Ketika Chery Bikin Motor Pakai Teknologi REEV, Harga Cuma Rp5,4 Jutaan
Chery memasuki pasar roda dua dengan mematenkan sepeda motor REEV bergaya retro yang menargetkan segmen menengah ke bawah, dilengkapi teknologi AI dan V2L.

Highlight Artikel
- Chery merambah industri roda dua dengan mendaftarkan paten desain sepeda motor berteknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV).
- Motor REEV ini menargetkan segmen menengah ke bawah di pasar China dengan perkiraan harga sekitar Rp 5,4 juta.
- Secara visual, desainnya mengusung gaya skutik retro konvensional, mirip dengan Yamaha Fino 125.
- Pengembangan sepeda motor listrik Chery dilakukan di bawah merek Cinnox, yang juga memperkenalkan skuter pure-electric ADV dan purwarupa Grow C3 dengan fitur AI serta V2L.
Uzone.id - Pabrikan otomotif asal China, Chery, merambah ranah kendaraan roda dua dengan mendaftarkan paten desain sepeda motor berteknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) di Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT).
Langkah ini membuka peluang besar bagi Chery untuk menghadirkan sepeda motor REEV pertama di dunia yang diproduksi secara massal.
Strategi Chery terbilang unik karena mengincar konsumen segmen menengah ke bawah. Di pasar China, motor terjangkau di kelas tersebut berada pada kisaran harga 2.000 yuan atau sekitar Rp5,4 juta.
"Pengembangan produk ini berfokus pada penyediaan kendaraan berefisiensi tinggi yang tetap terjangkau untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat luas," ujar perwakilan perusahaan dalam keterangan berkas patennya, dikutip Uzone.id dari Carnewschina.
Secara visual, calon motor perdana Chery ini mengusung desain skutik bermesin konvensional dengan sentuhan retro, seperti lampu utama dan kaca spion membulat.
Tampilannya sekilas identik dengan skuter matik Yamaha Fino 125 yang dipasarkan di Indonesia.
Kendati wujudnya sudah terungkap, rincian spesifikasi teknis dan kepastian harga untuk pasar global masih belum diumumkan.
Ekspansi Chery ke industri roda dua sejatinya dibentuk melalui merek khusus bernama Cinnox. Merek ini sebelumnya memperkenalkan skuter listrik berkonsep pure-electric adventure (ADV) yang mampu menempuh jarak 120 hingga 200 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Selain itu, Chery mengembangkan purwarupa Grow C3 yang dibekali teknologi kecerdasan buatan (AI) serta fitur Vehicle-to-Load (V2L) untuk menyalurkan daya listrik ke peralatan rumah tangga.
"Kombinasi teknologi AI dan kemampuan V2L dirancang agar kendaraan dapat berfungsi fleksibel sebagai pendukung gaya hidup modern," pimpinan tim riset Chery menegaskan.
Kenyamanan pengendara turut ditunjang fitur modern seperti dasbor dengan navigasi perintah suara (voice navigation), pengatur musik dan telepon pada panel meter, serta fast charging dalam waktu tiga menit.
Walau jajaran fiturnya telah dipaparkan, pihak Chery belum membeberkan secara rinci peta jalan komersialisasi dan rencana penjualan motor REEV ini di masa mendatang.
FAQ Artikel
Apa inovasi terbaru dari Chery di industri otomotif?
Chery merambah ranah kendaraan roda dua dengan mendaftarkan paten desain sepeda motor berteknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV).
Segmen pasar mana yang dituju oleh sepeda motor REEV Chery ini?
Sepeda motor ini mengincar konsumen segmen menengah ke bawah dengan penawaran harga terjangkau, sekitar 2.000 yuan atau Rp 5,4 juta di pasar China.
Bagaimana tampilan desain sepeda motor REEV pertama dari Chery?
Motor ini mengusung desain skutik bermesin konvensional dengan sentuhan retro, seperti lampu utama dan kaca spion membulat, dan sekilas identik dengan Yamaha Fino 125.
Teknologi dan fitur apa saja yang diusung oleh sepeda motor Chery?
Chery mengembangkan sepeda motor listrik melalui merek Cinnox, termasuk skutik pure-electric ADV dan purwarupa Grow C3 dengan teknologi AI, fitur Vehicle-to-Load (V2L), dasbor navigasi suara, pengatur musik/telepon, serta fast charging 3 menit.
Bagja Pratama
Jurnalis

.jpg%3Fdownload%3Dfalse%26amp%3Bresolution%3DHD&w=256&q=75)