Home
/
Digilife

Perusahaan RI Ramai Pakai AI, tapi Infrastruktur Datanya Siap?

Synology hadirkan solusi penyimpanan, perlindungan data, dan AI on-premises, mengatasi kekhawatiran perusahaan RI akan pertumbuhan AI serta serangan ransomware.

Perusahaan RI Ramai Pakai AI, tapi Infrastruktur Datanya Siap?

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Hampir 88% perusahaan di Indonesia khawatir infrastruktur mereka tidak mampu menampung pertumbuhan data AI dan duplikasi data.
  • Synology menawarkan solusi penyimpanan canggih seperti PAS7700, seri FS/RS, DSM 7.4 dengan Synology Tiering, dan teknologi scale-out storage.
  • Hanya 2 dari 10 perusahaan yang yakin bisa pulih cepat dari serangan ransomware. Synology merekomendasikan strategi 3-2-1-1-0, immutable backup, air-gap, dan ActiveProtect.
  • Synology mengembangkan AI berbasis on-premises untuk meningkatkan produktivitas (Office Suite, ChatPlus, Meet) dan pengawasan (DVA7400, hybrid surveillance).

Uzone.id - Banyak perusahaan di Indonesia mulai khawatir infrastrukturnya tidak mampu menampung pertumbuhan data akibat penggunaan AI. Berdasarkan survei Synology, hampir 88 persen responden mengkhawatirkan penyimpanan yang makin tidak efisien akibat volume data AI dan duplikasi data.

Temuan tersebut disampaikan Synology dalam Synology Press Event 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (13/10). Menurut Synology, perusahaan kini bukan cuma dituntut mengadopsi AI, tapi juga menyiapkan penyimpanan, sistem keamanan, dan strategi pemulihan data yang memadai.

“AI semakin banyak digunakan dalam operasional bisnis, mulai dari pengelolaan data hingga kolaborasi tim,” ujar Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology.

“Namun, penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang mampu mengimbangi pertumbuhan data, sistem perlindungan yang handal, serta teknologi yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas perusahaan,” sambungnya.

Clara Hsu, Indonesia Country Manager di Synology

Untuk menjawab kebutuhan penyimpanan data yang terus bertambah, Synology memperluas jajaran produknya untuk bisnis skala UKM sampai enterprise.

Salah satunya PAS7700, sistem penyimpanan berbasis NVMe yang dirancang untuk menangani beban kerja kritikal. Synology juga mengembangkan generasi terbaru dari seri FS dan RS untuk kebutuhan penyimpanan berperforma tinggi dan operasional bisnis secara umum.

Pada sistem operasi DSM 7.4, Synology turut menambahkan Synology Tiering dan teknologi reduksi data. Fitur tersebut dapat mengatur penempatan data berdasarkan pola akses sekaligus mengurangi data duplikat yang memakan kapasitas penyimpanan.

Synology juga tengah mengembangkan teknologi scale-out storage. Teknologi ini memungkinkan perusahaan menambah kapasitas dan performa penyimpanan secara bertahap mengikuti pertumbuhan kebutuhan bisnis.

“Seiring bertambahnya volume data, perusahaan tidak cukup hanya menambah kapasitas penyimpanan. Infrastruktur juga harus mampu menjaga performa, meningkatkan efisiensi, dan tetap mudah dikelola meskipun kebutuhan semakin kompleks,” kata Joshua Nathanael, Sales Manager Synology.

Cuma 2 dari 10 perusahaan yakin bisa pulih dari ransomware


Bukan soal penyimpanan data, survei Synology juga menunjukkan cuma sekitar 2 dari 10 perusahaan Indonesia yang sangat yakin bisa memulihkan operasionalnya dengan cepat setelah terkena ransomware. Di sisi lain, banyak perusahaan yang masih mengandalkan sistem backup yang berisiko terdampak saat infrastruktur utama diserang. 

Perusahaan biasanya memakai berbagai solusi terpisah untuk melindungi perangkat, jaringan, layanan cloud, sistem backup, dan memantau keamanan. Namun, banyaknya solusi tersebut belum tentu membuat operasional bisa segera dipulihkan setelah serangan ransomware.

Synology menyarankan perusahaan menerapkan strategi 3-2-1-1-0, immutable backup, dan air-gap. Dengan cara ini, perusahaan memiliki beberapa salinan data di lokasi berbeda dan salah satunya dipisahkan dari sistem utama agar tidak mudah diubah, dienkripsi, atau dihapus.

