan tertinggi. Sedangkan dari posisi e-commerce lokal Tokopedia, Bukalapak dan Blibli.

    Jumlah Download

    Di Indonesia penurunan terhadap persentase jumlah total download terjadi selama periode Q1 dan Q2 2020.

    Pada periode Q2 total jumlah download shopping category sebanyak 40.7 Miliar menurun sebanyak 2 persen dari kuartal sebelumnya. Hal ini bisa dikaitkan dengan para pemain e-commerce di Indonesia sudah mencapai stage dimana para pengguna sudah memiliki aplikasi berbelanja di masing-masing smartphone mereka.

    Baca juga: E-commerce Diharapkan Punya Laman Khusus untuk UMKM

    Keberhasilan penetrasi strategi dan promosi e-commerce di Indonesia bisa terlihat dari tingginya peningkatan jumlah sesi pada aplikasi kategori shopping untuk wilayah Indonesia.

    Walaupun data hanya berdasarkan perangkat Android, Indonesia adalah negara dengan total sesi penggunaan shopping app tertinggi di Asia Tenggara pada H1 2019-2020.

    Total sesi penggunaan aplikasi kategori shopping adalah 21.3 Miliar dan pada H2 2020 totalnya meningkat 34 persen menjadi 28.5 Miliar.