
Uzone.id - Lagi berencana ganti smartphone flagship? Sebaiknya tahan dulu dana kalian, karena pasar smartphone Indonesia akan dibanjiri banyak seri ponsel premium, mulai dari Oppo, Vivo, hingga Samsung.
Tentu, menyandang predikat sebagai smartphone flagship, spesifikasi mentereng pun bakal diusung oleh ponsel-ponsel premium ini, dari desain yang mahal, adopsi chipset generasi terbaru, sampai kamera beresolusi super jumbo.Berikut ini tim Uzone.id telah rangkum beberapa smartphone flagship yang kemungkinan besar (atau sudah dipastikan) meluncur di Indonesia di akhir tahun ini hingga awal tahun depan.
Oppo Find X9 dan Find X9 Pro
Oppo bergerak cepat, memastikan kehadiran Oppo Find X9 dan Find X9 Pro di Indonesia dengan membuka halaman registrasi minat di situs resminya. Peluncuran globalnya sendiri akan berlangsung 28 Oktober di Barcelona.
Keunggulan utama keduanya terletak pada bagian kamera. Keduanya punya spesifikasi kamera mumpuni, apalagi hasilnya bakal lebih oke berkat tuning-an dari Hasselblad. Selain itu, Oppo Find X9 dan Find X9 Pro juga ditenagai MediaTek Dimensity 9500 dan ditopang baterai berkapasitas besar, masing-masing 7.025 mAh dan 7.500 mAh.
Selain baterai, dua perbedaan utama antara Oppo Find X9 dan Find X9 Pro terletak pada layar dan kamera. Oppo Find X9 memakai panel 6,59 inci dan Find X9 Pro 6,78 inci. Keduanya sudah panel OLED 120Hz dengan sensor sidik jari ultrasonik. Oppo juga menjamin durabilitas tinggi dengan rating IP66, IP68, dan IP69.
Di bagian kamera, Oppo Find X9 Pro tentu usung spesifikasi yang paling tinggi. Ponsel ini menggunakan sensor Sony LYT-828 50 MP, kamera periscope telephoto 200 MP racikan Hasselblad, dan ultrawide 50 MP.
Sementara Oppo Find X9 punya kamera utama dengan sensor Sony LYT-808 50 MP, periscope telephoto 50 MP, dan ultrawide 50 MP. Keduanya pun sudah berjalan di ColorOS 16 berbasis Android 16 dengan jaminan 5 kali update OS.
Vivo X300 dan X300 Pro
Berikutnya yang juga baru saja meluncur di pasar China, Vivo X300 dan X300 Pro, yang juga ditenagai MediaTek Dimensity 9500. Sama halnya, kedua smartphone juga bakalan jadi idaman buat para street photographer, karena usung kemampuan fotografi yang mumpuni.
Vivo X300 Pro memamerkan setup tiga kamera Zeiss yang terdiri dari sensor utama 50 MP Sony LYT-828 dengan gimbal OIS, ultrawide 50 MP Samsung JN1, dan periscope telephoto 200 MP dengan sensor terbaru Samsung HPB. Untuk membantu pemrosesan gambar agar lebih ciamik, Vivo juga benamkan chip imaging khusus, yakni Vivo V3+.
Kalau Vivo X300 ‘polosan’, kamera utamanya yang justru gunakan sensor 200 MP Samsung HPB. Kemudian disandingkan dengan kamera periscope telephoto 50 MP, dan kamera ultrawide 50 MP.
Perbedaan lainnya, Vivo X300 punya bodi yang kecil, membuatnya jadi penerus yang pas untuk X200 Pro Mini yang sebelumnya hanya dipasarkan di China. Smartphone ini mengemas layar 6,31 inci dan punya baterai 6.040 mAh, yang mendukung fast charging 90W dan wireless charging 40W.
Untuk Vivo X300 Pro, layarnya 6,78 inci dan ditopang baterai 6.510 mAh. Kemampuan pengecasan masih sama dengan varian reguler.
Vivo Indonesia memang belum mengonfirmasi apakah X300 dan X300 Pro akan meluncur di pasar dalam negeri atau tidak. Sebelumnya, PR Manager Vivo Indonesia, Alexa Tiara mengatakan, pihaknya memang akan membawa dua flagship ke Indonesia, meski belum bisa dipastikan apa nama serinya.
