Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah Online Kembali Berlaku
Kebijakan belajar dari rumah diterapkan menyusul sebaran abu vulkanik yang mencapai sejumlah wilayah di sekitar Jakarta, Banten bahkan Lampung.

Uzone.id — Dampak penyebaran
abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di beberapa wilayah Indonesia menyebar ke
kegiatan belajar mengajar. Mulai Senin, (07/09), beberapa daerah seperti Jawa
Barat, DKI Jakarta hingga Lampung sudah menerapkan sekolah online bagi siswa mereka.
Abu vulkanik sendiri merupakan partikel kecil yang
mengandung pecahan batuan, mineral dan material vulkanik lainnya yang dapat
membahayakan kesehatan apabila terhirup.
Oleh karena itu, dinas pendidikan di beberapa wilayah sudah resmi menerapkan kebijakan sekolah online ini untuk jenjang TK hingga SMP dan dilakukan selama beberapa hari kedepan mulai Senin, 7 September 2026.
Dari beberapa sekolah yang melakukan PJJ, periode sekolah online ini berlaku hingga 11 September 2026 mendatang atau berlaku selama 1 pekan ke depan.
PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh ini terus dipantau oleh
dinas pendidikan masing-masing, para siswa pun diwajibkan untuk mengikutinya
dengan pembelajaran dilakukan melalui Zoom Meeting.
Tidak hanya sekolah saja, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga mengungkap langkah lanjutan bagi kampus yang terdampak erupsi Anak Krakatau.
Kementerian menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pihak
kampus untuk melaksanakan kuliah online atau PJJ di tengah penyebaran abu
vulkanik tersebut.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menegaskan bahwa ketentuan PJJ diserahkan ke masing-masing kampus karena perguruan tinggi termasuk dalam lembaga independen dan Kemendikti Saintek berposisi sebagai pihak pendukung saja.
Ia juga menegaskan bahwa PJJ atau sekolah online di beberapa
wilayah selama beberapa hari tidak berlaku ke semua sekolah dan kampus di
Indonesia melainkan di daerah-daerah yang terdampak abu vulkanik Anak Krakatau
saja.
Kondisi penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak
Krakatau terus dipantau oleh Badan Geologi Kementerian ESDM. Hingga Selasa,
(08/09), abu vulkanik masih terus menyebar ke beberapa wilayah Indonesia.
Menurut PVMBG dan VAAC Darwin dan juga analisis citra RGB
Himawari-9 pada 8 September 2026 pukul 04.00 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung
Anak Krakatau teramati menuju ke arah Selatan-Barat Daya, mencakup Samudera
Hindia Barat Laut Banten.
BMKG pun memperkirakan bahwa abu vulkanik terpantau bergerak
menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.

