Rajin Bangun Data Center AI, Emisi Karbon Microsoft Naik 27 Persen

Highlights Artikel
- Emisi gas rumah kaca Microsoft melonjak hingga 27 persen akibat pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
- Konsumsi air untuk pusat data Microsoft naik 22 persen, di mana separuhnya terjadi di daerah rawan krisis air.
- Demi transparansi, Microsoft menghentikan pembelian kredit karbon, meski membatalkan posisi netral karbon sementara waktu.
- Google dan Amazon turut mencatatkan kenaikan emisi masing-masing sebesar 18 persen dan 16 persen akibat ekspansi AI.
Uzone.id – Ambisi Microsoft untuk terus membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) ternyata membawa risiko yang cukup besar terhadap lingkungan. Dalam laporan perusahaan soal lingkungan, Microsoft mengungkap emisi gas rumah kaca mereka melonjak 27 persen dibanding tahun sebelumnya.
Lonjakan Emisi Karbon Microsoft
Berdasarkan 2026 Environmental Data Fact Sheet, total emisi Microsoft mencapai 21,1 juta metrik ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e), naik signifikan dibanding periode sebelumnya yang berada di angka 16,7 juta metrik ton CO2e.Microsoft menjelaskan, salah satu penyebab terbesar dari lonjakan emisi ini berasal dari konsumsi listrik untuk operasional data center yang juga semakin tinggi.
Misalnya, emisi kategori Scope 2, atau emisi yang berasal dari listrik yang dibeli perusahaan melonjak hampir 10 kali lipat.
Peningkatan Konsumsi Air untuk AI
Selain emisi karbon, kebutuhan air Microsoft juga ikut meningkat seiring bertambahnya kapasitas infrastruktur AI yang mereka bangun.
Sepanjang tahun 2025 kemarin, konsumsi air perusahaan naik 22 persen menjadi sekitar 8.170 megaliter. Mirisnya, sekitar separuh penggunaan air tersebut berasal dari wilayah yang dikategorikan memiliki tingkat tekanan air tinggi hingga sangat tinggi alias wilayah yang memang sudah kekurangan air.
Melihat lonjakan pertumbuhan air ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa pertumbuhan AI tidak hanya membutuhkan daya komputasi yang besar, tetapi juga konsumsi energi dan air dalam jumlah signifikan.
Perubahan Kebijakan dan Transparansi Iklim
Perusahaan mengatakan peningkatan emisi karbon di perusahaannya ternyata dipengaruhi perubahan kebijakan perusahaan pada Februari 2025.
Saat itu Microsoft menghentikan pembelian sertifikat energi dan kredit penghilangan karbon (carbon removal credits) yang sebelumnya digunakan untuk mengimbangi emisi dalam pelaporan perusahaan.
Melansir dari TechXPlore, langkah tersebut diklaim menjadi bagian dari komitmen terhadap aksi iklim yang dinilai lebih transparan, meski konsekuensinya membuat perusahaan untuk sementara tidak lagi berada dalam posisi netral karbon.
Tantangan Global Pusat Data Masa Depan
Laporan Microsoft muncul setelah Google dan Amazon juga melaporkan kenaikan emisi masing-masing sebesar 18 persen dan 16 persen akibat pembangunan infrastruktur AI. Ketiganya sama-sama mengakui bahwa ekspansi pusat data (data center) untuk mendukung AI membuat upaya pengurangan emisi karbon yang mereka usung menjadi semakin sulit terlaksana.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya juga mengingatkan bahwa konsumsi energi pusat data di seluruh dunia kini sudah sangat besar hingga hanya sekitar 10 negara yang menggunakan energi lebih banyak daripada gabungan pusat data global.
PBB mendorong seluruh perusahaan AI besar menggunakan energi terbarukan untuk seluruh pusat data mereka paling lambat pada 2030.
"Jika AI ingin membantu membangun masa depan yang lebih baik, maka industri ini juga harus jujur mengenai biaya lingkungan yang ditimbulkannya saat ini." António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB
Pertanyaan Umum (FAQ)
Mengapa emisi gas rumah kaca Microsoft mengalami kenaikan tajam?
Kenaikan emisi sebesar 27 persen ini disebabkan oleh tingginya konsumsi listrik untuk operasional pusat data (data center) demi menyokong infrastruktur AI.
Seberapa besar peningkatan konsumsi air Microsoft akibat ekspansi AI?
Konsumsi air Microsoft melonjak sebesar 22 persen menjadi sekitar 8.170 megaliter, dengan separuhnya bersumber dari wilayah yang mengalami krisis air.
Apa alasan Microsoft menghentikan pembelian kredit karbon?
Microsoft menghentikan kebijakan tersebut pada Februari 2025 demi menciptakan komitmen aksi iklim yang dinilai lebih transparan dan jujur.
Apakah lonjakan emisi akibat AI juga dialami oleh perusahaan teknologi lainnya?
Ya, Google dan Amazon juga mengalami lonjakan emisi karbon masing-masing sebesar 18 persen dan 16 persen karena masalah yang sama.

