Home
/
Digilife

Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Judol, Transaksi Tembus Rp1 Triliun

PPATK mengungkap jaringan judi online memanfaatkan Piala Dunia 2026, dengan transaksi sebanyak 6 juta kali dan deposit mencapai Rp1,02 triliun dalam sebulan.

Piala Dunia 2026 Jadi Ladang Judol, Transaksi Tembus Rp1 Triliun

Foto ilustrasi: Unsplash

Bagikan :

Highlight Artikel

  • PPATK mengungkap jaringan judi online memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026.
  • Deposit judi online mencapai Rp1,02 triliun dari 6 juta transaksi selama periode Piala Dunia 2026.
  • QRIS menjadi metode pembayaran paling dominan untuk deposit judi online, dengan nilai Rp12,36 triliun di Semester I 2026.
  • PPATK telah memblokir 2.815 rekening judi online dan menyelamatkan saldo Rp325,43 miliar.

Uzone.id — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap jaringan judi online memanfaatkan momen Piala Dunia 2026 untuk aktivitas taruhan sepak bola.

Dalam periode pertengahan Juni hingga Juli 2026 (saat Piala Dunia 2026 bergulir), PPATK menemukan angka deposit judi online mencapai Rp1,02 triliun yang berasal dari 6.001.352 transaksi. 


"Piala Dunia seharusnya menjadi momentum untuk menikmati prestasi dan sportivitas, bukan menjadi pintu masuk perjudian," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam keterangan resminya, Kamis, (06/08).



Ia menyebut bahwa tingginya transaksi ini menunjukkan bahwa jaringan judi online benar-benar memanfaatkan momentum di tengah riuhnya popularitas Piala Dunia 2026.




“Temuan lebih dari 6 juta transaksi terkait Piala Dunia dalam satu bulan menunjukkan betapa cepat jaringan judi online memanfaatkan perhatian publik," tambahnya.

Temuan ini merupakan bagian dari analisis PPATK terhadap aktivitas judi online selama Semester I 2026. Menindaklanjuti hal ini, sebanyak 2.815 rekening yang terlibat dalam aktivitas ini sudah diblokir dengan total saldo yang berhasil diselamatkan mencapai Rp325,43 miliar.

PPATK juga menemukan bahwa QRIS menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan untuk deposit judi online di periode Piala Dunia 2026 dan juga selama 2026 kemarin.




Sepanjang Semester I 2026, nilai deposit melalui QRIS mencapai Rp12,36 triliun, atau sekitar 56 persen dari total deposit, dengan 198,77 juta transaksi. Dari sisi jumlah transaksi, QRIS mencakup hampir 88 persen dari seluruh aktivitas deposit judi online.

Secara keseluruhan, nilai perputaran dana judi online mencapai Rp86,82 triliun dalam 467,32 juta transaksi, sementara total deposit tercatat Rp22,05 triliun melalui rekening bank, dompet digital, dan QRIS.

Meski nilai perputaran dana turun sekitar 12,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, jumlah transaksi justru meningkat tajam. Menurut PPATK, lonjakan tersebut tidak hanya menunjukkan aktivitas judi online yang semakin masif, tetapi juga karena sistem deteksi transaksi mencurigakan kini semakin baik.

 

FAQ Artikel

Apa temuan utama PPATK terkait judi online dan Piala Dunia 2026?

PPATK menemukan bahwa jaringan judi online memanfaatkan momen Piala Dunia 2026 untuk aktivitas taruhan sepak bola, dengan total deposit mencapai Rp1,02 triliun dari 6.001.352 transaksi dalam periode pertengahan Juni hingga Juli 2026.

Metode pembayaran apa yang paling banyak digunakan untuk deposit judi online?

QRIS menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan untuk deposit judi online. Selama Semester I 2026, nilai deposit melalui QRIS mencapai Rp12,36 triliun dari 198,77 juta transaksi.

Berapa banyak rekening judi online yang telah diblokir PPATK?

Sebanyak 2.815 rekening yang terlibat dalam aktivitas judi online telah diblokir oleh PPATK, dengan total saldo yang berhasil diselamatkan mencapai Rp325,43 miliar.

Bagaimana perputaran dana judi online secara keseluruhan di Semester I 2026?

Secara keseluruhan, nilai perputaran dana judi online mencapai Rp86,82 triliun dalam 467,32 juta transaksi, sementara total deposit tercatat Rp22,05 triliun.

populerRelated Article