“Pastinya kita kembali lagi melihat apa yang lagi dibutuhkan sama masyarakat di Indonesia dan konsumen kami. Aku bisa bilang, di tahun ini kita akan ada dua lagi flagship. Tapi aku belum bisa bilang apa,” kata Alexa di tengah-tengah rangkaian acara peluncuran Vivo X300 series, beberapa waktu lalu, di Shanghai, China.
iQOO 15
Selain Oppo Find X9 Series, iQOO 15 juga dipastikan masuk resmi ke Indonesia. Ponsel ini bahkan sudah terpampang dalam database TKDN Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan e-Sertifikasi Postel Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
iQOO 15 sendiri jadi salah satu smartphone pertama yang ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Untuk menambah daya gedornya, iQOO sematkan juga chip gaming kustom Q3 untuk mendongkrak tingkat frame rate saat main game.
Performanya didukung layar LTPO AMOLED Samsung M14 6,85 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate 144Hz.
Sektor dayanya juga gahar, berkat baterai 7.000 mAh single-cell silicon-carbon yang mendukung 100W fast charging dan 40W wireless charging.
Sementara di sektor fotografi, iQOO 15 akhirnya membawa kembali lensa periscope telephoto. Konfigurasinya adalah kamera utama 50 MP Sony IMX921 OIS, periscope telephoto 50 MP Sony IMX882 dengan 3x optical-zoom, dan ultrawide 50 MP.
Xiaomi 17 dan 17 Ultra
Ketika Snapdragon 8 Elite Gen 5 diperkenalkan, Xiaomi langsung jadi brand pertama yang umumkan ketersediaan smartphone bertenaga chip tersebut. Adalah Xiaomi 17, 17 Pro, dan 17 Pro Max, yang menjadi smartphone Android dengan performa tertinggi saat ini versi AnTuTu.
Meski begitu, yang sudah dipastikan masuk ke pasar global adalah Xiaomi 17, yang mungkin akan melakukan debut di gelaran Mobile World Congress (MWC) 2026 mendatang. Konon, sama seperti tahun lalu, Xiaomi juga akan meluncurkannya dengan Xiaomi 17 Ultra.
Mengingat Xiaomi 15 dan 15 Ultra masuk Indonesia, boleh jadi Xiaomi 17 dan 17 Ultra pun akan dijual resmi nanti.
Soal spesifikasi, Xiaomi 17 tampil ringkas dengan layar 6,3 inci. Meski kecil, Xiaomi berhasil sematkan baterai 7.000 mAh di dalamnya. Namun bocorannya, mungkin kapasitas baterai Xiaomi 17 versi global akan lebih kecil, tepatnya hanya 6.300 mAh saja.
Sementara untuk Xiaomi 17 Ultra, bocorannya smartphone ini punya empat kamera belakang, terdiri dari kamera utama 200 MP dan tiga kamera bersensor 50 MP.
Samsung Galaxy S26 Series
Samsung Galaxy S26 Series memang masih berupa rumor, tapi satu hal yang bisa dipastikan, seri ini akan meluncur juga ke Indonesia, seperti seri-seri sebelumnya.
Sejauh ini, penamaan yang bisa dipastikan baru Samsung Galaxy S26 Ultra. Sementara sisanya, masih dalam ‘perdebatan’. Rumor yang beredar, jajaran S26 Series juga akan terdiri dari Galaxy S26 Pro sebagai pengganti versi reguler dan Galaxy S26 Edge untuk pengganti model Plus.
Namun, ada lagi laporan yang membantah rumor tersebut. Samsung tetap mempertahankan Galaxy S26 reguler dan juga S26 Plus, lantaran penjualan varian Edge yang tidak memuaskan.
Bicara Samsung Galaxy S26 Ultra, Samsung menyematkan layar 6,9 inci yang sepenuhnya datar. Bodinya akan lebih tipis dan ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Konfigurasi kameranya dirumorkan tak banyak berubah, masih mengandalkan sensor utama 200 MP, ultrawide 50 MP, periscope telephoto 50 MP, dan telephoto 10 MP. Peningkatan yang dinanti ada di baterai 5.000 mAh yang akhirnya mendukung fast charging 60W dan 25W wireless charging.
Selain beberapa smartphone di atas, tentu bakal ada smartphone premium lainnya yang bisa saja meluncur di Indonesia, termasuk Samsung Galaxy Z Fold dan Flip terbaru, dan (mungkin saja) foldable phone dari merek lainnya. Jadi, mana yang kalian tunggu?