Komdigi Bidik Internet Rumah Cepat dan Murah, 100 Mbps Cuma Rp140 Ribu
Pemerintah menargetkan internet tetap 100 Mbps seharga di bawah Rp200 ribu per bulan melalui perluasan jaringan fiber optik.

Highlight Artikel
- Pemerintah menargetkan layanan internet tetap 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu per bulan.
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut target biaya sekitar Rp140 ribu untuk kecepatan tersebut.
- Perluasan jaringan fiber optik hingga ke rumah tangga menjadi upaya utama untuk menurunkan harga dan memperluas akses internet.
- Pemerintah juga menargetkan peningkatan adopsi teknologi 5G dari di bawah 10% menjadi 30-40% dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Uzone.id — Pemerintah
menargetkan masyarakat bisa menikmati layanan internet tetap (fixed broadband)
berkecepatan 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu per bulan.
Hal ini diumumkan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital
(Wamenkomdigi) Nezar Patria, dikutip Sabtu, (31/10).
Nezar melanjutkan bahwa pemerintah saat ini akan membidik
layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp140 ribu atau di
bawah Rp200 ribu.
“Dengan kecepatan 100 Mbps, masyarakat bisa membayar sekitar Rp140 ribu atau di bawah Rp200 ribu. Ini akan memberikan dampak ekonomi yang cukup tinggi bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mewujudkan hal ini, Nezar pun menjelaskan bahwa
pemerintah berupaya untuk memperluas jaringan fiber optik hingga ke rumah
tangga.
Menurutnya, perluasan jaringan fixed broadband ini
bisa menurunkan harga internet menjadi lebih murah karena satu koneksi bisa
digunakan bersama oleh seluruh anggota keluarga.
“Internet bisa ditekan biayanya menjadi lebih murah dengan
cara memperluas fixed broadband. Kita perlu memperluas jaringan fiber optik
agar bisa masuk ke rumah tangga sehingga koneksinya bisa digunakan bersama oleh
keluarga,” ujar Nezar dalam keterangan resminya.
Perluasan jaringan fiber optik diharapkan dapat memperluas akses internet berkecepatan tinggi, tidak hanya di kawasan perkotaan atau bisnis, tetapi juga di rumah tangga. Konektivitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belajar, bekerja, hingga mengakses layanan digital.
Selain memperluas jaringan internet tetap, pemerintah juga
menargetkan peningkatan adopsi teknologi 5G dalam tiga hingga lima tahun ke
depan.
Nezar menyebut tingkat adopsi 5G di Indonesia saat ini masih
di bawah 10 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat hingga
mendekati 30–40 persen dalam periode tersebut.
“Penguatan infrastruktur menjadi yang pertama dan paling
penting. Kita akan meningkatkan adopsi teknologi 5G yang saat ini masih di
bawah 10 persen, dengan target mendekati 30 hingga 40 persen dalam tiga sampai
lima tahun ke depan,” ungkapnya.
FAQ Artikel
Berapa target kecepatan dan biaya internet tetap yang ditetapkan pemerintah?
Pemerintah menargetkan masyarakat dapat menikmati layanan internet tetap berkecepatan 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu per bulan, atau sekitar Rp140 ribu.
Bagaimana pemerintah berencana mewujudkan target harga internet yang lebih murah?
Pemerintah berupaya memperluas jaringan fiber optik hingga ke rumah tangga, sehingga satu koneksi dapat digunakan bersama oleh seluruh anggota keluarga dan menekan biaya internet.
Selain internet tetap, target teknologi apa lagi yang akan ditingkatkan pemerintah?
Selain memperluas jaringan internet tetap, pemerintah juga menargetkan peningkatan adopsi teknologi 5G dari saat ini di bawah 10% menjadi 30-40% dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Vina Insyani
Jurnalis

