icon-category Digilife

Kampanye Online Makin Ramai, Hati-hati Kegocek ‘Deepfake’

  • 09 Oct 2023 WIB
Bagikan :

Uzone.id – Beberapa bulan lagi, masyarakat Indonesia akan segera menggelar pemilihan umum (Pemilu) serentak. Maka tidak heran kalau sekarang banyak kampanye yang digaungkan baik itu secara langsung ataupun lewat media sosial.

Sayangnya, momen ‘panas’ seperti ini tidak lepas dari tangan-tangan nakal yang berpotensi menyebarkan informasi menyesatkan. Apalagi sekarang ada teknologi deepfake yang digunakan untuk memanipulasi konten video dan suara lewat AI.

Sebenarnya, teknologi Deepfake ini tidak berbahaya, namun karena tangan-tangan nakal penipu, teknologi ini bisa menjadi alat kejahatan yang cukup merugikan.

Peneliti dari Kaspersky menemukan naiknya permintaan deepfake yang kemungkinan menargetkan target tertentu seperti selebriti bahkan tokoh politik. Pelaku rela membayar sekitar USD300 hingga USD20 ribu per menit untuk video deepfake.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan masyarakat Indonesia menjelang musim pemilu. Peneliti dark web dan layanan Kaspersky menjelaskan beberapa bentuk kejahatan yang terjadi selama musim pemilihan umum.

Salah satunya, masyarakat harus mengantisipasi ancaman berupa SMS, email phishing, video palsu, dan situs berbahaya harus diantisipasi pada musim pemilu di Indonesia tahun depan.

Pasalnya, penjahat siber menggunakan teknologi terbaru untuk menipu, manipulasi politik, menyebar hoaks, balas dendam dan lainnya. 

Oleh karena itu, masyarakat Indonesia diharapkan bisa membangun kesadaran dan waspada pada konten-konten berbau politik yang dibuat menggunakan teknologi deepfake.

Berikut tips untuk menghindari bahaya Deepfake di ruang digital

  • Pastikan kalian mengetahui cara kerja Deepfake dan akibat yang dapat ditimbulkannya.
  • Edukasi diri kalian sendiri dan orang lain mengenai teknologi Deepfake.
  • Sebelum percaya konten deepfake, pastikan untuk mencari tahu informasi dari sumber berita yang berkualitas baik
  • Miliki protokol dasar yang baik, yaitu percaya namun tetap skeptis dan melakukan recheck dari berbagai sumber.

Nah, kalau deepfake digunakan untuk tindak kejahatan seperti membobol jaringan pribadi dan organisasi, kalian bisa melakukan beberapa protokol keamanan berikut ini.

  • Backup rutin untuk melindungi dan memulihkan data yang rusak atau hilang
  • Menggunakan kata sandi yang berbeda dan kuat dengan mengkombinasikan angka, huruf kapital dan tanda baca.
  • Gunakan paket keamanan siber yang sudah terverifikasi, salah satunya perangkat anti-virus dan pemantauan peretasan dalam perangkat.

Berhubung kampanye online semakin kencang dilakukan oleh berbagai pihak, maka penting bagi kita untuk tetap waspada dan tidak langsung menelan informasi yang ada. Pastikan untuk fact check sebelum mempercayai dan membagikannya ke orang lain.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini