Pertamina Minta Maaf dan Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Bali
Pertamina meminta maaf atas kelangkaan BBM di Bali akibat kendala kapal dan lonjakan Pertalite, menjanjikan distribusi dipercepat dan layanan ditingkatkan.

Highlight Artikel
- Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas kelangkaan BBM di Bali yang menyebabkan antrean panjang di SPBU.
- Kelangkaan dipicu oleh kendala teknis pada kapal pengangkut BBM dan lonjakan penggunaan Pertalite.
- Pertamina bergerak cepat dengan mempercepat jalur distribusi dan menambah jam operasional SPBU, termasuk 24 jam di Denpasar dan Badung.
- Upaya ini juga mencakup pemasangan pengumuman stok BBM di SPBU dan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan publik.
Uzone.id - Belakangan ini, warganet dan warga lokal Bali dikagetkan dengan antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU akibat kelangkaan BBM. Menanggapi situasi tersebut, pihak Pertamina akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Bali.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan energi ini salah satunya dipicu oleh kendala teknis pada kapal pengangkut BBM.Demi mengatasi hal ini, pihak perseroan bergerak cepat mengurai antrean dengan mempercepat jalur distribusi hingga menambah jam operasional SPBU.
Pernyataan maaf itu disampaikan langsung oleh Simon setelah menghadiri rapat bersama Gubernur Bali di Denpasar pada hari Selasa. Ia tidak memungkiri bahwa gangguan pasokan ini cukup menyulitkan aktivitas harian warga setempat.
“Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali,” kata Simon dikutip oleh Uzone.id.
Setelah ditelusuri, masalah bermula saat kapal pengangkut BBM mengalami kendala teknis pada bagian jangkar sewaktu hendak melakukan proses bongkar muat. Dampaknya, jadwal penyandaran kapal dan pembongkaran BBM terpaksa mundur dari jadwal semula.
Awalnya, kapal dijadwalkan bersandar serta melakukan proses bongkar muat pada Senin (12/10) pukul 06.30 WITA. Namun, proses tersebut baru bisa berlanjut sekitar pukul 22.00 WITA. Keterlambatan jadwal ini pun berbuntut pada terganggunya aliran distribusi BBM ke pulau Bali.
Tak cuma kendala operasional kapal, lonjakan penggunaan BBM bersubsidi seperti Pertalite turut memengaruhi ketersediaan stok di SPBU. Perbedaan harga yang lumayan jauh dibanding jenis BBM non-subsidi membuat konsumsi BBM bersubsidi meningkat drastis.
“Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi, jadi ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi tapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kita harus melihat secara keseluruhan,” kata Simon.
Walau menghadapi kendala teknis serta kenaikan konsumsi, Simon menegaskan masalah ini tak boleh dijadikan alasan atas terganggunya ketersediaan bahan bakar di tengah masyarakat. Karena itu, Pertamina bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Bali untuk segera memulihkan pasokan.
Upaya penanganan awal dilakukan dengan memaksimalkan armada kapal yang ada sekaligus mengecek lokasi penyandaran tanker secara langsung. Proses pengiriman dari depo menuju SPBU pun dipercepat agar pasokan bisa segera sampai ke tangan warga.
Selain itu, layanan di sejumlah SPBU strategis disiagakan hingga 24 jam penuh. Skema operasional nonstop ini sudah diterapkan di area Denpasar dan Badung, serta ditargetkan bakal menyusul di wilayah Kabupaten Tabanan dan Gianyar dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.
Supaya masyarakat mendapatkan kejelasan informasi, seluruh SPBU juga diperintahkan memasang pengumuman terkait stok BBM dan jadwal operasional 24 jam. Kehadiran papan informasi ini diharapkan dapat memberi ketenangan bagi pengendara sehingga mereka bisa merencanakan waktu pengisian tanpa harus panik.
Menurut Simon, terobosan ini dirancang demi mempercepat normalisasi distribusi sekaligus meredakan kekhawatiran warga. Pertamina terus berupaya menjamin seluruh jaringan pelayanan energi kembali pulih secara berkala.
Di samping itu, perbaikan layanan ini sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut peningkatan mutu pelayanan publik. Pesan Danantara kepada jajaran BUMN agar melayani sepenuh hati juga menjadi komitmen dasar Pertamina dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami, kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
FAQ Artikel
Mengapa terjadi kelangkaan BBM di Bali?
Kelangkaan BBM di Bali disebabkan oleh dua faktor utama: kendala teknis pada kapal pengangkut BBM yang mengalami masalah jangkar saat bongkar muat, serta lonjakan penggunaan BBM bersubsidi seperti Pertalite karena perbedaan harga yang lumayan jauh dibanding jenis BBM non-subsidi.
Siapa yang menyampaikan permohonan maaf terkait kelangkaan BBM di Bali?
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Bali atas kejadian antrean panjang di SPBU.
Langkah-langkah apa yang diambil Pertamina untuk mengatasi kelangkaan BBM?
Pertamina mengambil langkah cepat dengan mempercepat jalur distribusi, menambah jam operasional SPBU hingga 24 jam (di Denpasar dan Badung, menyusul Tabanan dan Gianyar), memaksimalkan armada kapal, mengecek lokasi penyandaran tanker, dan memerintahkan SPBU memasang pengumuman terkait stok BBM dan jadwal operasional 24 jam.
Apakah Pertamina akan terus meningkatkan pelayanan?
Ya, Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa Pertamina akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sejalan dengan instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait peningkatan mutu pelayanan publik.
Brian Priambudi
Jurnalis

