Mobil Nasional Pindad Dijual ke Publik, Produksi Massal Mulai 2028
PT Pindad membangun pabrik mobil nasional di Subang, targetkan produksi massal akhir 2028, didukung Kemenperin soal regulasi dan rantai pasok domestik.

Highlight Artikel
- Proyek mobil nasional (Mobnas) oleh PT Pindad memasuki fase krusial dengan pembangunan fasilitas manufaktur besar di Subang, Jawa Barat.
- Target produksi massal Mobnas direncanakan akan dimulai pada akhir tahun 2028.
- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan dukungan kebijakan dan pengawasan regulasi untuk program Mobnas ini.
- Mobil nasional yang diproduksi di Subang akan dijual bebas ke pasar masyarakat luas, berbeda dengan produk Pindad di Bandung untuk kebutuhan pertahanan.
Uzone.id - Proyek ambisius pengembangan mobil nasional (mobnas) kini memasuki fase krusial seiring dengan pembangunan fasilitas manufaktur berskala besar yang digarap oleh PT Pindad.
Pabrik tersebut saat ini tengah disiapkan di wilayah Subang, Jawa Barat, dengan target ambisius untuk memulai produksi massal pada akhir tahun 2028 mendatang.Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memastikan bahwa program ini memiliki landasan kebijakan yang kuat.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima mandat khusus untuk mengawal regulasi terkait kendaraan nasional ini.
"Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas." ujar Setia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, dikutip Uzone.id
Saat ini, kawasan di Subang tersebut sedang dalam tahap pembersihan lahan atau land clearing sebagai persiapan awal pembangunan infrastruktur pabrik.
Tahap ini merupakan langkah awal yang krusial untuk memastikan seluruh operasional produksi dapat berjalan tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
"Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang. Dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir." ungkapnya.
Selain pembangunan pabrik, pemerintah juga sangat serius dalam menyiapkan rantai pasok yang mandiri untuk mendukung keberlangsungan produksi mobil nasional.
Fokus utama pemerintah adalah membangun ekosistem yang berbasis di dalam negeri guna memastikan kemandirian industri.
"Ekosistem rantai pasok untuk Mobnas juga sudah didesain, ada beberapa ekosistem yang nanti akan terlibat, dan tentu saja ini adalah ekosistem di dalam negeri." jelas Setia.
Terkait peruntukan unit mobil yang diproduksi, muncul pertanyaan mengenai apakah kendaraan ini ditujukan untuk kebutuhan pertahanan atau untuk pasar umum.
Setia memberikan klarifikasi tegas mengenai perbedaan antara fasilitas produksi PT Pindad yang ada di Bandung dengan proyek yang sedang berjalan di Subang.
Ia menjelaskan bahwa pabrik di Bandung memang difokuskan untuk kebutuhan Kementerian Pertahanan, sedangkan produk dari pabrik Subang nantinya akan dijual bebas ke pasar masyarakat luas.
"Jadi kalau pabrik sekarang itu memang kebutuhan Kemhan yang ada di Bandung sekarang. Dan untuk yang dijual ke publik itu nanti yang mobil nasional yang diproduksi di Subang." pungkas Setia.
FAQ Artikel
Kapan produksi massal mobil nasional oleh PT Pindad ditargetkan dimulai?
Produksi massal mobil nasional (Mobnas) oleh PT Pindad ditargetkan akan dimulai pada akhir tahun 2028.
Di mana lokasi pembangunan pabrik mobil nasional PT Pindad?
Pabrik mobil nasional PT Pindad saat ini tengah disiapkan di wilayah Subang, Jawa Barat.
Siapa yang mengawal regulasi terkait program mobil nasional ini?
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktur Jenderal ILMATE, Setia Diarta, diberi mandat khusus untuk mengawal regulasi terkait kendaraan nasional ini.
Apakah mobil nasional yang diproduksi di Subang akan dijual untuk kebutuhan pertahanan atau pasar umum?
Mobil nasional yang diproduksi di Subang akan dijual bebas ke pasar masyarakat luas, berbeda dengan produk pabrik Pindad di Bandung yang memang difokuskan untuk kebutuhan Kementerian Pertahanan.

