Home
/
Gadget

Pakai Langsung Ray-Ban Meta Gen 3 dan Oakley Meta, Ini Bedanya

Meta dan EssilorLuxottica merilis kacamata AI Ray-Ban Meta Gen 3, Oakley Meta HSTN, dan Oakley Meta Vanguard di Indonesia dengan harga mulai Rp8,7 jutaan.

Pakai Langsung Ray-Ban Meta Gen 3 dan Oakley Meta, Ini Bedanya

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Meta dan EssilorLuxottica resmi membawa tiga model kacamata AI ke Indonesia: Ray-Ban Meta Gen 3, Oakley Meta HSTN, dan Oakley Meta Vanguard.
  • Harga kacamata AI ini dibanderol mulai dari Rp8.799.000 untuk Oakley Meta HSTN, Rp8.999.000 untuk Ray-Ban Meta Gen 3, hingga Rp10.999.000 untuk Oakley Meta Vanguard.
  • Seluruh model dilengkapi kamera ultrawide 12 MP perekaman 3K, speaker open-ear, serta dukungan Meta AI via smartphone.
  • Oakley Meta Vanguard hadir khusus untuk olahraga dengan rating tahan air dan debu IP67 serta integrasi Strava dan Garmin.

Uzone.id - Ada tiga kacamata AI yang dibawa Meta dan EssilorLuxottica ke Indonesia, yakni Ray-Ban Meta Gen 3, Oakley Meta HSTN, serta Oakley Meta Vanguard. Dalam acara peluncurannya di Jakarta pada Selasa (3/11), kami berkesempatan melihat dari dekat dan mencoba langsung beberapa modelnya, seperti ini detailnya.

Sekilas, fitur ketiga kacamata pintar ini mirip. Semuanya bisa mengambil foto dan video dari sudut pandang pengguna, memutar audio lewat speaker open-ear, serta mengakses Meta AI, asalkan sudah tersambung ke smartphone yang terhubung ke koneksi internet. 

Info saja, Ray-Ban Meta Gen 3 hadir dalam tiga varian, yakni Wayfarer, Aviator, dan Zena. Di Indonesia, Ray-Ban Meta Gen 3 dibanderol mulai Rp8.999.000. Sementara Oakley Meta Vanguard dijual Rp10.999.000 dan Oakley Meta HSTN dilepas dengan harga Rp8.799.000.

Ray-Ban Meta Gen 3: Wayfarer lebih santai, Aviator berkesan tegas


Ray-Ban Wayfarer kalau dilihat dan setelah digunakan, rasanya paling pas untuk kegiatan sehari-hari. Bentuk lensanya cenderung kotak, sementara gagangnya lebih tebal dibanding kacamata biasa, karena ada speaker, mikrofon, dan komponen lain di dalamnya. 


Kami mencoba Wayfarer berwarna hitam dengan lensa bening. Nah, untuk kamera dan lampu indikatornya ada di sudut kiri dan kanan bingkai. Aman kok, kamera ini nggak terlihat aneh atau besar, cukup kecil sehingga tidak langsung menarik perhatian.


Kalau mau terlihat beda dan berkesan tegas, Ray-Ban Meta Aviator bisa jadi opsi. Yang kami coba punya bingkai berwarna cokelat dengan lensa yang gelap. 

Sesuai namanya, Aviator ini memang mengingatkan kami pada kacamata klasik untuk pilot—bentuk lensanya lebih besar dan membulat ke bawah. Sedikit bedanya, bingkainya memang dibuat agak tebal saja, sementara bagian kamera dan lampu LED-nya tetap ditempatkan di kedua sudut bingkai.


Sebagai pelengkap, Ray-Ban Meta Gen 3 juga tersedia dalam desain Zena. Ketiga varian ini dapat menggunakan lensa sesuai resep. Menurut Meta, bukaan kamera dan lampu LED pada generasi terbaru ini dibuat 36 persen lebih kecil dibanding seri sebelumnya.

Kacamata ini dibekali kamera ultrawide 12 MP yang bisa merekam video hingga 3K. Sementara untuk audio, ada speaker open-ear dan enam mikrofon. Untuk menopang dayanya, Meta mengklaim baterainya mampu bertahan sampai 9 jam, ditambah daya hingga 50 jam dari charging case.


Bicara charging case-nya, bentuknya memang seperti tempat kacamata biasa dengan bagian luar cokelat bertekstur kulit. Tepat di tengahnya ada indikator LED, dan saat dibuka, ada dudukan untuk meletakkan kacamata sekaligus mengisi daya baterainya.

Oakley Meta HSTN tampil trendi


Ingat, HSTN ini adalah kependekan dari Houston. Kali pertama melihatnya, Oakley Meta HSTN punya karakter yang lebih trendi, tapi tetap masuk untuk gaya sehari-hari. 

Ada dua varian yang kami coba. Ada unit dengan bingkai hitam dan lensa yang relatif bening, serta unit berwarna putih dengan lensa Prizm berwarna merah yang mencolok. Bentuk lensanya sendiri bulat, sementara bingkainya dibuat lebih tegas dibanding Ray-Ban Meta.


