MotoGP Mandalika 2026 Digelar: Komdigi Siapkan 4 BTS agar Internet Lancar
Komdigi menjamin kesiapan konektivitas bagi 200 ribu penonton MotoGP Mandalika 2026, didukung empat BTS bergerak serta pengawasan frekuensi radio.

Highlight Artikel
- Kementerian Komdigi memastikan penguatan jaringan internet untuk pagelaran MotoGP Mandalika 2026.
- Empat Base Transceiver Station (BTS) bergerak disiapkan untuk melayani hingga 200 ribu penonton.
- Lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio diamankan untuk mendukung komunikasi tim balap, koordinasi penyelenggara, keselamatan, dan siaran internasional.
- Pengawasan frekuensi radio dan layanan telekomunikasi akan terus dilakukan sepanjang acara untuk mencegah gangguan.
Uzone.id — Jelang pagelaran MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Kementerian Komdigi turut memastikan penguatan jaringan internet untuk melayani hingga 200 ribu penonton.
Selain koneksi bagi pengunjung, MotoGP membutuhkan komunikasi yang andal untuk tim balap, koordinasi penyelenggara, keselamatan perlombaan, dan siaran internasional.
Komdigi menyebut telah mengamankan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio untuk mendukung aktivitas tersebut. Pengawasan dilakukan agar berbagai sistem komunikasi bisa digunakan bersamaan tanpa saling mengganggu.
“Ajang internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan komunikasi yang andal. Mulai dari keselamatan pembalap, koordinasi penyelenggara, hingga penyiaran ke berbagai negara, semuanya bergantung pada pengelolaan frekuensi yang baik. Kami ingin memastikan seluruh sistem tersebut siap mendukung kelancaran balapan,” ujar Meutya dalam keterangan resminya.
Kehadiran empat BTS mobile menjadi bagian dari persiapan layanan seluler di kawasan sirkuit untuk mendukung kebutuhan komunikasi pengunjung selama Pertamina Grand Prix of Indonesia MotoGP 2026 berlangsung.
Di saat yang sama, petugas Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram juga menyiapkan pengawasan untuk mengantisipasi gangguan komunikasi.
“Pengelolaan frekuensi dalam ajang sebesar MotoGP sangat kompleks. Ada berbagai sistem komunikasi yang harus bekerja secara bersamaan tanpa saling mengganggu. Di saat yang sama, jaringan seluler juga harus mampu melayani kebutuhan pengunjung. Inilah yang kami pastikan melalui koordinasi dan pengawasan langsung di lapangan,” kata Meutya.
Komdigi turut melanjutkan pemantauan sepanjang penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang mencakup potensi gangguan frekuensi radio maupun kendala layanan telekomunikasi.
“Kami ingin memastikan balapan berlangsung aman, seluruh sistem komunikasi bekerja dengan baik, dan masyarakat dapat menikmati MotoGP Mandalika dengan nyaman. Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk mendukung keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional,” tutur Meutya.
FAQ Artikel
Apa peran Kementerian Komdigi dalam MotoGP Mandalika 2026?
Kementerian Komdigi memastikan penguatan jaringan internet dan komunikasi, termasuk penyediaan BTS bergerak dan pengawasan frekuensi radio, untuk mendukung kelancaran acara dan melayani penonton.
Berapa banyak penonton yang diperkirakan akan dilayani jaringannya?
Jaringan internet dan seluler disiapkan untuk melayani hingga 200 ribu penonton selama MotoGP Mandalika 2026.
Siapa saja yang membutuhkan dukungan komunikasi yang andal di MotoGP?
Selain pengunjung, MotoGP membutuhkan komunikasi yang andal untuk tim balap, koordinasi penyelenggara, keselamatan perlombaan, dan siaran internasional.
Bagaimana Komdigi memastikan tidak ada gangguan frekuensi radio?
Komdigi mengamankan lebih dari 250 kebutuhan frekuensi radio dan melakukan pengawasan ketat oleh petugas Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram untuk memastikan berbagai sistem komunikasi bisa digunakan bersamaan tanpa saling mengganggu.
Vina Insyani
Jurnalis

