Health

Kata Siapa Kerja dari Rumah Itu Asyik dan Enggak Bikin Stres?

  • 12 July 2018
  • Bagikan :

    Uzone.id-Belakangan ini, jumlah orang yang bekerja dari rumah—baik sebagai pekerja paruh waktu atau penuh waktu—semakin meningkat. Buktinya, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa 22 persen pekerja bekerja dari rumah selama beberapa hari pada 2016.

    Meski belum ada data tentang hal serupa di Indonesia, sebagian orang tentu menganggap gagasan bekerja dari rumah merupakan hal menarik. Bagaimana tidak? Kamu bisa mengirim email dari meja makan, atau mengetik laporan sambil mengenakan piama. Seru, kan?

    Baca: Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan Hidup di Gua?

    Mengutip Huffington Post, Cara Maksimow, pekerja sosial kinis dan terapis di New Jersey, mengatakan bahwa banyak orang memilih bekerja dari rumah untuk mendapatkan keseimbangan antara hidup dan kerja (work life balance) yang lebih baik.

    Sebab, bekerja jauh dari kantor dapat mengurangi beberapa tekanan, seperti tekanan di perjalanan entah karena macet atau padatnya angkutan umum, tekanan lantaran bekerja di bawah pengawasan bos, atau tekanan karena rapat mendadak misalnya.

    via GIPHY

    Masih dari sumber yang sama, Ryan Hooper, psikolog klinis di Chicago, juga percaya bahwa, "Fleksibilitas dan kebebasan sangat memerdekakan sebagian orang.”

    “Kamu hanya perlu mematuhi sedikit aturan, dan kamu punya otonomi atas waktumu sendiri. Kamu bisa makan siang selama dua jam atau menghadiri kelas yoga terlebih dahulu di pagi hari,” ujar Ryan.

    Baca: Travel and Leisure Rilis Daftar Pulau Terbaik di Dunia, 3 Pulau di Indonesia Ini Menempati Peringkat Teratas

    Bila kamu merasa terbebani oleh jam kerja, perjalanan, atau lingkungan kantor yang kurang nyaman, bekerja dari rumah dapat menjadi solusi tepat. Hal ini bisa mengurangi stres dan lebih banyak mendatangkan kesenangan.

    Hanya saja, bagi sebagian orang, bekerja dari rumah dapat membahayakan kesehatan mental mereka. Bekerja dari rumah dapat menyebabkan perasaan terisolasi. Kamu kehilangaan peluang untuk berinteraksi secara regular dengan rekan kerja.

    "Bagi sebagian orang, interaksi dua arah dan dukungan berupa lingkungan yang kondusif sangat penting untuk pekerjaan mereka,” kata Ryan.

    via GIPHY

    Selain itu, kamu juga sulit menetapkan batasan saat bekerja dari rumah. Menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah tangga di tengah hari kerja tentu merupakan hal positif. Namun batasan antara pekerjaan kantor dan rumah menjadi bias.

    Akhirnya, jam kerja kamu akan menjadi lebih panjang. Kemudian, hal ini tentu akan memengaruhi waktu untuk keluarga dan jadwal tidur kamu.

    Baca: 5 Fakta Tentang Kim Nam Joo dan Ji Jin Hee, Pemeran Utama Drama Korea Misty

    Kamu juga mungkin akan lebih stres dan cemas saat bekerja dari rumah. “Bekerja di luar kantor menciptakan tekanan yang unik agar kamu tetap tampak sibuk,” kata Jane Scudder, seorang pelatih pengembangan pribadi dan karier di Chicago.

    Karena tidak hadir di kantor, kamu mungkin merasa tertekan lantaran harus online setiap jam. Kamu harus membuktikan bahwa kamu menghabiskan waktu dengan bekerja secara produktif.

    Jadi, bekerja dari rumah tidak melulu menyenangkan. Memang, ada beberapa orang yang merasa bahagia bekerja dari rumah. Namun ada pula yang justru merasa tertekan dan merasa bekerja di kantor lebih menyenangkan.