
Uzone.id - Dewan Energi Nasional (DEN) mengusulkan adanya pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar menggunakan kapasitas mesin alias cc mobil. Kira-kira kalau ini diterapkan bisa hemat berapa persen sih?
Satya WIdya Yudha selaku anggota DEN memperkirakan potensi hemat energi jika membatasi BBM subsidi bisa mencapai 10 sampai 15 persen."Kalau (pembatasannya) berdasarkan cc dan jenis kendaraan itu, potensi hematnya berdasarkan hitungan kami itu 10-15 persen daripada volume," ujar Satya dikutip dari Antara.
Satya menjelaskan perhitungan pembatasan BBM subsidi tersebut bisa menjadi salah satu strategi pengendalian subsidi dan efisiensi energi pemerintah.
Strategi ini disebutkan oleh Satya sebagai trilogi pengendalian subsidi dan efisiensi energi.
Selain dengan membatasi pembelian BBM subsidi berdasarkan kapasitas cc mesin mobil, menurutnya pemerintah juga bisa mempercepat penyerapan elektrifikasi dari sisi transportasi.
Sebenarnya pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kapasitas mesin mobil pernah dilakukan tiga tahun belakangan.
Pada saat itu, pembatasan pertalite hanya berlaku untuk mobil dengan kapasitas maksimal 1.400 cc, sedangkan untuk soalr subsidi dibatasi pada 2.000 cc.
Saat ini konsumsi BBM Pertalite juga sudah dibatasi untuk kendaraan hanya mencapai paling banyak 50 liter/hari/kendaraan.
Sama halnya juga pada solar, diberikan jatah hanya 50 liter dalam satu hari per kendaraannya. Pembelian juga mewajibkan melalui aplikasi myPertamina.
Bahkan pembatasannya berlaku untuk pelayanan umum seperti mobil ambulance, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pengankut sampah.
"Pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode mypertamina, dengan batas wajar 50 liter per kendaraan tapi ini tidak berlaku bagi kendaraan umum," disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada akhir Maret 2026.