Home
/
Automotive

Konversi Motor Listrik Makin Sepi, Insentif Jadi Penyebabnya?

Minat konversi motor bensin ke listrik menurun tajam karena insentif tidak jelas dan harga motor listrik baru yang makin terjangkau.

Konversi Motor Listrik Makin Sepi, Insentif Jadi Penyebabnya?

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Tren konversi motor bensin ke motor listrik mengalami penurunan signifikan belakangan ini.
  • Insentif pemerintah yang tidak jelas dan harga motor listrik baru yang semakin terjangkau menjadi penyebab utama minimnya minat.
  • Bengkel bersertifikasi Kementerian Perhubungan, Dyvolt EV Shop, menunggu kembali hadirnya insentif untuk mendorong minat konversi.
  • Saat ini, konversi motor listrik lebih diminati oleh kalangan hobi, khususnya untuk motor Vespa 2-tak dan motor trail.

Uzone.id - Tren konversi dari motor bermesin bensin ke motor listrik ternyata semakin menurun belakangan ini. Ternyata insentif menjadi salah satu penyebab minimnya minat masyarakat untuk melakukan konversi.

Menurunnya minat konversi motor listrik diungkapkan oleh pemilik Dyvolt EV Shop, Adi Siswanto. Padahal pihaknya merupakan salah satu bengkel yang tersertifiaksi Kementerian Perhubungan untuk melakukan konversi motor listrik.

Adi mengaku pihaknya menanti kembali hadirnya insentif untuk motor listrik konversi. Karena pada saat insentif digelontorkan, peminatnya cukup banyak.

"Itu (insentif) yang masih kita tunggu-tunggu. Sekarang (konversi motor listrik) juga sudah mulai banyak ditinggalkan," ujar Adi kepada Uzone.id belum lama ini.




Di samping insentif yang tidak jelas, Adi juga mengatakan sekarang motor listrik sudah punya harga yang sangat terjangkau.

Sehingga banyak konsumennya yang merasa lebih mudah dan murah untuk membeli motor listrik baru, daripada mengubah motor bermesin bensin untuk dikonversi.

"Sudah murah-murah banget. Daripada kita konversi sayang-sayang mending kita cari motor listrik bekas," sebut Adi.

Meski menurun, menurut Adi masih ada peminat motor listrik konversi, terutama dari kalangan hobi. Biasanya yang melakukan konversi datang dari pengguna Vespa klasik atau motor trail.





"Ada 1-2 setiap bulannya, cuma enggak seramai tahun-tahun lalu ya," jelasnya.

"Dan sekarang cuma beberapa tipe saja sih yang masih jalan untuk konversi. Salah satunya Vespa 2-tak, masih ada (konversi ke motor listrik) setiap bulan. Terus juga trail masih ada beberapa," tambahnya.

Menurut Adi, dua model tersebut menjadi minat konversi motor listrik karena bentuknya yang berbeda dari motor listrik yang dijual di Indonesia saat ini.

"Karena kan kalau motor listrik pabrikan sekarang bentuknya skutik semua. Jadi ngapain konversi dari Vario, dari BeAT kayak gitu. Mending beli yang sudah jadi. Jadi yang paling banyak ya trails ama Vespa 2-tak," pungkasnya.




Perlu diketahui, beberapa bulan lalu pemerintah pernah merencanakan untuk 120 juta konversi motor listrik.

Program ambisius ini dilakukan guna mempercepat transisi ke energi yang lebih bersih dan mengurangi ketergantungan impor BBM.

Padahal di tahun 2023 lalu pemerintah pernah menggelontorkan dana untuk insentif konversi motor listrik, bersamaan dengan insentif motor listrik baru.

Pada saat itu, konversi motor listrik diberikan insentif sebesar Rp10 juta per unit. Namun untuk melakukan konversi harus dikerjakan oleh bengkel-bengkel yang sudah tersertifikasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Insentif ini diberikan dengan kuota mencapai 50 ribu unit sepeda motor di 2023 dan meningkat menjadi 150 ribu unit pada tahun 2024. Sayangnya realisasi konversi motor listrik tidak pernah menyentuh target.

FAQ Artikel

Mengapa minat konversi motor bensin ke motor listrik menurun?

Minat konversi menurun karena beberapa faktor, antara lain tidak jelasnya insentif dari pemerintah dan harga motor listrik baru yang kini semakin terjangkau.

Apakah pemerintah pernah memberikan insentif untuk konversi motor listrik?

Ya, pada tahun 2023 pemerintah pernah memberikan insentif sebesar Rp10 juta per unit untuk konversi motor listrik, dengan target kuota yang sayangnya tidak pernah tercapai.

Jenis motor apa yang masih banyak dikonversi menjadi motor listrik?

Menurut pemilik Dyvolt EV Shop, konversi motor listrik saat ini lebih diminati untuk motor-motor unik dari kalangan hobi, seperti Vespa 2-tak klasik dan motor trail, karena bentuknya berbeda dari motor listrik pabrikan yang umumnya skutik.

Apa alasan orang memilih membeli motor listrik baru daripada konversi?

Harga motor listrik baru yang kini sangat terjangkau membuat konsumen merasa lebih mudah dan murah untuk membeli unit baru daripada mengeluarkan biaya untuk konversi motor bensin lama mereka.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article