Kualitas Udara Jakarta Hari Ini: Cara Baca AQI dan PM2.5
Kualitas udara Jakarta hari ini: cek AQI, PM2.5, dan ISPU. Pelajari arti warna, beda indeks, serta cara pantau lewat BMKG, IQAir, dan Udara Jakarta.

Ilustrasi
- Pada 14 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB, IQAir mencatat Jakarta di level 174 US AQI (Tidak Sehat), dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 87,8 µg/m³. Angka dapat berubah sepanjang hari.
- AQI adalah indeks tanpa satuan, sedangkan PM2.5 mengukur konsentrasi partikel halus dalam mikrogram per meter kubik.
- Indonesia menggunakan ISPU; angka dan kategorinya tidak boleh disamakan begitu saja dengan US AQI dari IQAir.
- Kalian bisa mengecek kondisi lewat Udara Jakarta, IQAir, BMKG, dan ISPU KLH, sambil memperhatikan jam pembaruan dan lokasi stasiun.
- Ketika kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas berat di luar dan pertimbangkan respirator partikulat yang pas seperti N95 jika perlu bepergian.
Uzone.id - Langit Jakarta terkadang terlihat cerah, tetapi apakah udara yang kalian hirup benar-benar bersih? Jawabannya tidak selalu bisa diketahui hanya dengan melihat warna langit. Partikel berukuran sangat kecil seperti PM2.5 dapat bertahan di udara tanpa selalu menimbulkan kabut yang tampak jelas.
Itulah sebabnya, sebelum berangkat kerja, olahraga pagi, mengantar anak ke sekolah, atau sekadar membuka jendela rumah, ada baiknya kalian mengecek kualitas udara Jakarta hari ini. Informasi tersebut tersedia lewat situs resmi pemerintah dan aplikasi pemantauan kualitas udara yang bisa dibuka di HP.Namun, saat mengeceknya, kalian mungkin menemukan angka yang membingungkan. Satu aplikasi menampilkan AQI 174 dengan kategori Tidak Sehat, sedangkan platform pemerintah menampilkan indeks di kisaran 90 pada stasiun tertentu. Apakah salah satunya keliru? Belum tentu. Perbedaan standar indeks, stasiun, cakupan wilayah, dan waktu pengukuran bisa menyebabkan angka yang tampil tidak identik.
Artikel ini menjelaskan cara membaca AQI dan PM2.5 dengan benar, sekaligus menunjukkan cara membandingkan data kualitas udara Jakarta tanpa salah menafsirkan angkanya.
- Kualitas udara Jakarta hari ini
- Apa itu AQI?
- Tabel warna dan kategori US AQI
- Apa itu PM2.5?
- Perbedaan AQI dan PM2.5
- US AQI vs ISPU Indonesia
- Kenapa aplikasi menunjukkan angka berbeda?
- Cara cek kualitas udara lewat HP
- Cara memahami angka PM2.5 dan panduan WHO
- Apa yang dilakukan saat udara tidak sehat?
- Kesalahan saat membaca AQI
- Checklist pemantauan harian
- FAQ tentang kualitas udara Jakarta
- Kesimpulan
Kualitas Udara Jakarta Hari Ini, 14 Oktober 2026
Berdasarkan halaman pemantauan IQAir untuk Jakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB, indeks kualitas udara kota tercatat pada level 174 US AQI. Kategori yang ditampilkan adalah Tidak Sehat, dengan PM2.5 menjadi polutan utama dan konsentrasi sekitar 87,8 µg/m³.
IQAir menampilkan kondisi kota berdasarkan jaringan beberapa stasiun pemantauan dan kontributor. Nilai tersebut membantu memahami gambaran kualitas udara secara umum, tetapi tidak menjamin keadaan di depan rumah kalian persis sama. Jalan utama yang padat, kawasan industri, taman kota, serta area pesisir dapat memiliki konsentrasi polutan yang berbeda pada saat bersamaan.
