Home
/
Automotive

Mobil Listrik Bisa Jadi Gak Bebas Ganjil Genap Lagi? Ini Respons Menperin

Periklindo dan Kementerian Perindustrian akan membahas pro-kontra pencabutan bebas ganjil genap mobil listrik di Jakarta jika populasinya mencapai 30%.

Mobil Listrik Bisa Jadi Gak Bebas Ganjil Genap Lagi? Ini Respons Menperin

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Wacana pencabutan aturan bebas ganjil genap bagi mobil listrik di Jakarta jika populasinya mencapai sekitar 30%.
  • Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, mengusulkan pencabutan insentif tersebut ketika jumlah mobil listrik mencapai tingkat tertentu.
  • Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, akan mengadakan audiensi dengan Periklindo untuk mempertimbangkan keuntungan dan konsekuensi dari perubahan aturan.
  • Moeldoko menilai insentif masih diperlukan saat ini karena populasi mobil listrik yang rendah, dengan efisiensi biaya operasional sebagai daya tarik utama.

Uzone.id — Aturan bebas ganjil genap bagi mobil listrik berbasis baterai (EV) di Jakarta berpeluang dicabut jika populasinya sudah mencapai sekitar 30 persen.

Wacana tersebut disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko. Dia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan pencabutan fasilitas tersebut ketika jumlah mobil listrik sudah mencapai tingkat tertentu.

“Saya pernah berdiskusi dengan Gubernur Pramono Anung mengenai aturan ganjil genap. Menurut saya, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan hal tersebut. Jika populasi kendaraan listrik sudah mencapai sekitar 30 persen, pengecualian aturan ganjil genap mungkin perlu dicabut," katanya dikutip dari berbagai sumber.




Terkait hal tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji pun mengatakan pihaknya akan menerima audiensi Periklindo untuk mendengarkan alasan dan aspirasi terkait pencabutan insentif nonfiskal tersebut.

“Nanti Periklindo akan melakukan audiensi dengan kami. Kami akan mendengarkan aspirasinya secara lebih lengkap, kemudian kami akan timbang apakah insentif tersebut layak dilepas atau tidak," ujar Sarmuji, Kamis (29/10).

Ia mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan keuntungan dan konsekuensi dari perubahan tersebut sebelum pada akhirnya memutuskan apakah akan mencabut atau tidak aturan tersebut.

“Apa keuntungan dan konsekuensinya jika insentif non fiskal tersebut dilepas atau diubah. Kami akan mendengarkan secara saksama alasan yang disampaikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Moeldoko mengungkapkan bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai aturan ganjil genap untuk mobil listrik. Meski begitu, Moeldoko menilai populasi mobil listrik saat ini masih relatif rendah. Karena itu, fasilitas bebas ganjil genap dinilai masih bisa dipertahankan.




Moeldoko juga menilai pencabutan fasilitas bebas ganjil genap tidak serta-merta menghilangkan minat masyarakat terhadap mobil listrik. Menurutnya, efisiensi biaya operasional masih menjadi salah satu daya tarik kendaraan listrik, terutama ketika harga BBM nonsubsidi masih tinggi.

Dia menambahkan, insentif pemerintah masih dibutuhkan untuk mendorong penggunaan mobil listrik hingga populasinya mencapai sekitar 30 persen.

“Insentif masih diperlukan untuk mendorong adopsi kendaraan listrik hingga populasinya mencapai sekitar 30 persen. Setelah mencapai angka tersebut, pasar diharapkan sudah lebih stabil,” tambahnya.

 

FAQ Artikel

Apa wacana utama terkait mobil listrik di Jakarta?

Wacana utama adalah pencabutan aturan bebas ganjil genap bagi mobil listrik jika populasinya sudah mencapai sekitar 30 persen di Jakarta.

Siapa yang menyampaikan wacana pencabutan fasilitas bebas ganjil genap ini?

Wacana ini disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko.

Kapan fasilitas bebas ganjil genap bagi mobil listrik berpeluang dicabut menurut Moeldoko?

Menurut Moeldoko, fasilitas ini berpeluang dicabut jika populasi mobil listrik sudah mencapai sekitar 30 persen.

Bagaimana tanggapan Menteri Perindustrian terkait wacana ini?

Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji, akan menerima audiensi Periklindo untuk mendengarkan aspirasi serta mempertimbangkan keuntungan dan konsekuensi dari pencabutan insentif nonfiskal tersebut.

Mengapa Moeldoko berpendapat fasilitas bebas ganjil genap masih perlu dipertahankan saat ini?

Moeldoko berpendapat fasilitas ini masih perlu dipertahankan karena populasi mobil listrik saat ini masih relatif rendah, dan insentif dibutuhkan untuk mendorong adopsi hingga populasi mencapai 30 persen.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article