
Uzone.id - Polytron Fox 350 ternyata cukup diminati oleh konsumen motor listrik di Indonesia. Sejak diluncurkan pada November 2025 kemarin, pemesanan motor listrik buatan anak bangsa ini masih inden hingga hari ini.
Ilman Fachrian Fadly selaku Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron mengatakan permintaan Fox 350 masih lebih besar dibandingkan ketersediaan unit di dealer."Waktu inden untuk Fox 350 sekitar 30 hari. Sementara untuk Fox 500 dan Fox 200, aman tidak ada inden," ujar Ilman di Jakarta, Selasa (20/1).
Di tahun 2025 saja, Polytron Fox R masih menjadi tulang punggung penjualan motor listrik Polytron. Dengan hadirnya sang penerus Fox 350, melanjutkan kesuksesan yang sebelumnya sudah diraih.
"Fox R masih mendominasi penjualan tahun lalu, dengan pangsa pasar sekitar 70 persen. Sisanya Fox 350, Fox 500, dan Fox 200," ungkapnya.
Bahkan Ilman mengklaim penjualan Polytron Fox 350 semakin meningkat, terutama di akhir tahun yang mengalami permintaan yang meninggi.
"Namun di akhir tahun, Fox 350 mulai menunjukkan akselerasi penjualan, meski baru dipasarkan sekitar 2-3 bulan," sebutnya.
Perlu diketahui, Polytron Fox 350 merupakan produk motor listrik yang memang direncanakan sebagai pengganti Fox-R. Motor listrik ini pernah menjadi yang paling diminati oleh konsumen di Indonesia.
Nah soal spesifikasinya, sebenarnya Polytron Fox 350 masih sama dengan Fox-R. Bisa dilihat dari motor dengan kekuatan yang sama di 3.000 Watt yang peak powernya ada di 6.409 Watt dengan torsi 187 Nm.
Baterainya juga ditanam dengan kapasitas yang sama yakni 3,7 kWh. Klaim pabrikan pun mirip antara Polytron Fox 350 dan Fox-R yakni kecepatan maksimum 95 km/jam dan jarak tempuhnya sampai 130 km.
Soal harganya, Polytron Fox 350 ditawarkan dengan skema battery as a service, konsumen akan dikenakan harga sebesar Rp22,5 juta untuk on the road Jadetabek.
Dengan promo subsidi mandiri dari Polytron, maka harga jualnya menjadi lebih terjangkau yakni hanya mencapai Rp15,5 juta saja.
Ada juga skema pembelian Polytron Fox 350 buy-to-own, yang dikenakan harga sebesar Rp34,5 juta dengan garansi baterai 3 tahun.
Skema ini juga tetap mendapatkan subsidi mandiri sehingga harganya menjadi lebih murah yakni hanya dengan Rp27,5 juta saja.