Home
/
Digilife

Latih AI Pakai Musik, Anthropic Dituntut Sony & Warner Miliaran Dolar

Sony Music dan Warner menyebut Anthropic sebagai pihak di balik salah satu pencurian kekayaan intelektual terbesar dan paling terang-terangan.

Latih AI Pakai Musik, Anthropic Dituntut Sony & Warner Miliaran Dolar

Bagikan :

Uzone.id — Dua raksasa industri musik global, Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music, menggugat Anthropic yang merupakan induk Claude AI karena dianggap melatih AI menggunakan musik-musik milik mereka.

Gugatan tersebut diajukan pada Jumat, (28/08) ke Pengadilan Distrik California Utara, Amerika Serikat. Dalam dokumen gugatan, Sony Music dan Warner menyebut Anthropic sebagai pihak di balik salah satu pencurian kekayaan intelektual terbesar dan paling terang-terangan sepanjang sejarah.

Melansir dari Mashable, Senin, (30/08), gugatan ini berpotensi merugikan Anthropic hingga miliaran dolar.

Sony Music Publishing dan Warner Chappell Music turut memasukkan CEO sekaligus salah satu pendiri Anthropic, Dario Amodei dan Benjamin Mann sebagai pihak yang harus bertanggung jawab dalam gugatan tersebut.




Dalam gugatan yang pertama kali dilaporkan oleh Music Business Worldwide itu, kedua perusahaan musik menuduh Anthropic melakukan kampanye besar-besaran dengan mengunduh, scraping, dan mengambil karya berhak cipta secara ilegal melalui torrent untuk melatih model AI Claude mereka.

Sony dan Warner menilai Anthropic telah memperoleh keuntungan besar dari karya musik yang mereka klaim diperoleh secara ilegal tersebut.

Kedua perusahaan menuntut ganti rugi sebesar USD150 ribu untuk setiap karya serta USD25 ribu untuk setiap pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh Anthropic.

Dalam gugatan ini, dua raksasa musik tersebut mengklaim kalau ribuan judul karya telah digunakan secara ilegal, sehingga nilai kompensasi yang dituntut berpotensi mencapai miliaran dolar. 

Anthropic dinilai secara spesifik dituduh melakukan pencurian terhadap sejumlah lagu, termasuk “Ain’t No Mountain High Enough”, “All I Want for Christmas is You”, “Eye of the Tiger”, dan “Here Comes Santa Claus.”

 




Gugatan Sony dan Warner terhadap Anthropic ini bukan yang pertama, perusahaan AI saingan OpenAI ini bahkan sudah sepakat untuk membayar gugatan sebesar USD1,5 miliar kepada penerbit buku pada awal tahun ini.

Sebelumnya, Universal Music Group (UMG), perusahaan musik terbesar di dunia juga telah mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta terhadap Anthropic.

UMG bersama Concord Music Group dan ABKCO Music pertama kali menggugat Anthropic pada 2023 dan kembali mengajukan gugatan pada awal tahun ini.

Dalam gugatan tersebut, perusahaan musik ini menuntut ganti rugi lebih dari USD3 miliar dari Anthropic atau sekitar Rp53 triliun.

 

Vina Insyani

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article