Home
/
Automotive

Mengapa Penumpang Mobil Listrik Sering Mengalami Mual?

Akselerasi cepat mobil listrik sering membuat penumpang mual dan pusing akibat konflik sinyal sensorik di otak, meski studi ilmiahnya masih awal.

Mengapa Penumpang Mobil Listrik Sering Mengalami Mual?

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Sensasi mual dan pusing di mobil listrik marak dikeluhkan penumpang, berbeda dengan pengemudi.
  • Performa mobil listrik yang mampu berakselerasi dan melambat lebih cepat dibandingkan mobil konvensional menjadi pemicu utama.
  • Mabuk perjalanan secara biologis terjadi akibat konflik sinyal antara indra penglihatan, sistem keseimbangan telinga dalam, dan serabut saraf tubuh.
  • Penelitian ilmiah mengenai fenomena ini masih berada di tahap awal, dengan sebagian besar bukti bersifat anekdot.

Uzone.id - Sensasi mual dan pusing saat menjadi penumpang mobil listrik kini menjadi keluhan yang kian marak.

Uniknya, rasa tidak nyaman ini umumnya hanya menyerang penumpang, sedangkan sang pengemudi cenderung tidak merasakannya sama sekali.



Kondisi tersebut dialami langsung oleh Lola Baird, warga London Utara. Ia sebelumnya tak pernah mabuk perjalanan, namun mulai rutin merasa mual hebat setiap kali menumpang mobil listrik milik kekasihnya untuk perjalanan jauh.

Penjelasan ilmiah di balik fenomena ini berkaitan erat dengan karakteristik performa kendaraan. 

Dr. Irene Di Giulio, dosen senior bidang anatomi dan biomekanika di King's College London, menjelaskan bahwa mobil listrik mampu berakselerasi dan melambat jauh lebih cepat dibandingkan mobil bermesin konvensional, sehingga memperbesar pemicu mabuk perjalanan.

Pengalaman para penumpang ini disorot pula oleh Dr. Nicholas Hac, ahli saraf dari Northwestern Medicine Chicago yang menangani sekitar dua pasien setiap bulan terkait keluhan mual di mobil listrik.

"Saya sudah mendengarnya berkali-kali," ungkap Dr. Nicholas Hac mengenai maraknya laporan tersebut, dikutip Uzone.id dari BBC.

Meski demikian, para peneliti mengimbau agar publik memahami bahwa studi ilmiah mengenai topik ini masih berada di tahap awal. 

Dr. Bill Yates, peneliti dari Universitas Pittsburgh, menyebutkan bahwa bukti-bukti yang ada saat ini sebagian besar masih bersifat anekdot.

"Ada beberapa informasi anekdot, tetapi belum banyak penelitian yang benar-benar serius dan komprehensif yang dilakukan," kata Dr. Bill Yates.

Tanggapan terbuka juga datang dari produsen kendaraan listrik Xpeng. Perusahaan ini mengonfirmasi bahwa keluhan penumpang merupakan hal wajar yang bersumber dari karakteristik teknis kendaraan.

"Hal itu dipicu efek samping dari cara mobil listrik didesain," terang pihak Xpeng.

Secara biologis, mabuk perjalanan timbul saat terjadi konflik sinyal pada sistem sensorik tubuh. 

Otak menerima informasi yang bertolak belakang dari tiga komponen utama, yakni indra penglihatan, sistem keseimbangan telinga bagian dalam, serta serabut saraf tubuh.



Ketika mata berfokus pada objek diam seperti layar ponsel di dalam kabin, sementara telinga dalam dan saraf merasakan pergerakan atau percepatan instan mobil, benturan sinyal inilah yang memicu mual. 

Faktor genetik, gender, serta usia juga berpengaruh, dengan kelompok perempuan dan anak-anak sebagai pihak yang paling rentan melaminnya.

FAQ Artikel

Mengapa penumpang mobil listrik sering merasa mual dan pusing?

Sensasi mual dan pusing ini marak dikeluhkan karena mobil listrik mampu berakselerasi dan melambat jauh lebih cepat dibandingkan mobil bermesin konvensional, memperbesar pemicu mabuk perjalanan.

Apakah pengemudi mobil listrik juga mengalami mabuk perjalanan?

Umumnya, rasa tidak nyaman ini hanya menyerang penumpang, sedangkan sang pengemudi cenderung tidak merasakannya sama sekali.

Apa penjelasan ilmiah di balik mabuk perjalanan di mobil listrik?

Secara biologis, mabuk perjalanan timbul saat terjadi konflik sinyal pada sistem sensorik tubuh. Otak menerima informasi yang bertolak belakang dari indra penglihatan, sistem keseimbangan telinga bagian dalam, serta serabut saraf tubuh.

Apakah ada bukti ilmiah yang kuat mengenai fenomena mabuk perjalanan di mobil listrik?

Para peneliti mengimbau bahwa studi ilmiah mengenai topik ini masih berada di tahap awal, dengan bukti yang ada saat ini sebagian besar masih bersifat anekdot.

Faktor apa saja yang membuat seseorang lebih rentan mabuk perjalanan di mobil listrik?

Selain konflik sinyal sensorik, faktor genetik, gender (khususnya perempuan), serta usia (anak-anak) juga berpengaruh, menjadikan kelompok tersebut lebih rentan mengalaminya.

Bagja Pratama

Bagja Pratama

Jurnalis

Menjadi jurnalis otomotif sejak tahun 2010 dan sudah mencoba ratusan jenis dan model mobil dan motor yang beredar di Indonesia.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article