Peretas Sasar Situs Kripto, Indodax Pun Ikut Diserang
Indodax diserang siber, layanan deposit/penarikan dihentikan sementara. CEO Indodax menjamin dana dan data pengguna aman.

Highlight Artikel
- Indodax mengalami serangan siber pada 29 Oktober 2026, menyebabkan penghentian sementara layanan deposit dan penarikan.
- CEO Indodax memastikan dana dan data member aman, tanpa adanya kebocoran data atau transaksi tanpa otorisasi.
- Layanan deposit dan penarikan Indodax kembali normal setelah pemeliharaan selama tiga hari hingga 31 Oktober 2026.
- Serangan siber serupa juga menimpa Binance, menyebabkan kerugian aset hingga miliaran dolar, dengan dugaan pelaku adalah peretas Korea Utara.
Uzone.id — Kelompok penjahat
siber kini sedang gencar-gencarnya menyerang situs kripto di seluruh dunia.
Setelah berhasil menyusup ke Binance, kini giliran platform jual beli dan
trading aset kripto terbesar di Indonesia, Indodax yang ikut kena serangan.
Aktivitas tak biasa ini terdeteksi pada 29 Oktober 2026
lalu, tak lama kemudian layanan deposit dan juga penarikan dana di platform pun
ikut disetop untuk pemeliharaan dan investigasi.
“Selama proses pemeliharaan layanan berlangsung, deposit dan penarikan tidak tersedia untuk sementara waktu. Kami memastikan bahwa saldo Rupiah dan aset kripto kamu tetap aman selama proses pemeliharaan sistem berlangsung,” kata akun resmi Indodax Sabtu, (29/10) lalu.
CEO Indodax, William Sutanto kemudian menjelaskan bahwa
pihaknya mendeteksi adanya peningkatan upaya serangan siber sehingga layanan
terpaksa dihentikan sementara.
“Saat ini Indodax menghentikan sementara deposit dan
penarikan sebagai langkah pengamanan karena kami mendeteksi peningkatan upaya
serangan siber. Tim kami sedang melakukan evaluasi dan mitigasi. Deposit dan
penarikan akan kami buka kembali setelah dipastikan aman,” katanya.
Pemeliharaan terjadi selama kurang lebih 3 hari hingga 31
Oktober 2026. William mengklaim bahwa seluruh layanan deposit dan penarikan di
Indodax, baik Rupiah maupun crypto, sudah kembali normal.
Tak hanya itu, perusahaan juga mengklaim bahwa dari hasil
pemeriksaan, tidak ada kebocoran data yang terjadi setelah adanya upaya
serangan siber tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan, dapat kami pastikan tidak ada kebocoran data member INDODAX, maupun transaksi tanpa otorisasi. Dana dan data member INDODAX kami pastikan aman,” tambah mereka, Minggu, (01/11).
Sebelumnya, serangan siber besar-besaran juga sempat terjadi
pada salah satu platform kripto global yaitu Binance. Berbeda dengan Indodax
yang masih bisa menyelamatkan saldo pengguna, Binance justru harus kecolongan
hingga ratusan triliun gara-gara insiden ini.
Binance dilaporkan mengalami peretasan besar yang membuat
aset digital pengguna senilai USD6,3 miliar atau sekitar Rp113,4 triliun
diambil alih oleh para pelaku.
Binance mengklaim telah berhasil mengamankan sekitar USD3
miliar atau setara Rp54 triliun dari total aset yang terdampak. Tapi, sebagian
dana lainnya masih berada dalam penguasaan peretas yang identitasnya belum
diketahui secara resmi.
Mengutip laporan BBC News, Sabtu, (31/10), serangan ini
ternyata bermula dari laptop milik salah satu karyawan mereka yang berhasil
disusupi oleh para penjahat siber. Perangkat tersebut diduga menjadi pintu
masuk bagi pelaku untuk melakukan penarikan aset tanpa izin.
Terkait pelakunya sendiri, sejumlah perusahaan analisis
blockchain menduga kelompok peretas Korea Utara berada di balik serangan
tersebut.
Dugaan ini muncul setelah ditemukan kemiripan pola dengan
sejumlah insiden peretasan sebelumnya yang dikaitkan dengan negara tersebut.
FAQ Artikel
Apa yang terjadi pada platform Indodax?
Indodax mengalami serangan siber yang terdeteksi pada 29 Oktober 2026, menyebabkan penghentian sementara layanan deposit dan penarikan untuk pemeliharaan dan investigasi.
Apakah dana dan data pengguna Indodax aman setelah insiden tersebut?
Ya, CEO Indodax, William Sutanto, memastikan bahwa saldo Rupiah dan aset kripto pengguna tetap aman. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan tidak ada kebocoran data member maupun transaksi tanpa otorisasi.
Berapa lama layanan Indodax terganggu dan kapan kembali normal?
Pemeliharaan layanan berlangsung selama kurang lebih 3 hari hingga 31 Oktober 2026. Seluruh layanan deposit dan penarikan di Indodax diklaim sudah kembali normal setelahnya.
Apakah insiden serangan siber ini hanya menimpa Indodax?
Tidak, kelompok penjahat siber juga menyerang situs kripto lain di seluruh dunia, termasuk platform global Binance yang mengalami peretasan besar sebelumnya.
Apa dampak serangan siber pada Binance?
Binance mengalami peretasan besar yang mengakibatkan aset digital pengguna senilai USD6,3 miliar atau sekitar Rp113,4 triliun diambil alih. Binance berhasil mengamankan sekitar USD3 miliar, namun sebagian dana lainnya masih dalam penguasaan peretas.
Vina Insyani
Jurnalis