Sebagai pembanding, portal Udara Jakarta milik Dinas Lingkungan Hidup DKI pernah menampilkan 91 ISPU di stasiun DKJ32 Ancol, Pademangan, dengan PM2.5 sekitar 40,38 µg/m³. Tetapi, stempel waktu halaman yang berhasil diperiksa untuk angka tersebut adalah 12 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB, bukan 14 Oktober. Artinya, kedua pembacaan itu tidak layak dianggap sebagai hasil ukur serentak.
Apa Itu AQI dan Mengapa Penting untuk Aktivitas Harian?
Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang mengubah informasi pencemaran udara menjadi angka dan kategori warna supaya lebih mudah dimengerti masyarakat. Dalam pendekatan US AQI, angka rendah menunjukkan mutu udara yang lebih baik, sedangkan angka tinggi menunjukkan kekhawatiran kesehatan yang lebih besar.
Indeks ini bukan pengukuran tunggal terhadap semua jenis polusi. Beberapa polutan dihitung menurut aturan tertentu; polutan dengan subindeks tertinggi dapat menentukan angka AQI yang dilaporkan. Karena itu, kalian perlu membaca kolom polutan utama untuk mengetahui penyebab dominan kenaikan indeks.
Di Jakarta, PM2.5 sering menjadi polutan yang menarik perhatian, tetapi udara juga dapat mengandung PM10, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, karbon monoksida, dan ozon permukaan. Sebuah angka AQI tidak otomatis memberi tahu konsentrasi masing-masing polutan tanpa membuka rincian datanya.
Contohnya, jika aplikasi menampilkan AQI 174 dan label PM2.5, artinya kategori udara dinilai tidak sehat menurut skala US AQI dan PM2.5 ditunjukkan sebagai polutan dominan. Angka 174 bukan berarti udara mengandung 174 mikrogram PM2.5 pada setiap meter kubik.
Cara Membaca Warna dan Angka US AQI
Skala US AQI yang digunakan layanan seperti IQAir mengikuti enam kategori umum dari sistem Amerika Serikat. Warna memudahkan pembacaan sekilas, tetapi angka dan kelompok terdampak tetap perlu diperhatikan.
Kategori mengacu pada US EPA/AirNow. Tabel ini untuk US AQI, bukan tabel ISPU nasional.
Dengan acuan tersebut, pembacaan Jakarta 174 US AQI pada 14 Oktober pukul 11.00 WIB termasuk kategori merah atau tidak sehat. Pada kondisi seperti ini, aktivitas berat di luar sebaiknya dikurangi atau dijadwal ulang, khususnya apabila kalian punya kondisi yang membuat tubuh lebih rentan terhadap polusi.
Warna dalam aplikasi dapat berbeda nuansanya, tetapi label kategori seharusnya menjadi pegangan. Hindari menyimpulkan bahwa setiap warna kuning atau merah di aplikasi berbeda selalu memiliki batas konsentrasi polutan yang identik.
Apa Itu PM2.5? Mengapa Partikelnya Perlu Diwaspadai?
PM2.5 adalah sebutan untuk partikel udara yang diameter aerodinamisnya sekitar 2,5 mikrometer atau lebih kecil. PM merupakan kependekan dari particulate matter atau materi partikulat. Partikel ini sangat kecil sehingga tidak selalu dapat dilihat secara individual dengan mata telanjang.
PM2.5 dapat berasal dari kombinasi proses pembakaran dan reaksi kimia di atmosfer. Sumbernya bisa mencakup emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran sampah, pembangkit energi, dan asap kebakaran. Namun, tanpa studi penelusuran sumber untuk tanggal serta wilayah tertentu, kita tidak bisa menyimpulkan satu sumber tertentu merupakan penyebab seluruh angka PM2.5 yang terlihat pada aplikasi.
Karena ukurannya kecil, partikel halus bisa terhirup hingga bagian dalam saluran pernapasan. Paparan yang tinggi atau berlangsung lama dikaitkan dengan gangguan pernapasan dan kardiovaskular. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit paru atau jantung perlu lebih memperhatikan informasi polusi udara.
