Home
/
Digilife

Kena Jegal Elon Musk, Medsos Twitter Gak Jadi Bangkit!

Setelah kalah sengketa merek dagang dengan X, Twitter.now kini resmi menjadi Tweet.app, menonjolkan fitur verifikasi fakta sembari tetap menyindir Elon Musk.

Kena Jegal Elon Musk, Medsos Twitter Gak Jadi Bangkit!

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Platform Twitter.now gagal bangkit sebagai “reinkarnasi” Twitter lama setelah kalah sengketa merek dagang dengan X milik Elon Musk.
  • Twitter.now resmi berganti nama menjadi Tweet.app, menggunakan merek “Tweet” dan logo burung biru yang dilepaskan oleh X.
  • Tweet.app menawarkan akses awal berbayar mulai dari USD20 dan secara terbuka menyindir perubahan nama Twitter menjadi X.
  • Tweet.app memperkenalkan fitur pemeriksaan fakta otomatis bernama Vera, berbasis Gemini, untuk menciptakan ruang publik yang lebih aman dan bebas dari konten viral berbahaya.

Uzone.id — Agustus 2026 lalu sebuah media sosial bernama Twitter.now mengklaim akan hadir sebagai ‘reinkarnasi’ Twitter lama yang kini sudah berganti jadi X. Sayangnya, ambisi tersebut tidak bisa terwujud dan Twitter tidak jadi bangkit.

Platform Twitter.now yang sudah dirilis tersebut kini resmi berganti nama menjadi Tweet.app.

Rencana penggunaan nama ini pupus setelah pengadilan federal di Delaware, Amerika Serikat mengeluarkan putusan terkait sengketa merek dagang antara X milik Elon Musk dan startup pemilik Twitter.now, Operation Bluebird.

Melansir dari TechCrunch, Kamis, (10/09), pengadilan resmi melarang menggunakan nama Twitter untuk pembuatan nama platform mereka. Mereka mengabulkan permintaan X dan menyebut kalau X masih menjadi pemilik sah merk Twitter.




Untungnya, X masih berbaik hati dan melepaskan dua merk yang sangat familiar dengan media sosial Twitter yang lama, yaitu Tweet dan juga logo burung biru Twitter. Alhasil, dua merk ini menjadi nama baru platform tersebut.

Dari yang sebelumnya Twitter.now kini menjadi Tweet.app lengkap dengan logo burung biru khas platform tersebut.

Saat ini, Tweet.app sudah bisa diakses oleh pengguna yang membayar sebanyak USD20 untuk masuk lebih awal. 

“Akses awal sudah dibuka. USD20 untuk bergabung lebih awal, USD40 untuk berjuang dan USD100 untuk memimpin,” kata Tweet.app dalam situsnya.

Hadir sebagai ‘saingan’ platform X, Tweet.app dibikin dengan tone yang terlihat sangat menyindir aplikasi miliki orang terkaya di dunia tersebut.




Dari tulisan di halaman utamanya saja, Tweet.app menjelaskan mengenai pergantian nama mereka dari Twitter.now menjadi Tweet.app.

“Orang paling kaya sedunia itu membeli aplikasi ini, lalu mengganti namanya, dan membuang si ‘burung’. Setelah tiga tahun berlalu dan kesepakatan besar berlangsung, orang-orang masih menyebut tweet. So, kami akhirnya mengambil apa yang dia buang dan membangunnya kembali,” tulis mereka di halaman utamanya.

Sama seperti media sosial Twitter versi dulu, Tweet.app ini hadir sebagai platform untuk saling bertukar gagasan lewat cuitan/tweet.

Salah satu fitur baru yang menjadi perhatian adalah sistem pemeriksaan fakta otomatis bernama Vera, yaitu “veracity engine for real-time analysis” atau mesin analisis kebenaran secara real-time yang berbasis Gemini.

Sistem tersebut berjalan pada setiap unggahan atau tweet di Twitter.now untuk menguji kebenaran pesan-pesan yang diunggah. Tujuannya adalah untuk mengembalikan ruang publik yang lebih aman dan tidak hanya untuk viralitas semata. 

“Kami mengatakan kebebasan berbicara, bukan kebebasan untuk mendapatkan engagement. Kami ingin orang-orang mengatakan apa yang mereka inginkan, tetapi kami juga ingin menciptakan platform yang tidak secara finansial bergantung pada konten viral yang berbahaya atau tidak akurat.”

 

FAQ Artikel

Apa itu Tweet.app dan mengapa namanya berubah?

Tweet.app adalah platform media sosial baru yang awalnya bernama Twitter.now. Namanya berubah setelah kalah sengketa merek dagang dengan X, namun diizinkan menggunakan merek "Tweet" dan logo burung biru.

Mengapa Twitter.now tidak bisa menggunakan nama "Twitter"?

Pengadilan federal di Delaware, Amerika Serikat, melarang penggunaan nama "Twitter" untuk platform tersebut karena X milik Elon Musk masih menjadi pemilik sah merek dagang Twitter.

Fitur unik apa yang ditawarkan oleh Tweet.app?

Tweet.app menonjolkan sistem pemeriksaan fakta otomatis bernama Vera (veracity engine for real-time analysis) yang berbasis Gemini, bertujuan untuk menguji kebenaran pesan dan mengembalikan ruang publik yang aman.

Bagaimana Tweet.app memposisikan diri terhadap platform X?

Tweet.app memposisikan dirinya sebagai "saingan" X dengan tone yang menyindir, menyatakan telah mengambil kembali apa yang "dibuang" oleh pemilik aplikasi terkaya di dunia itu, seperti merek "Tweet" dan logo burung.

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article