Seperti Ray-Ban Meta Gen 3, kamera dan lampu indikatornya sama-sama ada di sudut luar bingkai. Spesifikasinya sama kok, kameranya berlensa ultrawide 12 MP yang bisa merekam video sampai 3K, sedangkan lampu indikatornya akan menyala saat pengguna mengambil foto atau video.


Oh ya, seluruh lampu indikator ini nggak bisa dirusak, ditutup, atau dimodifikasi. Sebab, bila pengguna mencoba mengakalinya, kamera pun otomatis akan tidak berfungsi.

Selain ada kamera, Oakley Meta HSTN juga punya speaker open-ear, dan punya pilihan lensa Prizm, Transitions, dan lensa sesuai resep. Kacamata AI ini juga sudah mengantongi rating ketahanan air IPX4.


Beda dengan Ray-Ban Meta Gen 3, charging case-nya berbentuk lonjong dan berwarna gelap, di mana kacamata diletakkan dalam posisi terlipat di dalamnya. Oakley mengklaim HSTN bisa dipakai hingga 8 jam, dengan tambahan daya sampai 48 jam dari case tersebut.

Oakley Meta Vanguard paling beda sendiri


Kalau HSTN masih terlihat seperti kacamata kasual yang trendi, Oakley Meta Vanguard justru paling beda sendiri. Ini adalah kacamata olahraga yang menggunakan satu lensa lebar dan melengkung mengikuti bentuk wajah pengguna.

Saat dipakai, lensanya menutupi area mata, rasanya seperti mengenakan kacamata ski. Ada dua model Vanguard yang kami coba, satu dengan lensa berwarna merah dan satunya lagi tampak keemasan. Lensa Prizm pada model ini juga bisa diganti.


Beda dari tiga kacamata AI yang sudah kami coba, posisi kameranya bukan di sudut bingkai, melainkan di tengah lensa, tepat di atas bantalan hidung. Kamera ultrawide 12 MP ini punya sudut pandang 122 derajat dan mendukung perekaman hingga 3K. Ada pula mode Hyperlapse, Slow Motion, serta Autocapture. 

Karena diperuntukkan bagi pengguna yang aktif berolahraga, kacamata ini bisa terhubung ke Garmin dan Strava, sehingga data latihan dapat diakses atau ditambahkan ke foto maupun video.


Vanguard turut dibekali speaker open-ear dengan volume lebih tinggi dan fitur peredam bising angin. Bingkainya juga dirancang agar bisa dipakai bersama helm sepeda atau topi. 

Ketahanannya pun paling tinggi di antara model yang kami coba, dengan rating IP67 untuk air dan debu. Baterainya diklaim bertahan hingga 9 jam, ditambah 36 jam dari charging case.

Terhubung ke Meta AI

Ketiga kacamata ini bisa dipasangkan ke smartphone melalui aplikasi Meta AI. Aplikasi tersebut menjadi tempat untuk melihat perangkat yang tersambung, mengecek sisa baterai, mengatur fitur kacamata, serta memasang update software.

Saat Ray-Ban Meta Gen 3 Aviator terhubung ke aplikasi misalnya, kami bisa melihat nama dan persentase baterai kacamata di halaman utama. Di bawahnya ada galeri berisi foto dan video yang diambil menggunakan kacamata. Nah, hasil rekaman pun bisa dibuka dan dipindahkan ke smartphone.

Aplikasi ini juga menyediakan akses ke Meta AI. Pengguna bisa meminta bantuan AI melalui kacamata, termasuk bertanya tentang objek yang sedang dilihat atau menerjemahkan percakapan secara langsung. Untuk fitur yang mengandalkan Meta AI, smartphone juga perlu tersambung ke internet.

Ray-Ban Meta Gen 3, Oakley Meta Vanguard, dan Oakley Meta HSTN mulai tersedia di Indonesia pada 11 November 2026. 

FAQ Artikel

Berapa harga kacamata AI Meta dan EssilorLuxottica di Indonesia?

Ray-Ban Meta Gen 3 dibanderol mulai Rp8.999.000, Oakley Meta HSTN dilepas Rp8.799.000, dan Oakley Meta Vanguard dijual seharga Rp10.999.000.

Apa saja fitur utama ketiga kacamata pintar ini?

Ketiga kacamata dilengkapi kamera ultrawide 12 MP perekaman hingga 3K, speaker open-ear, mikrofon, serta akses Meta AI melalui koneksi smartphone.

Apa keunggulan khusus dari Oakley Meta Vanguard?

Oakley Meta Vanguard dirancang khusus olahraga dengan rating ketahanan IP67, fitur peredam bising angin, serta integrasi ke aplikasi Garmin dan Strava.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Suka ngulik teknologi, gadget, dan game. Buat saya, yang menarik bukan cuma spesifikasi dan fitur, tapi juga pengalaman saat mencobanya langsung.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article