Home
/
Digilife

Sulit Dideteksi, Malware GoSerpent Incar Data Situs Pemerintahan RI

Kaspersky menemukan GoSerpent, sebuah malware canggih yang menargetkan institusi penting di Asia Tenggara, termasuk Indonesia secara diam-diam.

Sulit Dideteksi, Malware GoSerpent Incar Data Situs Pemerintahan RI

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Kampanye siber GoSerpent menargetkan perusahaan, instansi pemerintah, dan lembaga diplomatik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
  • GoSerpent adalah malware jenis Remote Access Trojan (RAT) yang mampu mengumpulkan data sensitif tanpa terdeteksi dalam jangka panjang.
  • Keunikan malware ini terletak pada kemampuannya menyamarkan diri sebagai proses sistem resmi dan menunda pencurian data hingga berminggu-minggu.
  • Kaspersky merekomendasikan pemantauan IoC, penggunaan solusi EDR/XDR, penguatan keamanan email, dan kesiapan respons insiden untuk mitigasi.
Uzone.id – Sebuah kampanye serangan siber baru bernama GoSerpent ditemukan telah menargetkan perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga diplomatik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Malware baru ini dirancang untuk mengumpulkan data sensitif tanpa terdeteksi oleh sistem.

Bahkan Kaspersky menyebut kalau GoSerpent bisa mempertahankan akses ke sistem milik korban yang mereka susupi dalam jangka panjang sehingga bisa terus melakukan pengumpulan data.

Temuan tersebut diungkap tim Global Research and Analysis Team (GReAT) Kaspersky pada Juli 2026. 

GoSerpent: Malware Baru yang Serang Situs Pemerintah

GoSerpent merupakan malware jenis Remote Access Trojan (RAT) yang memungkinkan pelaku mengendalikan perangkat korban dari jarak jauh (secara remote). Malware ini telah aktif setidaknya sejak 2021 lalu tapi untuk varian terbarunya mulai beroperasi pada 2026 silam.

Berdasarkan investigasi mereka, GoSerpent memanfaatkan beberapa perangkat khusus, termasuk GoSerpent backdoor, Stowaway, dan TmcLoader, untuk melakukan infiltrasi hingga pencurian data.

Modus Penyamaran Malware GoSerpent

Salah satu keunggulannya dibanding malware lain adalah kemampuan menyamarkan diri. GoSerpent menggunakan nama file yang menyerupai proses sistem resmi sehingga lebih sulit dikenali oleh sistem keamanan maupun administrator.

Bukan cuma itu, berbeda dari kebanyakan serangan siber yang langsung mencuri data setelah berhasil masuk ke sistem, GoSerpent justru memilih untuk menunggu lebih dulu sebelum beraksi. Pelaku akan sengaja membiarkan malware tetap aktif selama berminggu-minggu sebelum mengaktifkan alat pencurian data.

"Komponen paling menonjol dari GoSerpent adalah waktu tinggal yang diatur sedemikian rupa. Biasanya, penyerang ingin bergerak cepat begitu mereka mendapatkan pijakan, tetapi kelompok ini memasang backdoor awal dan menunggu,” kata Peneliti Keamanan Utama Kaspersky GReAT, Noushin Shabab, dalam keterangan pers yang kami terima.




Setelah situasi dianggap aman, barulah malware lain seperti TmcLoader diaktifkan untuk mengekstrak data yang dikumpulkan dari sistem korban.

"Kesabaran semacam itu adalah langkah yang diperhitungkan yang dirancang untuk bertahan lebih lama dari kebijakan retensi log standar dan pemindaian keamanan otomatis, sehingga sangat sulit bagi para ahli keamanan untuk menghubungkan infeksi awal dengan pencurian data yang terjadi kemudian," jelas Noushin.

Strategi ini membuat investigasi menjadi jauh lebih rumit karena jejak awal serangan bisa saja sudah hilang ketika data akhirnya dicuri. Pendekatan seperti ini dinilai berbahaya bagi organisasi yang menyimpan data penting, terutama instansi pemerintah dan lembaga strategis yang menjadi sasaran utama kampanye tersebut.

Cara Menghindari Malware GoSerpent

Dalam laporannya, Kaspersky juga menemukan adanya kemiripan antara GoSerpent dengan aktivitas kelompok ancaman TetrisPhantom yang memiliki kesamaan mulai dari target serangan, kemampuan teknis, hingga metode operasional yang digunakan. 

Untuk mengurangi risiko serangan, Kaspersky pun menyarankan organisasi agar terus melakukan pemantauan indikator kompromi (IoC) yang berkaitan dengan GoSerpent, menggunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi ancaman secara real-time melalui EDR dan XDR.

Organisasi juga diharuskan memperkuat keamanan email untuk mencegah phishing dan malware, memantau kebocoran kredensial di internet maupun dark web dan menyiapkan layanan respons insiden agar serangan dapat ditangani lebih cepat.

 

FAQ Artikel

Apa itu GoSerpent?

GoSerpent adalah kampanye serangan siber baru yang menggunakan malware jenis Remote Access Trojan (RAT) untuk mengumpulkan data sensitif.

Siapa target utama serangan GoSerpent?

Target utamanya adalah perusahaan, instansi pemerintah, dan lembaga diplomatik di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Apa yang membuat GoSerpent unik dan berbahaya?

Keunikan GoSerpent terletak pada kemampuannya menyamarkan diri sebagai proses sistem resmi dan menunda pencurian data hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan, membuatnya sangat sulit dideteksi dan diinvestigasi.

Kapan GoSerpent pertama kali aktif dan kapan varian terbarunya muncul?

GoSerpent telah aktif setidaknya sejak tahun 2021, dengan varian terbarunya mulai beroperasi pada tahun 2026.

Bagaimana cara melindungi diri dari GoSerpent?

Kaspersky menyarankan pemantauan indikator kompromi (IoC), penggunaan solusi keamanan seperti EDR dan XDR, penguatan keamanan email, pemantauan kredensial yang bocor, dan penyiapan layanan respons insiden.

populerRelated Article