Synology turut mengembangkan ActiveProtect, perangkat khusus yang memusatkan pengelolaan backup sekaligus memisahkan sistem pemulihan dari lingkungan produksi utama.

ActiveProtect Manager 2.0 kini mendukung lingkungan virtualisasi enterprise, termasuk Nutanix AHV dan Proxmox VE. Platform tersebut juga mendukung pemulihan data pada lingkungan on-premise maupun cloud.

Ada juga DP5200, perangkat backup berukuran 1U yang ditujukan untuk perusahaan dengan infrastruktur tersebar di kantor pusat, kantor cabang, dan lokasi operasional lainnya.

“Memiliki backup saja belum cukup. Perusahaan harus memastikan data backup tetap aman dan benar-benar dapat dipulihkan saat terjadi serangan,” jelas Joshua.

“ActiveProtect menggabungkan immutable backup, isolasi, dan pengelolaan pemulihan terpusat dalam satu perangkat khusus, sehingga perusahaan memiliki sistem pemulihan yang lebih handal dan terpisah dari lingkungan produksi,” lanjutnya.

Di sisi produktivitas, survei Synology menemukan lebih dari 80 persen perusahaan Indonesia masih menghabiskan sedikitnya dua jam setiap minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI.

Synology pun mengembangkan fitur AI berbasis on-premises. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menggunakan AI tanpa harus menyerahkan kendali atas data bisnis kepada platform lain.

Melalui Synology Office Suite, AI dapat membantu menyunting dokumen, membuat materi presentasi, dan mencari rumus pada spreadsheet. Ekosistem tersebut juga dilengkapi Synology ChatPlus dan Meet untuk kebutuhan komunikasi serta kolaborasi tim.

Kemampuan AI turut diterapkan pada sistem pengawasan. Lewat DVA7400, teknologi deteksi AI dan pencarian video pintar dapat membantu tim keamanan mencari kejadian tertentu tanpa memeriksa seluruh rekaman secara manual.

Solusi tersebut ditujukan untuk perusahaan yang mengelola toko, pabrik, kampus, gudang, atau gedung perkantoran dengan volume rekaman video yang besar setiap harinya.

Synology juga tengah mengembangkan sistem hybrid surveillance yang menggabungkan infrastruktur on-premise dan cloud. Penerapannya dapat disesuaikan dengan skala serta kebutuhan pengawasan masing-masing perusahaan.

“Ketahanan bisnis bukan hanya tentang mencegah gangguan, tetapi juga memastikan perusahaan dapat terus beroperasi, beradaptasi, dan berkembang menghadapi perubahan,” pungkas Clara.

FAQ Artikel

Mengapa perusahaan di Indonesia khawatir tentang infrastruktur mereka terkait AI?

Perusahaan di Indonesia khawatir infrastrukturnya tidak mampu menampung pertumbuhan data akibat penggunaan AI. Survei Synology menunjukkan hampir 88 persen responden mengkhawatirkan penyimpanan yang makin tidak efisien akibat volume data AI dan duplikasi data.

Solusi penyimpanan apa yang ditawarkan Synology untuk mengatasi pertumbuhan data AI?

Synology menawarkan PAS7700 (sistem penyimpanan berbasis NVMe), generasi terbaru seri FS dan RS, serta fitur Synology Tiering dan teknologi reduksi data di DSM 7.4. Synology juga sedang mengembangkan teknologi scale-out storage.

Bagaimana Synology membantu perusahaan mengatasi ancaman ransomware?

Synology menyarankan perusahaan menerapkan strategi 3-2-1-1-0, immutable backup, dan air-gap. Synology juga mengembangkan ActiveProtect, perangkat khusus yang memusatkan pengelolaan backup dan memisahkan sistem pemulihan dari lingkungan produksi utama, serta DP5200 untuk infrastruktur tersebar.

Apa peran AI dalam solusi produktivitas dan pengawasan yang dikembangkan Synology?

Synology mengembangkan fitur AI berbasis on-premises untuk produktivitas (Synology Office Suite, ChatPlus, Meet) dan pengawasan (DVA7400 dengan deteksi AI dan pencarian video pintar, serta sistem hybrid surveillance).

Muhammad Faisal Hadi Putra

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Suka ngulik teknologi, gadget, dan game. Buat saya, yang menarik bukan cuma spesifikasi dan fitur, tapi juga pengalaman saat mencobanya langsung.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article