Home
/
Gadget

Nyobain Asus ProArt P14 dan P16: AI Tetap Jalan Tanpa WiFi

Asus ProArt P14/P16, laptop premium berlayar Lumina Pro OLED, ditenagai superchip Nvidia RTX Spark N1X yang memungkinkan AI luring bagi kreator.

Nyobain Asus ProArt P14 dan P16: AI Tetap Jalan Tanpa WiFi

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Asus ProArt P14 dan P16 ditenagai superchip Nvidia RTX Spark N1X, memungkinkan model AI dijalankan secara offline atau on-device.
  • Desain kedua laptop ini simpel dan elegan, meskipun warna Nano Black yang digunakan rentan meninggalkan jejak sidik jari.
  • Layar sentuh Lumina Pro OLED berkualitas tinggi dengan resolusi 3K (P14) dan 4K (P16), serta refresh rate 120Hz, ideal untuk kreator.
  • Kapasitas unified memory mencapai 128 GB untuk P16 dan 64 GB untuk P14, mendukung proyek kreatif berat dan pemrosesan AI.

Uzone.id - Peluncuran Asus ProArt P14 dan ProArt P16 terasa spesial. Bukan karena menjadi dua laptop khusus yang dibuat untuk para kreator, tapi Asus ProArt P14 dan ProArt P16 sudah ditenagai spek ‘rata kanan’ untuk menjalankan model AI secara on-device berkat superchip Nvidia RTX Spark N1X.

Ya, kalian nggak salah baca, keduanya sanggup menjalankan model AI secara offline. Kami pun mencobanya langsung pada Asus ProArt P16.

Untuk membuktikannya, koneksi WiFi sengaja dimatikan. Bahkan untuk memastikan laptop ini tidak nyambung ke internet sama sekali, Airplane Mode pun kami aktifkan. 


Kami menggunakan dua aplikasi AI, yakni ComfyUI dan Hermes. ComfyUI kami gunakan untuk menyusun prompt yang lebih detail, kemudian prompt tersebut dimasukkan ke Hermes untuk diolah menjadi gambar. 

Kami pun membuat ilustrasi gambar yang beragam, dari membuat setup meja khusus buat gamer dengan segala aksesorinya, meja buat bekerja, sampai ke denah rumah dua tingkat dengan desain lengkap, 


Hermes turut memberikan ruang bagi pengguna untuk mengatur resolusi gambar dan sejumlah parameter lainnya sebelum proses dimulai. Dan tentu saja, seluruh proses tersebut berjalan langsung di laptop dalam kondisi offline.

Karena offline, maka data dan prompt tidak dikirim ke server cloud. Plus-nya lagi, alur kerja pun dapat terus berjalan meski tidak terhubung ke internet. 


Selain mencoba model AI secara offline, Asus ProArt P16 yang kami jajal juga digunakan untuk mengedit dan melakukan rendering video beresolusi tinggi melalui DaVinci Resolve. Dalam penggunaan singkat, proses menggeser timeline, melihat preview, sampai mengekspor video dapat dilakukan dengan mulus.

Dilihat-lihat, agak mirip MacBook Pro sih


Asus ProArt P14 dan ProArt P16 memanglah laptop mahal, tapi desainnya justru simpel dan elegan. Tetap ada kesan premium dari bentuk bodinya yang tipis, sudut membulat, serta penutup layar polos tanpa gimmick—hanya ada logo ‘ProArt’ di bagian tengah.

Dengan warna Nano Black yang kami coba, keduanya kasih kesan ‘laptop profesional’ yang memang ditujukan buat kerja. Tapi, Asus juga berhasil membuat ProArt P14 dan ProArt P16 tidak kaku dan terkesan murahan saat dibawa ke luar kantor atau studio.


Cuma entah kenapa, kalau kami lihat Asus ProArt P14, desainnya mengingatkan pada MacBook Pro, terutama dari siluet bodi, area keyboard yang diapit lubang speaker, serta bidang touchpad yang lebar. Walau Asus tetap memberikan identitasnya sendiri lewat logo ‘ProArt’ dan susunan konektor yang jauh lebih lengkap.

Sayangnya, warna Nano Black ini tidak dirancang Asus bersih dari bebas jejak sidik jari. Cukup mengecewakan memang, mengingat harganya yang tak murah, harusnya Asus kasih lapisan warna yang bebas dari bekas sidik jari atau noda apapun yang menempel pada bodi belakangnya. 

Kelihatan banget bekas tangannya, apalagi kalau terkena cahaya. Dan rasanya, orang-orang yang beli laptop semahal ini, nggak mau ribet juga untuk sering-sering ngelap bodi belakang laptop, kan?


Perbedaan ukuran kedua laptop ini terlihat jelas saat diletakkan berdampingan. Asus ProArt P14 lebih ringkas dan mudah dibawa dengan bobot 1,48 kg serta ketebalan 13,9 mm. Sedangkan Asus ProArt P16 memberikan ruang kerja lebih luas dengan layar 16 inci dan bodi lebih tipis, yakni 12,9 mm. Cuma, bobotnya tembus 1,77 kg. 