PM2.5 tidak sama dengan PM10
PM10 merujuk pada kelompok partikel dengan ukuran hingga sekitar 10 mikrometer, sementara PM2.5 merupakan fraksi partikel yang lebih halus di dalamnya. Dengan kata lain, keduanya bukan dua kategori yang saling sepenuhnya terpisah. Jika aplikasi menampilkan PM10 dan PM2.5 sekaligus, baca masing-masing konsentrasi, bukan menjumlahkannya begitu saja.
Konsentrasi PM2.5 biasanya ditulis dalam µg/m³ atau mikrogram per meter kubik udara. Berbeda dari AQI, nilai ini punya satuan fisik. Kalian akan menemukannya pada dashboard BMKG, IQAir, serta pemantauan resmi pemerintah daerah.
Perbedaan AQI dan PM2.5, Jangan Sampai Tertukar
AQI sering disandingkan dengan PM2.5 sehingga pembaca menganggap keduanya merupakan angka dari jenis pengukuran yang sama. Padahal, fungsi keduanya berbeda. AQI membantu menjawab seberapa mengkhawatirkan kualitas udara menurut suatu sistem indeks?, sedangkan PM2.5 menjawab berapa konsentrasi partikel halus yang terukur atau diperkirakan?.
Nilai AQI juga tidak dapat diterjemahkan ke konsentrasi PM2.5 hanya dengan menambahkan atau mengurangi angka tertentu. Konversinya menggunakan batas kategori dan metode perhitungan yang ditetapkan masing-masing standar, termasuk periode perataan data.
Intinya: jika kalian melihat “AQI 174” dan “PM2.5 87,8 µg/m³”, bacalah sebagai indeks kondisi udara dan konsentrasi polutan yang saling berhubungan, bukan dua hasil ukur dalam satuan yang sama.
US AQI vs ISPU Indonesia: Apa Bedanya?
Di Indonesia, pemerintah menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020. Meskipun prinsip dasarnya mirip dengan AQI sebagai indeks, pembagian kategori ISPU tidak sepenuhnya identik dengan US AQI.
Misalnya, US AQI membedakan kategori 101–150 sebagai tidak sehat bagi kelompok sensitif dan 151–200 sebagai tidak sehat. Sementara itu, pada portal ISPU Indonesia, rentang 101–200 ditampilkan dalam satu kategori Tidak Sehat. Itulah alasan kalian tidak boleh menyalin tafsir warna atau kategori dari sistem satu ke sistem lain tanpa mengecek standarnya.
Sumber kategori: portal ISPU Kementerian Lingkungan Hidup. Contoh saran aktivitas bersifat umum, bukan pengganti panduan resmi berdasarkan kondisi kesehatan masing-masing.
Jika kalian sedang menyusun laporan, presentasi, atau mengutip data kualitas udara untuk artikel, selalu tulis secara lengkap apakah angka yang digunakan merupakan US AQI, ISPU, atau konsentrasi PM2.5. Menyebut semuanya sekadar “AQI” bisa menimbulkan salah persepsi.
Kenapa Angka AQI di IQAir, BMKG, dan Udara Jakarta Bisa Berbeda?
Ada beberapa penyebab yang masuk akal mengapa platform pemantauan udara tidak menampilkan nilai sama. Perbedaan angka tidak serta-merta menunjukkan alat tertentu rusak, tetapi pengguna perlu memahami konteks pengukurannya.
1. Skala indeks yang digunakan berbeda
IQAir umum menampilkan US AQI, sedangkan portal pemerintah Indonesia dan DKI menggunakan ISPU. BMKG menyediakan data konsentrasi PM2.5 beserta kategori konsentrasi pada halaman pemantauan partikulat. Ketiganya tidak boleh disamakan hanya karena memiliki istilah “kualitas udara”.
2. Lokasi dan cakupan berbeda
Angka untuk seluruh Jakarta tidak sama dengan hasil satu stasiun di Ancol, Kemayoran, atau Tanjung Priok. Kalian sebaiknya memilih titik pemantauan yang paling dekat dengan lokasi aktivitas, lalu mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.
