
Uzone.id - Sejumlah petinggi Facebook Grup ramai-ramai angkat suara soal kebijakan privasi layanan pesan instan miliknya yang menimbulkan keriuhan dan ekspansi besar-besaran.
Pembelaan pertama datang dari Head of Instagram, Adam Mosseri yang notabene masih ‘saudara’ WhatsApp di induk yang sama. Dia mengatakan bahwa banyak yang salah sangka soal kebijakan privasi ini.
“Update kebijakan itu sekali lagi tidak berdampak pada privasi kalian dengan teman atau keluarga melalui cara apapun. Ini hanya terkait di WhatsApp Bussiness saja,” ujar Mosseri, melalui akun Twitternya.
Baca juga: Pendiri WhatsApp Marah ke Facebook
Seperti diberitakan sebelumnya, banyak pengguna khawatir kebijakan privasi terbaru WhatsApp, yang berlaku pada 8 Februari, mewajibkan untuk berbagi informasi sensitif dengan perusahaan induk, yaitu Facebook.
Usai kebijakan baru WhatsApp diberlakukan dan menuai banyak kontroversi, beberapa pengguna memutuskan untuk pindah ke aplikasi pesan instan yang lain. Tak hanya Signal, Telegram pun menuai banyak pengguna baru dalam beberapa hari terakhir.
Dalam keterangan resmi pihak Telegram, selama 72 jam belakangan, Telegram telah mendapatkan sebanyak 25 juta pengguna baru dari seluruh dunia. Angka itu merupakan pencapaian tertinggi karena diraih hanya dalam kurun 3 hari saja.
Penambahan pengguna baru ini secara tidak langsung membuat Telegram mampu melewati angka 500 juta pengguna aktif saat ini.