Cara paling gampang membedakan keduanya terlihat pada area di samping keyboard. Asus ProArt P16 punya lubang speaker yang jauh lebih besar, sedangkan speaker pada ProArt P14 dibuat lebih kecil dan ramping agar sesuai dengan bodinya yang ringkas.

Layar OLED yang bisa disentuh, resolusinya tinggi


Asus ProArt P14 dan ProArt P16 sama-sama mengusung layar sentuh berjenis Lumina Pro OLED. Sesuai namanya, ProArt P14 bawa layar 14 inci dengan resolusi 3K, sementara ProArt P16 punya layar 16 inci dengan resolusi 4K. 

Layar keduanya mendukung refresh rate 120Hz, dan sudah berkualitas sesuai standar para kreator konten. Layarnya punya cakupan warna 100% DCI-P3 dan sudah tersertifikasi Pantone Validated. 

Keduanya juga dikelilingi bezel yang relatif tipis dan memberikan area layar dengan rasio 16:10 yang lebih luas. 

Pertama dengan RTX Spark N1X


Asus ProArt P14 dan ProArt P16 sama-sama ditenagai Nvidia RTX Spark N1X. Superchip ini menggabungkan GPU Blackwell RTX dengan 6.144 core, CPU Nvidia Grace 20-core, dan unified memory dalam satu platform.

Bedanya, Asus ProArt P14 dibekali unified memory LPDDR5X sebesar 64 GB, sedangkan ProArt P16 punya kapasitas dua kali lebih besar mencapai 128 GB. Kapasitas memori yang lebih besar pada ProArt P16 juga memberikan ruang lebih lega untuk menjalankan model AI maupun menangani proyek kreatif yang lebih berat.


Kedua laptop memiliki SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB. Asus turut menyediakan tiga port USB4 Type-C, satu USB 3.2 Gen 2 Type-A, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 mm.


ProArt P14 dilengkapi SD 4.0 card reader, sedangkan ProArt P16 sudah menggunakan SD Express 7.0. Konektivitasnya mencakup WiFi 7 dan Bluetooth 5.4.

Berikut ini spesifikasi dan harga Asus ProArt P14 dan ProArt P16:

Geser untuk lihat lebih banyak →

Spesifikasi

Asus ProArt P14 H7407BA

Asus ProArt P16 H7607BA

Sistem operasi

Windows 11 Home

Windows 11 Home

Prosesor

Nvidia RTX Spark N1X, CPU Nvidia Grace 20-core

Nvidia RTX Spark N1X, CPU Nvidia Grace 20-core

GPU

Nvidia Blackwell RTX 6.144-core

Nvidia Blackwell RTX 6.144-core

Unified memory

64 GB LPDDR5X

128 GB LPDDR5X

Layar

14 inci Lumina Pro OLED, 3K (2.880 × 1.800), 16:10, 120Hz, sentuh

16 inci Lumina Pro OLED, 4K (3.840 × 2.400), 16:10, 120Hz, sentuh

Cakupan warna

100 persen DCI-P3, Pantone Validated

100 persen DCI-P3, Pantone Validated

Penyimpanan

SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 1 TB

SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 1 TB

Slot SSD

1× M.2 2280 PCIe 5.0 ×4

2× M.2 2280 PCIe 5.0 ×4

Port

3× USB4 Type-C, USB 3.2 Gen 2 Type-A, HDMI 2.1, jack audio 3,5 mm

3× USB4 Type-C, USB 3.2 Gen 2 Type-A, HDMI 2.1, jack audio 3,5 mm

Pembaca kartu

SD 4.0

SD Express 7.0

Konektivitas

WiFi 7, Bluetooth 5.4

WiFi 7, Bluetooth 5.4

Baterai

90 Wh

99,9 Wh

Ketebalan

Mulai 13,9 mm

Mulai 12,9 mm

Bobot

1,48 kg

1,77 kg

Warna

Nano Black, Neo White

Nano Black

Harga

Rp79.999.000

Rp112.999.000


FAQ Artikel

Apa keunggulan utama Asus ProArt P14 dan P16?

Keunggulan utamanya adalah ditenagai superchip Nvidia RTX Spark N1X yang memungkinkan laptop menjalankan model AI secara on-device atau offline.

Bisakah Asus ProArt P16 menjalankan AI tanpa koneksi internet?

Ya, Asus ProArt P16 sanggup menjalankan model AI secara offline. Hal ini telah diuji menggunakan aplikasi ComfyUI dan Hermes untuk membuat ilustrasi gambar dan denah rumah.

Bagaimana kualitas layar Asus ProArt P14 dan P16?

Kedua laptop menggunakan layar sentuh Lumina Pro OLED dengan resolusi tinggi (3K untuk P14, 4K untuk P16), refresh rate 120Hz, dan cakupan warna 100% DCI-P3 serta tersertifikasi Pantone Validated.

Berapa harga Asus ProArt P14 dan ProArt P16?

Asus ProArt P14 dibanderol Rp79.999.000, sedangkan Asus ProArt P16 dijual seharga Rp112.999.000.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Suka ngulik teknologi, gadget, dan game. Buat saya, yang menarik bukan cuma spesifikasi dan fitur, tapi juga pengalaman saat mencobanya langsung.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article