icon-category Auto

Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Pecahkan Rekor

  • 12 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Perlahan tapi pasti, segmen mobil listrik sepertinya mulai diminati warga Indonesia. Terbukti dari catatan penjualannya yang terus meningkat.

    Mengacu pada laporan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sepanjang pameran GIIAS 2022 penjualan mobil listrik memecahkan rekor.

    Tercatat ada sebanyak 1.594 unit mobil listrik hanya dalam 11 hari penyelenggaraan pameran. Ini jadi prestasi tersendiri untuk mobil-mobil elektrifikasi tersebut.

    Interior: Jembatan 120 Km di Sumatera Bakal Sambungkan Indonesia-Malaysia

    Rinciannya, terjual sebanyak 1.274 unit BEV atau kendaraan listrik berbasis baterai dan 320 unit kendaraan hybrid.

    Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pencapaian penjualan kendaraan listrik pada ajang GIIAS ini jauh lebih besar daripada penjualan EV selama satu tahun periode di tahun 2021. 

    "Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada GIIAS yang mampu memberikan sarana edukasi kepada masyarakat mengenai kehadiran teknologi kendaraan ramah lingkungan yang menunjang target penurunan emisi pemerintah," ujar Agus dalam siaran pers yang diterima Uzone.id

    Pemecahan rekor tersebut mengacu pada penjualan mobil listrik sepanjang tahun lalu yang bahkan belum tembus 1.000 unit.

    Totalnya, berdasarkan data yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik setahun penuh pada 2021 hanya sebanyak 685 unit.

    Indonesia menargetkan pada tahun 2060, sudah tercipta Carbon Neutral pada sektor otomotif. Sehingga pabrikan dituntut untuk semakin banyak memproduksi mobil jenis elektrifikasi.

    Sampai sekarang, sudah ada 38 perusahaan industri perakitan kendaraan listrik di Indonesia, dengan rincian empat perusahaan bus listrik, tiga perusahaan mobil listrik, serta 31 perusahaan kendaraan roda dua maupun roda tiga listrik.

    "Ke depan, kami menjamin bahwa pilihan kendaraan elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia akan semakin banyak dan hal ini secara bertahap akan mengurangi beban defisit dari impor BBM," tutup Agus.

    VIDEO Test Drive Hyundai Stargazer

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini