home ×
Digilife

Ramai-ramai Berhenti Jual Teknologi Pemindai Wajah ke Polisi

15 June 2020 By
Ramai-ramai Berhenti Jual Teknologi Pemindai Wajah ke Polisi
Share
Share
Share

Ilustrasi (Foto: Ist)

Uzone.id - Microsoft berhenti untuk sementara waktu menjual teknologi facial recognition atau pengenalaan wajah kepada pihak kepolisian Amerika Serikat, sampai ada aturan baru.

Sedikit banyak, berhenti menjual teknologi oleh Microsoft dipengaruhi oleh kontroversi kepolisian AS atas George Floyd, seorang warga kulit hitam yang terbunuh beberapa waktu lalu.

Baca juga: Facebook Uji Coba Fitur Face ID di Messenger

“Kami tidak menjual teknologi pengenalan wajah ke departemen kepolisian AS sampai ada hukum nasional yang kuat yang didasarkan kepada hak asasi manusia,” kata Microsoft dalam sebuah pernyataan, yang dikutip New York Post, Senin (15/6).

Microsoft telah memperbarui prosedur peninjauan untuk semua pelanggan yang ingin meluncurkan teknologi pengenalan wajah secara luas. Semua akan bergantung kepada regulasi yang ditetapkan otoritas.

Baca juga: Setelah Google, Giliran Facebook Taruh Duit di Gojek


Selain  Microsoft, perusahaan teknologi lainnya, yakni IBM Amazon juga menyatakan tidak lagi menawarkan perangkat lunak serupa kepada kepolisian.

IBM menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak boleh mempromosikan ketidakadilan rasial.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

2 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
JOJO 06 GAMING 15 June 2020 | 12:32:51

wow sangat cangih

Kaisar Mbur 15 June 2020 | 12:22:57

ketidak adilan harus di basmi emang di dunia ini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id