Home
/
Games

Main Game Bola AWS ala Football Manager, Tapi Pemainnya Agen AI

Agentic Football Cup adalah simulasi game sepak bola dari AWS yang dipamerkan di AWS Summit Jakarta 2026, pemainnya agen AI dan strategi berbasis prompt.

Main Game Bola AWS ala Football Manager, Tapi Pemainnya Agen AI

Tampilan Agentic Football Cup dari AWS

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Agentic Football Cup adalah simulasi game sepak bola yang pemainnya dikendalikan agen AI dan strateginya diatur via prompt, dipamerkan Amazon di AWS Summit Jakarta 2026.
  • Setiap agen AI pemain dapat dipilih model AI-nya dari Amazon Nova atau Claude, serta diinstruksikan dengan prompt bahasa alami hingga 6.000 karakter, memengaruhi keputusan di lapangan.
  • Permainan ini berfungsi sebagai demonstrasi Amazon Bedrock dan Amazon Bedrock AgentCore untuk memahami bagaimana sistem multi-agent bekerja di dunia nyata.
  • Amazon Bedrock AgentCore dirancang untuk memudahkan developer membangun, menghubungkan, dan mengoptimalkan agen AI secara stabil, aman, dan dalam skala besar, memangkas waktu pengembangan infrastruktur.

Uzone.id - Biasanya, kalau main game sepak bola ala Football Manager, mengharuskan kalian memilih pemain, mengatur formasi, dan menentukan strategi tim. Namun dalam Agentic Football Cup yang dipamerkan Amazon di AWS Summit Jakarta 2026, taktiknya dibuat lewat prompt dan setiap pemainnya dikendalikan oleh agen AI. 

Di sela-sela AWS Summit Jakarta 2026 yang berlangsung pada Kamis (6/8), kami mencoba langsung simulasi Agentic Football Cup yang memanfaatkan teknologi Amazon Bedrock dan Amazon Bedrock AgentCore. 

Di game ini, kami bukan mengontrol pemain menggunakan keyboard atau joystick. Perannya lebih mirip pelatih di Football Manager, tapi dibuat jauh lebih simple lagi. 


Kami bisa membuat tim dengan nama sesuai keinginan (nama pelatihnya juga bisa disesuaikan), dan tim sendiri terdiri dari lima agen AI, yakni kiper, satu bek, satu gelandang, dan dua penyerang. Nah, masing-masing agen AI ini bisa diganti juga namanya sesuai keinginan.

Setiap agen tak hanya punya posisi dan nama. Kami juga bisa memilih model AI yang menjadi ‘otak’ dari masing-masing pemain.

Ada beberapa opsi model yang bisa digunakan, dari Amazon Nova sampai Claude. Pilihannya meliputi Nova Micro yang diklaim paling cepat, Nova Lite yang lebih seimbang, Nova Pro yang lebih pintar, Claude Haiku, Claude Sonnet, hingga Claude Opus sebagai model paling bertenaga.


Pemilihan model ini menjadi tahap paling penting, karena tiap agen harus mengambil keputusan dengan cepat selama pertandingan. Model yang lebih pintar memang berpotensi membuat keputusan lebih baik, tetapi responsnya bisa saja lebih lambat.


Sebaliknya, model ringan seperti Nova Micro dapat memberikan jawaban lebih cepat, walaupun kemampuannya mungkin tidak sehebat model yang lebih pintar.

Atur strategi pakai prompt

Setelah menentukan model, bagian asyik lainnya adalah memberikan instruksi tiap agen AI menggunakan prompt. Perintahnya menggunakan natural language, menjelaskan bagaimana seorang pemain harusnya bermain di posisinya masing-masing. 

Tiap agen bisa diperintah prompt sampai 6.000 karakter. Untuk kiper misalnya, kami memberikan instruksi agar tetap berada dekat garis gawang, selalu mengikuti arah bola, serta cepat mengoper kepada bek terdekat setelah mendapatkan bola.

Instruksi serupa diberikan kepada empat pemain lainnya. Bek bisa diminta tetap berada di belakang dan menutup pergerakan lawan. Gelandang diarahkan untuk mengatur distribusi bola, sementara penyerang diminta lebih agresif mencari ruang dan melepaskan tembakan.


Setelah seluruh prompt dan model selesai dipilih, kelima agen kemudian di-deploy ke dalam akun AWS. Barulah tim dapat menjalani pengujian dan pertandingan.

Saat pertandingan dimulai, kami tak lagi punya kendali langsung terhadap pemain. Seluruh pergerakan, operan, tekel, dan tendangan diputuskan sendiri oleh masing-masing agen berdasarkan situasi di lapangan.

Laga ditampilkan dalam visual bergaya pixel art, lengkap dengan penonton, komentator, statistik pertandingan, dan kolom Coach Live Feed.

Di sinilah keseruannya. Walaupun sudah diberikan strategi, perilaku para agen AI terkadang tidak sepenuhnya sesuai harapan. Penyerang bisa memilih mengoper ketika punya ruang menembak, sementara bek dapat maju terlalu jauh dan meninggalkan pertahanan.


Kesalahan tersebut bukan semata-mata bug. Hasilnya bisa dipengaruhi model AI yang dipilih, susunan prompt, konteks pertandingan, hingga kecepatan respons dari setiap agen.

Beruntung, tim kami berhasil memenangkan dua pertandingan sekaligus dengan skor 2-1 dan 7-5. Adapun, tiap laganya hanya berlangsung sekitar 2 menit saja. 

Apa hubungannya dengan Amazon Bedrock AgentCore?

Agentic Football Cup sebenarnya bukan sekadar game sepak bola buatan AWS. Simulasi ini menjadi cara yang lebih mudah untuk memahami bagaimana sistem multi-agent bekerja di dunia nyata.

Setiap pemain merupakan agen AI yang menerima konteks pertandingan, menjalankan reasoning, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan.

Dalam keynote AWS Summit Jakarta 2026, Vice President of Governance & Compliance AWS, Nandini Ramani, mengatakan banyak proyek agen AI berhenti pada tahap prototipe. 

Tim developer kerap menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membangun infrastruktur agar agen tersebut bisa dijalankan secara stabil, aman, dan dalam skala besar.

“Karena itu, kami membangun Amazon Bedrock AgentCore untuk membantu kalian membangun, menghubungkan, dan mengoptimalkan agen produksi secara aman dan dalam skala besar,” kata Nandini.

AgentCore sendiri menyediakan managed runtime untuk menjalankan agen, session memory, serta autentikasi aman menuju tools, API, dan sumber data perusahaan. Layanan ini juga dapat digunakan dengan berbagai framework dan model AI. 

Dalam Agentic Football Cup, AgentCore Runtime digunakan untuk menjalankan lima agen AI di dalam satu tim. Sementara AgentCore Identity mengatur akses setiap agen AI, dan AgentCore Observability membantu developer memantau cara mereka mengambil keputusan selama pertandingan.

Ada juga AgentCore Memory yang bisa digunakan agar agen AI mampu mengingat kejadian dari laga sebelumnya. Misalnya, pemain bertahan dapat mengenali pola serangan lawan, kemudian menyesuaikan cara bermainnya pada pertandingan berikutnya.

Menurut Nandini, AgentCore turut mengatasi proses pembangunan infrastruktur agen AI yang biasanya dapat memakan waktu berbulan-bulan.

Lewat AgentCore Harness, developer diklaim bisa mengubah ide menjadi agen AI yang siap digunakan hanya dengan tiga kali API call. Model AI di belakangnya juga dapat diganti tanpa perlu mengubah seluruh logikanya. 

“Kalian cukup mendefinisikan apa yang dilakukan oleh agen tersebut, kemudian AgentCore akan menangani pekerjaan berat lainnya,” pungkas Nandini. 

FAQ Artikel

Apa itu Agentic Football Cup?

Agentic Football Cup adalah simulasi game sepak bola yang dipamerkan Amazon di AWS Summit Jakarta 2026. Di game ini, pemainnya adalah agen AI yang dikendalikan oleh prompt dan strategi yang dibuat oleh pelatih.

Teknologi apa yang digunakan dalam Agentic Football Cup?

Simulasi Agentic Football Cup memanfaatkan teknologi Amazon Bedrock dan Amazon Bedrock AgentCore.

Bagaimana cara mengatur strategi pemain dalam Agentic Football Cup?

Strategi diatur dengan memberikan instruksi bahasa alami (prompt) hingga 6.000 karakter kepada masing-masing agen AI pemain, menjelaskan bagaimana pemain harusnya bermain di posisinya.

Apa peran Amazon Bedrock AgentCore?

Amazon Bedrock AgentCore dirancang untuk membantu developer membangun, menghubungkan, dan mengoptimalkan agen AI produksi secara aman dan dalam skala besar, menyediakan managed runtime, session memory, autentikasi, serta fitur observasi dan memori.

Apa saja model AI yang bisa dipilih untuk agen pemain?

Opsi model AI yang bisa digunakan meliputi Amazon Nova (Nova Micro, Nova Lite, Nova Pro) dan Claude (Claude Haiku, Claude Sonnet, Claude Opus), dengan setiap pilihan memengaruhi kecepatan respons dan kecerdasan pengambilan keputusan agen.

populerRelated Article