icon-category Digilife

Makin Diminati, Disney+ Bakal Jadi Saingan Berat Netflix

  • 11 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: Brandon ong/Unsplash

    Uzone.id - Persaingan platform streaming sepertinya akan semakin ketat dan seru. Bisa dibilang, saat ini Netflix masih menjadi jawara kalau soal popularitas, tapi platform lain juga terus mengalami peningkatan pertumbuhan yang kuat, termasuk Disney+.

    Disney+ disebut akan menjadi pesaing berat Netflix, nih. Platform ‘biru’ ini mengalami pertumbuhan yang cukup kuat pada kuartal terakhir.

    Disney Plus berhasil menambah 11,8 juta pelanggan baru pada kuartal terakhir dan mengumpulkan 129,8 juta pelanggan secara keseluruhan.

    Mnegutip TechCrunch, Jumat, (11/02/2022), dalam laporan Q1, pertumbuhan Disney+ saat ini melebihi perkiraan awal perusahaan yang sebelumnya hanya menambah 2 juta pelanggan saja. Mereka juga masih dalam jalur yang tepat untuk mencapai target 230 hingga 260 juta pelanggan di 2024 mendatang.

    Baca juga: Tayangkan Black Widow di Disney+, Scarlett Johansson Tuntut Disney

    Masih ada waktu sekitar 3 tahun dan jika melihat pertumbuhan yang kuat ini, bukan tidak mungkin Disney+ akan dengan mudah mencapai target tersebut.

    Pelanggan Internasional Disney+ sendiri mencapai 41.1 juta, dan pelanggan di AS mencapai 42,9 juta. Sedangkan, pelanggan terbanyak hadir dari layanan kolaborasi dengan Star India yaitu Disney+ Hotstar, layanan ini berhasil mengumpulkan pelanggan 45,9 juta.

    Dengan adanya laporan tersebut, saham Disney langsung melonjak tajam hingga 8 persen, yang tentunya berimbas baik untuk bisnis taman hiburan mereka.

    Disney+ sendiri makin giat menghadirkan tayangan-tayangan seru untuk semua kalangan nih, termasuk film-film nominasi Oscar.

    Sebut saja ada film Enchanto, Eternals, Hawkeye, dan The Book of Boba Fett. Makanya, tidak heran kalau Disney disebut bakal jadi saingan berat Netflix.

    Baca juga: Disney+ Nomor Satu di Indonesia

    Pertumbuhan pesat pelanggan Disney+ juga didorong oleh peluncuran layanan streaming ini di 42 negara tambahan, termasuk Eropa, Timur Tengah dan Afrika pada musim panas lalu. Mereka juga masih akan terus masuk ke negara-negara lain, sehingga pertumbuhannya diproyeksi akan semakin kuat.

    Disney+ baru diluncurkan tahun 2019 lalu, dan hingga saat ini platform tersebut masuk dalam beberapa layanan streaming yang banyak dipilih pelanggan global, bersama dengan Netflix, Amazon Prime Video dan beberapa layanan lainnya.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini