PLN Buka Suara, Data Center Bukan Biang Kerok Blackout Batam
Pemadaman massal di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada 12-13 Oktober 2026 bukan disebabkan pengujian data center, seperti yang dibantah PLN Batam.
.jpg&w=3840&q=75)
Ilustrasi foto: Nhan Hoang/Unsplash
Highlight Artikel
- Pemadaman massal terjadi di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang pada 12-13 Oktober 2026, menimbulkan pertanyaan soal penyebabnya.
- Dugaan awal penyebab pemadaman adalah pengujian data center di Batam, namun hal ini dibantah oleh PLN.
- Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menegaskan bahwa pengujian data center bukan penyebab pemadaman dan cadangan daya PLN masih mencukupi.
- PLN Batam menduga gangguan listrik dipicu oleh hewan liar yang memasuki area Gardu Induk Sungai Harapan.
Uzone.id– Pemadaman massal yang
terjadi di Batam, Bintan dan Tanjungpinang di Kepulauan Riau pada 12 Oktober
hingga 13 Oktober 2026 kemarin masih menimbulkan pertanyaan soal penyebabnya.
Menjawab
soal hal ini, pihak PLN akhirnya buka suara satu pekan pasca kejadian tersebut.
Dalam keterangan resminya, Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo mengatakan kalau
pengujian data center bukan penyebab pemadaman massal tersebut.
“Pemadaman
meluas yang terjadi Senin (12/10) di Pulau Batam dan Bintan sama sekali tidak
ada sangkut paut dengan data center,” katanya, dikutip dari Antaranews.
Kwin Fo melanjutkan, “Informasi bahwa ada pengetesan atau commissioning untuk operasional data center, dan membutuhkan daya sangat besar, itu sama sekali tidak benar.”
Menurutnya,
saat ini data center yang ada di Batam belum akan beroperasi penuh dalam waktu
dekat dan jika sudah mulai beroperasi, tingkat operasionalnya pun akan bertahap
dan belum melebihi 10 persen dari total keseluruhan.
Terlepas
dari itu, PLN Batam juga memastikan bahwa pajaknya sudah memperhitungkan
pasokan listrik untuk kebutuhan data center.
“Sampai saat ini PLN Batam sangat siap untuk data center. Jadi kita tidak ada defisit maupun kekurangan pasokan. Cadangan daya kami masih berkisar di angka hampir 20 persen,” tambahnya masih dikutip dari sumber yang sama.
Sebelumnya,
PLN sendiri telah menyampaikan hasil investigasi awal mereka terkait pemadaman
ini. PLN Batam menduga adanya hewan liar yang memasuki area Gardu Induk Sungai
Harapan dan menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan.
"Berdasarkan
indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu
Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan
hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah," kata Rudi
dalam keterangannya, mengutip dari DetikSumut, Senin, (13/10).
FAQ Artikel
Kapan dan di mana pemadaman massal terjadi?
Pemadaman massal terjadi di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang di Kepulauan Riau pada 12 Oktober hingga 13 Oktober 2026.
Apa dugaan awal penyebab pemadaman massal tersebut?
Salah satu dugaan yang merebak di masyarakat adalah karena ada pengujian data center di Batam.
Apakah pengujian data center menjadi penyebab pemadaman menurut PLN Batam?
Tidak. Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, membantah bahwa pengujian data center adalah penyebab pemadaman massal tersebut.
Apakah data center di Batam sudah beroperasi penuh?
Menurut Kwin Fo, data center yang ada di Batam belum akan beroperasi penuh dalam waktu dekat, dan jika sudah mulai beroperasi, tingkat operasionalnya pun akan bertahap dan belum melebihi 10 persen.
Apa penyebab pemadaman massal menurut dugaan PLN Batam?
PLN Batam menduga gangguan listrik dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan, yang berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah.
Vina Insyani
Jurnalis