3. Waktu pembaruan tidak selalu bersamaan
Halaman yang satu bisa memperlihatkan data pukul 11.00, sementara yang lain masih menampilkan data dua hari sebelumnya. Perbedaan waktu merupakan alasan penting mengapa dua angka tidak dapat dibandingkan secara langsung. Perhatikan last updated, tanggal, jam, dan zona waktunya.
4. Tipe sensor dan pengolahan data berbeda
Stasiun pemantau resmi, sensor biaya rendah milik komunitas, serta pemodelan spasial mempunyai keterbatasan dan prosedur kendali mutu yang berbeda. Dinas Lingkungan Hidup DKI juga menjelaskan bahwa low-cost sensor perlu divalidasi jika hasilnya hendak dipakai sebagai dasar kebijakan.
5. Periode perataan data dan koreksi berubah
Pembacaan instan atau jam-jaman berbeda dari rata-rata 24 jam. Angka AQI dapat memakai pengolahan berbasis jendela waktu tertentu, sehingga perubahan konsentrasi sesaat tidak selalu menghasilkan indeks identik pada detik itu juga. Karena itu, bandingkan data dalam periode serupa.
Baca Juga: Jakarta Dilanda Polusi Ekstrem, Cek Kualitas Udara Lewat 5 Aplikasi Ini
Waspada Cuaca Ekstrem, Berikut 5 Aplikasi Prakiraan Cuaca Terbaik
Cara Cek Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Lewat HP
Kalian tidak harus membeli sensor khusus untuk melihat kondisi udara luar ruangan. Empat layanan berikut menyediakan informasi yang bisa digunakan sebagai titik awal sebelum membuat keputusan aktivitas.
1. Portal Udara Jakarta dari Pemprov DKI
- Buka udara.jakarta.go.id melalui browser.
- Cari peta pemantauan dan pilih stasiun yang paling relevan dengan kecamatan tujuan.
- Perhatikan angka ISPU, kategori, polutan, serta konsentrasi PM2.5 jika tersedia.
- Pastikan bagian Terakhir Diperbarui menampilkan waktu yang masih relevan.
- Gunakan rekomendasi aktivitas berdasarkan kelompok pengguna sebagai informasi awal.
Portal ini merupakan layanan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Keunggulannya adalah lokasi stasiun yang lebih terperinci untuk memantau variasi udara di wilayah Jakarta.
2. IQAir untuk melihat US AQI
- Buka halaman IQAir Jakarta atau aplikasi AirVisual.
- Periksa indikator US AQI, warna kategori, serta polutan utama.
- Lihat konsentrasi PM2.5 dalam µg/m³ dan jam data.
- Jika tersedia, buka peta stasiun terdekat dan bandingkan beberapa lokasi.
- Ingat bahwa prakiraan hari ini tidak sama dengan nilai pengamatan yang sedang ditampilkan.
3. BMKG untuk konsentrasi PM2.5
Masuk ke halaman konsentrasi PM2.5 BMKG. Pilih atau cari stasiun Jakarta yang tersedia, kemudian baca nilai mikrogram per meter kubik serta jam pengamatan. Halaman BMKG memuat konsentrasi PM2.5 dan kategori pemantauan partikulat, bukan selalu angka US AQI.
Jika kalian melihat angka “57,3 µg/m³” di stasiun Kemayoran, misalnya, itu adalah konsentrasi partikel yang ditampilkan oleh dashboard, bukan otomatis berarti “AQI 57,3”. Contoh semacam ini penting untuk menghindari salah kutip satuan.
4. Portal ISPU Kementerian Lingkungan Hidup
Buka ispu.kemenlh.go.id lalu cari stasiun di DKI Jakarta. Perhatikan nama titik, polutan dominan, angka ISPU, dan waktu pengamatan. Dengan begitu, kalian mendapatkan rujukan indeks nasional yang bisa dibandingkan secara hati-hati dengan portal milik pemerintah daerah.
