Home
/
Digilife

Purbaya Live TikTok Bareng Anak, Gift yang Diterima Kembali Jadi Masalah

Mantan Menkeu Purbaya disorot terkait 'gift' TikTok anak saat menjabat; KPK menilai bukan gratifikasi, tetapi pengamat mendesak klarifikasi.

Purbaya Live TikTok Bareng Anak, Gift yang Diterima Kembali Jadi Masalah

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ikut live TikTok anaknya saat masih menjabat, memicu perhatian publik.
  • Pemberian 'gift' atau saweran oleh penonton dalam live tersebut kemudian memunculkan isu gratifikasi.
  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan 'gift' ditujukan kepada anak Purbaya dan tidak terkait jabatannya, meski menyarankan konsultasi.
  • Pengamat kebijakan publik mendesak KPK mengklarifikasi Purbaya terkait saweran saat live TikTok untuk menjaga prinsip good governance.

Uzone.id — Gerak-gerik Mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat selalu jadi perhatian warga Indonesia. Meski dirinya punya sikap yang serius kalau menyangkut tugas, dirinya ternyata gak jarang ikut tren masa kini, termasuk nimbrung ke live TikTok di akun milik anaknya.

Di sela-sela waktunya menghabiskan waktu bersama keluarga, Purbaya memang terlihat beberapa kali ikut di live TikTok anaknya, Yuda Purboyo Sunu. Saat itu, Purbaya ikut ngobrol santai dengan netizen sambil menemani sang anak.

Momen tersebut awalnya cuma terlihat seperti obrolan biasa dengan membahas banyak hal, termasuk soal isu-isu ekonomi dan sosial, termasuk keluhan soal dominasi marketplace atau e-commerce asal China.

Tapi, live seru-seruan ini ternyata membuat Purbaya menghadapi masalah baru, bahkan ketika dirinya sudah tidak menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Awal Mula Polemik Live TikTok

Hal ini bermula ketika warganet memberikan gift selama live streaming berlangsung, persoalan ini pun kemudian melebar sampai dibahas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Live tersebut dilakukan melalui akun TikTok milik Yuda Purboyo Sunu dengan username @yudosadewa. Purbaya kemudian ikut nimbrung dalam siaran tersebut saat Februari 2026 lalu.

Purbaya tampil santai dan menyapa beberapa penonton yang masuk ke live. Kehadirannya tentu langsung menarik perhatian karena saat itu ia masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Polemik muncul ketika di tengah live, penonton mulai mengirimkan berbagai gift TikTok. Purbaya bahkan sempat terlihat bingung dengan hadiah virtual yang masuk.




“Wah ada topinya tuh, kalau itu apa artinya,” tanyanya kepada sang anak.

Purbaya juga beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada penonton yang memberikan gift.

Salah satu gift yang ramai disorot adalah ikon paus. Nilainya disebut sekitar Rp1 juta. Dari sinilah kemudian muncul pertanyaan: kalau yang menerima gift adalah akun anaknya, apakah hal tersebut bisa berkaitan dengan gratifikasi karena Purbaya ikut berada dalam live tersebut?

Tanggapan KPK Mengenai Gift TikTok

Persoalan gift tersebut kemudian ditanggapi KPK. Pada Februari 2026 lalu, juru bicara KPK Budi Prasetyo sempat memberikan respon terkait masalah ini. Ia mengatakan berdasarkan tayangan live, pemberian tersebut ditujukan kepada Yuda sebagai pemilik akun, bukan kepada Purbaya sebagai penyelenggara negara.

“Kalau kita melihat tayangannya, saweran atau pemberian tersebut untuk anaknya, dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas ataupun jabatannya sebagai penyelenggara negara,” kata Budi, sebagaimana dikutip dari Detiknews.

Meski begitu, KPK tetap mempersilakan Purbaya berkonsultasi atau melaporkan pemberian tersebut jika masih ragu apakah masuk kategori gratifikasi atau tidak. KPK juga mengingatkan penyelenggara negara untuk melaporkan penerimaan hadiah yang berpotensi masuk gratifikasi.

Desakan Klarifikasi dari Pengamat

Isu live TikTok Purbaya kembali muncul pada September 2026 setelah pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah meminta KPK memanggil Purbaya untuk meminta klarifikasi soal saweran tersebut.

Menurut Trubus, klarifikasi diperlukan karena live itu dilakukan ketika Purbaya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia juga menilai persoalan tersebut perlu diperjelas agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

Menurutnya, live TikTok tersebut dilakukan ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya persepsi negatif di ruang publik.

"Bagi saya, prinsip good governance perlu diterapkan KPK terhadap Pak Purbaya. Dengan begitu, Pak Purbaya maupun KPK dapat terhindar dari fitnah atau persepsi negatif di ruang publik," kata Trubus, dikutip dari Kumparan.

Pembelaan dari Anak Purbaya

Di sisi lain, Yuda kembali membahas persoalan tersebut lewat unggahan di Threads pada 19 September 2026. Ia mempertanyakan anggapan bahwa live TikTok bersama ayahnya merupakan sesuatu yang bermasalah.

“Guys emang salah ya kalau bapak sebagai menteri live TikTok sama aku dan kakak aku buat dengerin kritik dari masyarakat? Gift kan atas kemauan pribadi orang2 bukan syarat,” tulis Yuda.

Ia juga mengatakan live tersebut menjadi salah satu cara untuk mendengarkan kritik masyarakat, termasuk soal pajak dan korupsi.

 

FAQ Artikel

Siapa Purbaya Yudhi Sadewa dan mengapa ia menjadi sorotan?

Purbaya Yudhi Sadewa adalah mantan Menteri Keuangan. Ia menjadi sorotan setelah ikut dalam live TikTok anaknya, Yuda Purboyo Sunu, pada Februari 2026 saat ia masih menjabat sebagai Menteri Keuangan, yang kemudian memicu perdebatan mengenai penerimaan 'gift' dari penonton.

Apa yang menyebabkan polemik terkait live TikTok Purbaya Yudhi Sadewa?

Polemik muncul karena penonton live TikTok memberikan 'gift' atau saweran, termasuk ikon paus senilai sekitar Rp1 juta. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pemberian 'gift' tersebut dapat dikategorikan sebagai gratifikasi, mengingat Purbaya saat itu masih menjabat sebagai penyelenggara negara.

Bagaimana tanggapan KPK mengenai 'gift' yang diterima saat live TikTok tersebut?

KPK melalui juru bicaranya, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pemberian 'gift' tersebut ditujukan kepada Yuda Purboyo Sunu sebagai pemilik akun, bukan kepada Purbaya sebagai penyelenggara negara, dan tidak terkait dengan pelaksanaan tugas atau jabatannya. Namun, KPK tetap menyarankan Purbaya untuk berkonsultasi atau melaporkan jika masih ragu.

Mengapa pengamat kebijakan publik meminta KPK memanggil Purbaya Yudhi Sadewa?

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah, meminta KPK memanggil Purbaya untuk klarifikasi karena live TikTok tersebut dilakukan saat Purbaya masih menjabat sebagai Menteri Keuangan. Klarifikasi dianggap penting untuk menjaga prinsip good governance dan mencegah persepsi negatif di masyarakat.

Bagaimana pembelaan dari anak Purbaya Yudhi Sadewa terkait isu ini?

Yuda Purboyo Sunu, anak Purbaya, membela diri melalui unggahan di Threads. Ia mempertanyakan apakah salah jika seorang menteri live TikTok bersama anaknya untuk mendengarkan kritik masyarakat, dan menegaskan bahwa 'gift' diberikan atas kemauan pribadi penonton, bukan syarat.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article