Meta Ubah Facebook-Instagram, Jumlah Likes dan Screen Time Dibatasi
Meta didenda Rp320 triliun dan wajib merombak Facebook dan Instagram demi keamanan anak, meliputi keamanan default, kontrol orang tua, dan batasan waktu.

Highlight Artikel
- Meta diwajibkan membayar denda USD18 miliar dan merombak fitur Facebook serta Instagram karena dianggap membahayakan anak-anak.
- Fitur keamanan untuk anak akan dijadikan pengaturan bawaan (default) dan tidak bisa diubah tanpa izin orang tua.
- Instagram dan Facebook akan menghilangkan tampilan jumlah 'likes' pada postingan dan filter kosmetik untuk akun remaja, guna mengurangi depresi dan kecemasan.
- Orang tua akan dibekali fitur pengawasan yang lebih kuat, serta penerapan batasan waktu aplikasi harian dan mode khusus (Night Mode, School Mode) untuk akun remaja.
Uzone.id — Selain harus
membayar uang denda sebesar USD18 miliar atau setara Rp320 triliun ke lebih
dari 30 negara bagian AS karena dianggap membahayakan anak-anak, Meta juga
harus merombak habis-habisan fitur yang ada di Facebook dan Instagram.
Meta Diwajibkan Merombak Fitur dan Terapkan Keamanan Default
Dilansir dari The Guardian, Kamis, (27/08), Pengadilan
Federal Oakland (California), Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Hakim
Federal Senior Yvonne Gonzalez Rogers.
Setidaknya ada beberapa fitur besar yang perlu dirombak oleh
Meta di Instagram dan juga Facebook agar pengguna anak-anak bisa tetap aman di
platform mereka. Salah satunya adalah batasan keamanan yang wajib diterapkan
sebagai fitur bawaan.
Perubahan ini jadi salah satu yang akan berdampak besar ke
platform-platform Meta seperti Instagram dan juga Facebook. Pasalnya, Meta
diwajibkan untuk menjadikan beberapa keamanan bagi anak-anak sebagai pengaturan
default.
Pengadilan yang menuntut Meta menganggap kalau fitur
keamanan remaja jarang digunakan karena tidak diaktifkan secara otomatis. Salah
satu contohnya adalah fitur peringatan waktu layar bernama Take a Break.
Seorang jaksa dari Colorado sebelumnya menyebut hanya 1,8
persen remaja yang memilih menggunakan fitur tersebut. CEO Instagram Adam
Mosseri pun mengakui rendahnya penggunaan fitur tersebut.
“Saya jelas pernah mengatakan secara publik bahwa tingkat
penggunaan fitur opt-in itu rendah,” kata Mosseri dikutip dari sumber yang
sama.
Maka dari itu pengadilan menilai perlunya tindakan proaktif
dari Meta agar fitur ini digunakan secara maksimal oleh akun anak-anak.
Pembatasan Konten dan Interaksi untuk Akun Remaja
Sebelumnya, fitur-fitur batasan untuk anak atau remaja ini
harus diaktifkan secara sukarela. Tapi, nantinya pengaturan tersebut tidak bisa
diubah oleh anak-anak kecuali atas izin dari akun orang tua yang sudah
ditautkan.
Gak cuma itu, fitur pembatasan ini juga akan diterapkan saat remaja pertama kali membuat akun Instagram, misalnya, mereka tidak akan lagi langsung melihat feed yang dipersonalisasi atau jumlah likes pada unggahan mereka.
Instagram dan Facebook nantinya tidak akan menampilkan
jumlah likes di setiap postingan yang dilihat dari akun anak-anak/remaja.
Tujuannya adalah untuk mengurangi perasaan depresi, kecemasan, dan rasa ditolak
pada pengguna anak-anak yang seringkali mencari validasi lewat fitur tersebut.
Selain itu, akun-akun remaja juga tidak diperbolehkan
menggunakan cosmetic procedure filters atau filter yang berkaitan dengan
prosedur kosmetik, sehingag fitur ini akan dihilangkan dari fitur kamera
mereka.
Kontrol Orang Tua yang Lebih Kuat dan Batasan Waktu Aplikasi
Kesepakatan Meta dan pengadilan juga memutuskan bahwa peran
orang dewasa seperti orangtua akan semakin besar untuk mengawasi akun
anak-anak.
Orang tua akan dibekali dengan fitur pengawasan seperti
informasi mengenai waktu yang dihabiskan anak menggunakan aplikasi, nama
pengguna dari koneksi sosial mereka, hingga nama akun yang mengirim pesan
kepada mereka.
Akun orang tua juga akan menerima notifikasi harian dari
Meta ketika akun remaja mengirim pesan kepada akun orang dewasa untuk pertama
kalinya. Notifikasi tersebut juga akan menyertakan link menuju akun orang
dewasa tersebut.
Perombakan lainnya adalah penerapan batas penggunaan aplikasi secara default untuk akun-akun remaja. Melalui aturan ini, akun remaja hanya bisa menggunakan aplikasi selama total dua jam saja dalam sehari.
Instagram dan Facebook juga diminta menghadirkan Night Mode
dan School Mode yang membatasi penggunaan aplikasi dan notifikasi pada pukul
00.00 hingga 06.00 pagi.
Sementara itu, School Mode akan membatasi penggunaan
aplikasi dan notifikasi antara pukul 08.00 hingga 15.00 pada hari kerja dan
waktu sekolah.
Sebenarnya, Meta juga diwajibkan menggunakan sistem
verifikasi identitas seperti pengenalan wajah untuk memastikan remaja tidak
menggunakan akun Instagram reguler tapi sistem ini masih dalam tahap pro dan
kontra karena menimbulkan masalah privasi, khususnya untuk anak-anak.
FAQ Artikel
Apa alasan utama Meta melakukan perombakan fitur?
Meta diwajibkan melakukan perombakan fitur di Facebook dan Instagram sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian kasus. Ini terjadi karena Meta dianggap membahayakan anak-anak, yang berujung pada denda sebesar USD18 miliar atau sekitar Rp320 triliun.
Fitur keamanan apa saja yang akan menjadi pengaturan default untuk anak-anak?
Meta diwajibkan menjadikan beberapa fitur keamanan sebagai pengaturan bawaan (default), termasuk peringatan waktu layar seperti "Take a Break". Pengaturan ini tidak dapat diubah oleh anak-anak kecuali dengan izin dari akun orang tua yang terhubung.
Bagaimana peran orang tua akan ditingkatkan dalam pengawasan akun anak?
Orang tua akan dibekali fitur pengawasan yang lebih canggih, meliputi informasi waktu penggunaan aplikasi anak, koneksi sosial, dan nama akun yang mengirim pesan kepada anak. Orang tua juga akan menerima notifikasi harian jika anak mengirim pesan kepada orang dewasa untuk pertama kalinya.
Apa saja batasan waktu penggunaan aplikasi yang akan diterapkan?
Akun remaja akan memiliki batas penggunaan aplikasi dua jam per hari secara default. Selain itu, Instagram dan Facebook akan menghadirkan Night Mode (membatasi penggunaan 00.00-06.00) dan School Mode (membatasi penggunaan 08.00-15.00 pada hari kerja).
Mengapa fitur verifikasi identitas dengan pengenalan wajah masih menjadi polemik?
Meskipun Meta diwajibkan menggunakan sistem verifikasi identitas seperti pengenalan wajah untuk akun remaja, sistem ini masih dalam tahap pro dan kontra. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran dan masalah privasi, khususnya bagi anak-anak.