Berapa Angka PM2.5 yang Dianjurkan WHO?
World Health Organization (WHO) mengeluarkan pedoman kualitas udara global untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan polusi. Untuk PM2.5, pedoman WHO 2021 menetapkan 5 µg/m³ sebagai nilai panduan rata-rata tahunan dan 15 µg/m³ sebagai nilai panduan rata-rata 24 jam, dengan ketentuan statistik tertentu untuk penilaian harian.
Angka ini sering muncul pada aplikasi kualitas udara, tetapi perlu ditafsirkan dengan benar. Konsentrasi sesaat pada pukul 11.00 tidak dapat digunakan sendirian untuk menyatakan bahwa rata-rata tahunan atau rata-rata 24 jam suatu kota telah melanggar pedoman. Diperlukan rangkaian data sesuai periode perataan untuk perbandingan yang setara.
Rujukan: ringkasan WHO tentang Air Quality Guidelines 2021. Pedoman konsentrasi bukan kategori US AQI maupun ISPU.
Dengan demikian, cara aman membaca dashboard adalah mengecek tiga lapis informasi: pertama kategori indeks, kedua konsentrasi polutan, dan ketiga periode data yang digunakan. Ketiganya saling melengkapi tetapi tidak dapat saling menggantikan.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan saat AQI Jakarta Tidak Sehat?
Ketika kategori udara mencapai tidak sehat, langkah yang masuk akal adalah mengurangi paparan tanpa perlu panik. Kondisi dan kebutuhan setiap orang berbeda; aktivitas yang bisa ditunda tentu tidak sama dengan keperluan mendesak yang mengharuskan seseorang berada di luar.
Kurangi aktivitas fisik berat di luar
Jika kalian berencana lari, bersepeda intensif, atau melakukan olahraga dalam waktu lama di luar ruangan, cek AQI sebelum berangkat. Pertimbangkan memindahkan latihan ke dalam ruangan dengan udara yang lebih terjaga atau memilih waktu ketika polusi lebih rendah. Intensitas aktivitas memengaruhi banyaknya udara yang dihirup.
Pilih jalur dengan paparan lebih rendah
Jika harus berjalan kaki atau bersepeda, sebisa mungkin hindari berdiri lama di dekat kemacetan, knalpot kendaraan, atau sumber asap terbuka. Stasiun pemantauan dapat membantu memilih waktu, tetapi tidak selalu mendeteksi setiap titik polusi di sepanjang rute.
Gunakan perlindungan partikulat yang sesuai
Respirator partikulat seperti N95 yang terpasang rapat dapat membantu mengurangi partikel yang terhirup. Masker yang longgar atau tidak dirancang menyaring partikel halus umumnya tidak memberikan perlindungan setara. N95 tidak dirancang untuk menyaring semua gas atau uap, sehingga penggunaannya bukan solusi untuk setiap jenis polusi.
Kelola udara dalam ruangan
Pada saat konsentrasi partikel luar ruangan sedang tinggi, mengurangi masuknya udara kotor dan menggunakan penyaring udara yang sesuai dapat membantu. Namun, jangan mengabaikan kebutuhan ventilasi yang aman, risiko sumber polusi dalam rumah, serta petunjuk peralatan yang digunakan. Hindari membakar sampah atau merokok di dalam ruangan.
Berikan perhatian lebih pada kelompok sensitif
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan gangguan paru atau jantung mungkin memerlukan penyesuaian aktivitas lebih ketat. Jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, atau gejala yang mengkhawatirkan, cari pertolongan medis, bukan hanya menunggu angka AQI turun.
Rekomendasi di atas selaras dengan panduan umum CDC tentang kualitas udara dan pengurangan paparan polusi partikulat.
Enam Kesalahan Saat Membaca Kualitas Udara Jakarta
- Menganggap angka AQI sebagai konsentrasi PM2.5. AQI adalah indeks, sedangkan konsentrasi PM2.5 memakai µg/m³.
- Menilai seluruh Jakarta dari satu stasiun. Kualitas udara bisa berbeda antarkecamatan dan sepanjang hari.
- Menyamakan US AQI dengan ISPU. Kedua sistem mempunyai kategorisasi dan metodologi yang berbeda.
- Tidak membaca tanggal. Pembacaan dua hari lalu bukan data real-time hari ini.
- Menganggap prakiraan sebagai observasi. Prediksi kualitas udara untuk besok tidak sama dengan sensor yang mengukur kondisi sekarang.
- Membandingkan data sesaat dengan pedoman tahunan. Perbandingan kesehatan harus memperhatikan periode pengukuran yang digunakan.
Kesalahan-kesalahan ini juga sering muncul dalam unggahan media sosial yang memperlihatkan tangkapan layar aplikasi tanpa menyertakan stempel waktu. Jika kalian ingin membagikan informasi, cantumkan tanggal, jam WIB, lokasi stasiun, nama penyedia data, serta apakah metriknya US AQI, ISPU, atau PM2.5.
Checklist Satu Menit Sebelum Beraktivitas di Jakarta
Agar pemantauan kualitas udara tidak terasa rumit, kalian bisa menggunakan rutinitas sederhana ini setiap hari. Tujuannya bukan menghafal angka, melainkan mengambil keputusan aktivitas berdasarkan informasi yang paling relevan.
- Cek lokasi: Jakarta kota, stasiun dekat kantor, atau titik di sekitar rumah?
- Cek waktu: kapan data terakhir diperbarui dan apakah sudah menggunakan WIB?
- Cek metrik: US AQI, ISPU, atau konsentrasi PM2.5?
- Cek kategori: apakah kondisi termasuk baik, sedang, atau tidak sehat menurut standar yang dipakai?
- Cek rencana kegiatan: apakah ada aktivitas olahraga berat, perjalanan panjang, atau kegiatan anak di luar?
- Cek ulang bila perlu: terutama jika dashboard berbeda drastis atau data terlalu lama.
Untuk keputusan yang lebih sensitif, misalnya mengenai aktivitas anak dengan asma atau keluarga yang sedang menjalani perawatan penyakit pernapasan, gunakan informasi kualitas udara sebagai bahan pertimbangan bersama petunjuk dokter.
FAQ: Kualitas Udara Jakarta, AQI, dan PM2.5
1. Berapa AQI Jakarta hari ini?
Pada 14 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB, IQAir menampilkan 174 US AQI untuk Jakarta atau kategori tidak sehat. Angka tersebut merupakan cuplikan saat pemantauan, bukan nilai yang pasti masih berlaku ketika kalian membaca artikel. Cek ulang halaman IQAir Jakarta.
2. Apakah AQI 150 berbahaya?
Dalam skala US AQI, 150 berada di ujung kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Mulai 151, kategori berubah menjadi tidak sehat bagi masyarakat umum. Perhatikan standar indeks yang digunakan aplikasi.
3. Apa arti PM2.5 80 µg/m³?
Artinya konsentrasi partikel berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil sekitar 80 mikrogram dalam setiap meter kubik udara untuk periode pengukuran yang dilaporkan. Ini bukan angka AQI 80 dan perlu dibaca bersama waktu pengukuran.
4. Mengapa IQAir dan ISPU menunjukkan angka yang berbeda?
Bisa karena standar indeks, sumber serta lokasi stasiun, waktu pembaruan, metode sensor, atau periode perataan data berbeda. Kedua nilai tidak dapat dibandingkan langsung tanpa menyamakan konteksnya.
5. Apa bedanya AQI dan ISPU?
AQI merupakan istilah umum untuk indeks kualitas udara; US AQI mengikuti kategori EPA Amerika Serikat. ISPU merupakan sistem indeks kualitas udara Indonesia yang dipakai pemerintah dan memiliki rentang kategori nasional sendiri.
