icon-category Digilife

Ketika 3 Kosmonaut Rusia Pakai Seragam Kuning, Disangka Dukung Ukraina

  • 21 Mar 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: dok. NASA

    Uzone.id – Saatnya membuka kembali memori pelajaran geografi saat di bangku sekolah soal bendera-bendera negara yang ada di dunia, nih. Kejadian unik ini terjadi ketika tiga kosmonaut (sebutan untuk astronaut berkebangsaan Rusia) mengenakan seragam antariksa berwarna kuning.

    Iya, kuning. Mungkin hal ini bukan sesuatu yang layak dibicarakan jika tidak ada konflik panas antara Rusia dan Ukraina. Sayangnya, ‘insiden’ seragam antariksa kuning ini malah jadi perbincangan di ranah maya.

    Kenapa? Tiga kosmonaut ini dianggap sengaja mengenakan seragam antariksa warna kuning dengan aksen biru untuk mendukung Ukraina.

    Iya, sampai se-suudzon itu orang-orang di internet muka Bumi ini.

    Baca juga: Elon Musk Tantang Putin Berantem, Starlink Banyak Diunduh di Ukraina

    Kalau kalian browsing apa warna bendera Ukraina, yang muncul pasti warna kuning dan biru sebagai warna dominan.

    Denis Mateev, Oleg Artemyev, dan Sergey Korsakov adalah tiga kosmonaut yang dimaksud. Ketiganya mengenakan seragam antariksa kuning saat mereka tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada 18 Maret 2022.

    Ketika prasangka bahwa kosmonaut Rusia mendukung Ukraina semakin membludak, badan antariksa Roscosmos langsung menepis anggapan tersebut.

    Dok. Roscosmos

     

    “Terkadang warna kuning hanya kuning biasa,” tulis pihak Roscosmos seperti dikutip dari Space.com.

    Jika melihat lebih rinci lagi, seragam antariksa tersebut memiliki warna yang sama seperti lencana Bauman Moscow State Technical University sebagai almamater ketiga kosmonaut tersebut.

    Jadi bisa dibilang, warna seragam antariksa yang dikenakan Mateev, Artemyev, dan Korsakov tersebut sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap almamater mereka.

    Roscosmos bahkan sampai niat membagikan foto Artemyev yang mengenakan seragam kuning saat ia menjalani penerbangan pertamanya pada 2014.

    “Tidak ada alasan bagi kami memaksa para lulusan Bauman University untuk tidak mengenakan warna khas almamater mereka,” ungkap pimpinan Roscosmos Dmitry Rogozin dalam cuitan Twitternya.

    Memang ya, asumsi netizen dari berbagai negara hampir mirip.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini