Kebocoran Data di Kalangan Perusahaan ASEAN Bikin Rugi hingga Rp73 M
Kebocoran data di perusahaan dan organisasi Asia Tenggara akibat serangan siber yang digabungkan AI menyebabkan kerugian rata-rata hingga miliaran rupiah.

Highlight Artikel
- Kebocoran data di Asia Tenggara, diperparah serangan siber berbasis AI, menyebabkan kerugian rata-rata USD4,12 juta (sekitar Rp73,5 miliar) per organisasi.
- Sektor jasa keuangan mengalami kerugian tertinggi (USD6,53 juta), diikuti oleh industri dan komunikasi.
- Organisasi yang menggunakan AI dan otomatisasi keamanan secara luas mencatat rata-rata kerugian lebih rendah (USD3,66 juta) dan mampu menangani insiden 123 hari lebih cepat.
- Sebanyak 71 persen organisasi di ASEAN berencana meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola setelah mengalami kebocoran data.
Uzone.id — Kebocoran
data di kalangan organisasi di kawasan Asia Tenggara terus terjadi. Bahkan,
laporan dari IBM Cost of a Data Breach 2026 mengungkap kalau tiga dari 10
organisasi di Asia Tenggara mengalami kebocoran data gara-gara serangan siber
yang dikombinasikan dengan AI.
Bahkan, organisasi di sektor jasa keuangan mengalami
kerugian tertinggi dengan rata-rata kerugian karena kebocoran data mencapai
USD6,53 juta atau sekitar Rp110 miliar, disusul sektor industri dengan
rata-rata kerugian US$5,99 juta atau Rp107 miliar dan sektor komunikasi sebesar
USD4,28 juta atau Rp76 miliar.
Temuan tersebut menunjukkan tingginya risiko serangan siber
terhadap sektor-sektor yang punya peran penting dalam ekonomi dan layanan
masyarakat.
Di tengah meningkatnya penggunaan AI oleh pelaku serangan, organisasi yang memanfaatkan AI dan otomatisasi keamanan justru mengalami kerugian yang lebih rendah dibanding perusahaan yang enggan menggunakan keamanan sistem dan juga AI.
Organisasi yang menggunakan AI dan otomatisasi keamanan
secara luas mencatat rata-rata kerugian kebocoran data sebesar USD3,66 juta
atau sekitar Rp65 miliar.
Selain kerugian yang lebih kecil, perusahaan yang telah
menggunakan AI dan otomatisasi keamanan juga mampu mengidentifikasi serta
menangani insiden kebocoran data 123 hari lebih cepat.
“Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI, serangan siber kini dapat dilakukan dengan lebih murah dan cepat,” kata Catherine Lian, General Manager, IBM ASEAN dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu, (12/08).
Ia melanjutkan, “Kondisi ini membuat organisasi di seluruh
ASEAN semakin sulit menginvestigasi kebocoran data, sementara semakin lama
proses investigasi berlangsung, semakin besar pula dampak dan biaya yang harus
ditanggung, di tengah meningkatnya risiko dan tekanan terhadap sektor
infrastruktur vital.”
Melihat tingginya angka kerugian akibat serangan siber,
perusahaan dan organisasi pun mulai mengambil langkah antisipasi dimana
sebanyak 71 persen organisasi dan perusahaan di ASEAN sudah memiliki
rencana untuk meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola
setelah mengalami kebocoran data.
FAQ Artikel
Apa penyebab utama kebocoran data di Asia Tenggara?
Kebocoran data di Asia Tenggara sebagian besar disebabkan oleh serangan siber yang dikombinasikan dengan penggunaan AI.
Berapa rata-rata kerugian akibat kebocoran data di Asia Tenggara?
Rata-rata kerugian akibat kebocoran data di Asia Tenggara mencapai USD4,12 juta atau sekitar Rp73,5 miliar.
Sektor mana yang paling banyak mengalami kerugian akibat kebocoran data?
Sektor jasa keuangan mengalami kerugian tertinggi dengan rata-rata USD6,53 juta, disusul oleh sektor industri (USD5,99 juta) dan komunikasi (USD4,28 juta).
Bagaimana peran AI dan otomatisasi keamanan dalam mengatasi kebocoran data?
Organisasi yang menggunakan AI dan otomatisasi keamanan mengalami kerugian yang lebih rendah (rata-rata USD3,66 juta) dan mampu mengidentifikasi serta menangani insiden 123 hari lebih cepat.
Apa respons organisasi di ASEAN terhadap tingginya angka kerugian akibat serangan siber?
Sebanyak 71 persen organisasi di ASEAN berencana meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola setelah mengalami kebocoran data.