6. Di mana cek kualitas udara Jakarta yang resmi?
Kalian bisa membuka Udara Jakarta, ISPU KLH, serta halaman PM2.5 BMKG. Semua data tetap perlu diperiksa jam pembaruannya.
7. Apakah udara cerah berarti PM2.5 rendah?
Tidak selalu. Partikel halus dapat berada di udara tanpa membuatnya tampak berkabut. Cuaca cerah juga tidak otomatis menandakan konsentrasi partikel berada pada kategori baik.
8. Apakah masker medis cukup untuk polusi PM2.5?
Masker medis yang longgar umumnya tidak memberi perlindungan setara dengan respirator partikulat seperti N95 yang pas dan digunakan benar. Pilihan perlindungan perlu disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan pengguna.
9. Apakah BMKG menampilkan AQI atau PM2.5?
Halaman pemantauan partikulat BMKG menampilkan konsentrasi PM2.5 dalam µg/m³ serta kategori kualitas udara terkait. Jangan menyebut angka konsentrasinya sebagai US AQI tanpa konversi berdasarkan metodologi yang benar.
10. Apakah angka PM2.5 yang tinggi selama satu jam melanggar standar WHO tahunan?
Satu jam data tidak cukup untuk menilai rata-rata tahunan. WHO menetapkan nilai panduan berdasarkan periode 24 jam dan tahunan dengan metode statistik yang berbeda. Pengamatan sesaat berguna sebagai sinyal kewaspadaan, tetapi tidak menggantikan analisis sesuai periode standar.
Kesimpulan: Jangan Cuma Lihat Angka, Baca Juga Standarnya
Kualitas udara Jakarta hari ini memang dapat dipantau lewat HP, tetapi pembaca perlu tahu angka apa yang ditampilkan. Pada 14 Oktober 2026 pukul 11.00 WIB, IQAir menunjukkan 174 US AQI dan PM2.5 87,8 µg/m³ untuk Jakarta. Nilai tersebut memberi gambaran kondisi udara tidak sehat pada saat pemantauan, bukan angka yang berlaku tanpa batas waktu.
Jika kalian menggunakan situs pemerintah Indonesia, kalian juga akan menemukan ISPU. Jangan memaksa membandingkan US AQI, ISPU, dan konsentrasi PM2.5 sebagai metrik yang sama. Periksa pula lokasi sensor dan jam pembaruan, lalu gunakan informasi itu untuk merencanakan kegiatan harian secara lebih bijak.
Untuk informasi terbaru setelah artikel ini diterbitkan, kunjungi langsung dashboard Udara Jakarta, ISPU KLH, BMKG, atau IQAir.
- US AQI menjelaskan kondisi kualitas udara melalui indeks dan kategori warna.
- PM2.5 adalah partikel halus; konsentrasinya menggunakan satuan µg/m³.
- ISPU Indonesia memiliki kategori sendiri sehingga tidak identik dengan US AQI.
- Selalu cocokkan lokasi, tanggal, jam, dan jenis angka sebelum membandingkan dashboard.
- Kurangi paparan polusi saat kualitas udara memburuk, terutama untuk kelompok rentan.
Referensi dan sumber data
- IQAir — Jakarta, US AQI dan konsentrasi PM2.5, diakses 14 Oktober 2026.
- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta — portal Udara Jakarta.
- Kementerian Lingkungan Hidup — portal Indeks Standar Pencemar Udara.
- BMKG — pemantauan konsentrasi PM2.5.
- US EPA/AirNow — kategori warna dan skala US AQI.
- WHO — Air Quality Guidelines 2021, batas panduan konsentrasi partikulat.
- CDC — memahami risiko dan merencanakan aktivitas berdasarkan kualitas udara.
- IQAir — penerapan perubahan US AQI EPA pada 2024.
Catatan redaksi: Artikel ini bersifat informatif. Data kualitas udara yang berubah cepat harus dicek ulang sebelum dipublikasikan ulang, terutama angka pada judul, lead, dan tabel. Panduan aktivitas bukan nasihat medis individual.

Jumin Tantrikarta
Jurnalis