Home
/
Automotive

Tak Cuma Bali, Ini Deretan Daerah di RI yang Dilanda Krisis BBM 

Kelangkaan BBM meluas di 7 provinsi, termasuk Bali dan Sumatera, memicu antrean, sehingga CEO IESR mendesak pemerintah segera bertindak mengatasinya.

Tak Cuma Bali, Ini Deretan Daerah di RI yang Dilanda Krisis BBM 

Ilustrasi antre BBM di SPBU Pertamina (Dok: Istimewa)

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Kelangkaan BBM tidak hanya terjadi di Bali, tetapi juga melanda setidaknya 7 provinsi di Indonesia.
  • Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Bali, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan Lampung.
  • Antrean panjang, bahkan hingga membuat pengendara menginap, terjadi di beberapa SPBU di Bali.
  • CEO IESR, Fabby Tumiwa, mendesak pemerintah segera mengambil langkah darurat dan membentuk koordinasi penanganan krisis BBM dalam tujuh hari.

Uzone.id - Ternyata bukan cuma Bali yang mengalami kelangkaan BBM hingga membuat antrean mengular. Beberapa daerah di Indonesia juga mengalami hal yang sama.

Dikutip Uzone.id dari berbagai sumber, kelangkaan BBM ini terjadi setidaknya di 7 provinsi yang tersebar di Indonesia.
  • Bali

Di Bali, kelangkaan BBM terjadi di wilayah Denpasar, Klungkung, Tabanan, Badung, hingga Kuta Selatan. Pertalite dan Pertamax yang habis menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.

Antrean beberapa SPBU cukup panjang, hingga membuat beberapa pengendara harus menginap untuk mendapatkan BBM.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengatakan penyebab kelangkaan disebabkan oleh kenaikan rata-rata konsumsi Pertalite yang mencapai 2.200 kiloliter per hari.



  • Kalimantan Barat

Selain Bali, Kalimantan Barat juga mengalami kelangkaan BBM. Sejauh ini laporan menyebutkan kelangkaan terjadi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kubu Raya tepatnya di Jalan Arteri Supadio, dan beberapa wilayah lain di Kalbar.

BBM yang paling langka di Kalimantan Barat adalah Pertalite. Bupati Kubu Raya Sujiwo bahkan sudah meminta Pertamina untuk mengantisipasi gangguan pasokan yang sulit diperoleh di sejumlah SPBU.

"Pertamina yang mengetahui persis kondisi stok, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan mitigasi," ujar Sujiwo dikutip dari Pontianak Post.



  • Sulawesi

Sementara itu, Sulawesi Selatan juga turut mengalami kelangkaan BBM dimulai dari Kabupaten Gowa sampai Kota Makassar. Sulawesi Barat juga mengalami kelangkaan di wilayah Polewali Mandar.

Kedua provinsi tersebut mengalami kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Biosolar. Kondisi ini membuat harga eceran melonjak drastis hingga 25 ribu per liter.

Penyebab terjadinya kondisi ini dikarenakan banyaknya pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Ditambah adanya kendala rantai pasok yang membuat kondisi semakin buruk.



  • Sumatra

Di Sumatra, kelangkaan BBM terjadi di wilayah Palembang, Sumatra Selatan dan Medan, Sumatra Utara. Lampung juga menjadi wilayah di Sumatra yang mengalami kelangkaan BBM.

Di Palembang, langkanya BBM dikarenakan adanya kesenjangan antara permintaan dan penyaluran. Dari yang diajukan sebesar 2,8 juta kiloliter, yang disetujui hanya 630 ribu kiloliter.

Di Medan, krisis BBM terjadi pada jenis subsidi seperti Pertalite dan Solar. Penyebabnya dikarenakan adanya kendala pada awak mobil tangki, linjakan permintaan BBM subsidi, dan proses pembenahan internal sistem penyaluran.

Sedangkan Lampung, diprediksi BBM subsidi Biosolar akan habis pada 24 November 2026 dan Pertalite pada 18 Desember 2026. Konsumsi kedua BBM subsidi ini memang mengalami peningkatan sekitar 6,8 persen dari kondisi normal yang memicu kuota terancam lebih cepat habis.


Ilustrasi antre BBM di SPBU Bali (Dok: Instagram @infodenpasar)


Melihat kondisi ini Fabby Tumiwa selaku CEO Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah untuk mengambiil langkah darurat untuk mengatasi kelangkaan BBM.

Menurut Fabby, gangguan pasokan yang berulang selama dua bulan ini adalah bentuk tekanan serius pada rantai pasok BBM nasional.

“Pemerintah tidak cukup hanya menjamin bahwa stok BBM nasional aman, tetapi harus memastikan BBM benar-benar tersedia dan dapat diakses masyarakat di seluruh daerah. Kelangkaan yang terus berulang menunjukkan perlunya penanganan segera terhadap rantai pasok dan distribusi BBM,” ujar Fabby dalam keterangan resmi.




Bahkan IESR mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dalam tujuh hari kedepan untuk membentuk koordinasi penanganan krisis BBM.

Pemerintah juga dirasa perlu memprioritaskan pasokan bagi layanan publik dan kegiatan ekonomi vital, serta memperbaiki komunikasi publik agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan dapat dipercaya.

“Kelangkaan BBM yang terjadi berulang bukan sekadar masalah distribusi, tetapi peringatan terhadap ketahanan energi nasional yang membutuhkan tindakan segera,” tegas Fabby.

FAQ Artikel

Di mana saja wilayah yang mengalami kelangkaan BBM selain Bali?
Selain Bali, kelangkaan BBM terjadi di Kalimantan Barat (Kabupaten Ketapang, Kubu Raya), Sulawesi Selatan (Gowa, Makassar), Sulawesi Barat (Polewali Mandar), serta Sumatra Selatan (Palembang), Sumatra Utara (Medan), dan Lampung.
Siapa yang mendesak pemerintah untuk mengatasi kelangkaan BBM?
Fabby Tumiwa, selaku CEO Institute for Essential Services Reform (IESR), mendesak pemerintah untuk mengambil langkah darurat.
Apa rekomendasi IESR kepada pemerintah terkait kelangkaan BBM?
IESR mendesak pemerintah untuk membentuk koordinasi penanganan krisis BBM dalam tujuh hari, memprioritaskan pasokan bagi layanan publik dan kegiatan ekonomi vital, serta memperbaiki komunikasi publik.
Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article