icon-category Digilife

Lelah Dengan Elon Musk, Warga Twitter Hijrah ke Medsos Baru?

  • 09 Nov 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Edgar Moran/Unsplash

    Uzone.id - Elon Musk dengan segala rencananya untuk Twitter membuat pengguna platform berpikir untuk berpindah hati ke media sosial lain.

    Pengguna Twitter saat ini sudah menemukan alternatif media sosial yang konsepnya mirip dengan Twitter, media sosial ini bernama “Mastodon’. 

    Mastodon ini bisa digunakan untuk berkumpul dengan komunitas, bisa berbagi meme dan foto, berkomunikasi ala Twitter, ada fitur mirip retweet bernama Boost dan ada juga tagar trending.

    Baca juga: Elon Musk yang Bertingkah, Jack Dorsey yang Minta Maaf

    Selain itu, Mastodon juga bebas iklan, punya limit maksimum karakter yang lebih banyak, dan diklaim punya fitur moderasi, keamanan, dan privasi yang kuat.

    Dilansir dari Digital Trends, Selasa, (08/11) pengguna Mastodon sudah mendapat 1 juta pengguna aktif bulanan minggu ini. Peningkatan ini merupakan imbas positif dari banyaknya protes pengguna ke Twitter.

    Hal ini disampaikan langsung oleh sang CEO, Eugen Rochko, dimana Mastodon sekarang punya 1.028.362 pengguna aktif bulanan. Kabar baik ini muncul seminggu setelah Twitter diambil alih oleh Musk.

    Aplikasi alternatif ini ternyata sudah mengalami peningkatan pengguna disaat Musk pertama kali mengumumkan niatnya untuk membeli Twitter, yaitu pada April 2022. Rochko menyebut kalau pengguna Twitter mencari alternatif Twitter setelah Musk berniat membeli platform tersebut.

    Baca juga: Habis Koar Free Speech, Elon Musk Ngambek Diparodiin Netizen?

    Hingga saat ini, Rochko mengklaim kalau Mastodon memiliki sekitar 489.003 pengguna baru dan ada “1.124 server Mastodon baru sejak 27 Oktober, dimana di tanggal tersebut Musk resmi membeli Twitter.

    Mastodon ini baru didirikan sekitar 6 bulan lalu, dan lahir dari ketidakpuasan pendiri terhadap aplikasi Twitter. Apalagi sekarang kebijakan Twitter sedang diubah oleh Musk, termasuk peraturan centang biru dan kebijakan konten atau akun parodi.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini