icon-category Gadget

Review Acer Predator Helios 16: Mesin Gaming Buas yang Bongsor Banget!

Uzone.id - Laptop gaming layar luas memang idaman banget, apalagi ditunjang spesifikasi mentok. Kalau ada plus, pasti ada minus-nya, dan layar yang luas otomatis bikin form factor laptop jadi besar, membuatnya sulit buat diajak mobilitas, seperti Acer Predator Helios 16 yang kami review misalnya.

Laptop ini kencang, ditenagai spek monster bisa dibilang. Namun karena ukurannya yang besar, pakem dari sebuah laptop yang seharusnya bisa dibawa kemana-mana dengan mudah, seolah hilang dari laptop ini. 

Hal ini kami rasakan selama menjadikan Acer Helios Predator 16 sebagai perangkat buat bekerja dan main game secara intens. Berikut ulasan lengkap kami dalam review Acer Predator Helios 16 untuk kalian, Uzoners!

Desain bongsor, 2,7 kg!

alt-img

Acer Predator Helios 16 punya dimensi 99.3 x 295.5 x 26.8-27.6 mm dengan berat 2,7 kg. Buat sebagian orang yang biasa bawa laptop kantoran, bobot dan ukuran tersebut memang terasa ‘abnormal’.

Bawa laptop ini di ransel untuk bekerja, seolah bikin kami harus berolahraga hampir setiap harinya. Isi ransel kami tentu bukan laptop doang, ada juga adaptor charger yang ukurannya segede gaban sekitar 850 gram, mungkin sekitar 4 kg bobot dari ransel kami saat membawa laptop ini dan berbagai printilan lainnya.

Otomatis, punggung pegal sudah sering kami rasakan, apalagi saat sering-sering beraktivitas di luar ruangan. 

Desain tak berlebihan, bodinya solid

alt-img

Kendati bobotnya yang terasa di luar nalar, kami menyukai desain keseluruhan dari Acer Predator Helios 16. Ada beberapa alasannya, yang pertama laptop ini punya tampilan yang simple, tak berlebihan dengan nuansa RGB di mana-mana.

Subjektif memang, namun sorry to say, panel RGB yang ditaruh di sekeliling laptop, bikin laptop terlihat sedikit norak dan mengurangi estetikanya secara keseluruhan. Panel RGB di laptop ini hanya di bagian belakang saja, tepatnya pada bagian bawah penampang layar.

Kompartemen ini menjadi bagian paling terang di Acer Predator Helios 16, selain keyboard RGB tentu saja. Efek cahaya dan kelir warnanya bisa diatur via aplikasi Predator Sense.

Alasan kedua, Acer Predator Helios 16 punya bodi yang solid. Sama lah seperti laptop gaming besar kebanyakan yang terbuat dari plastik, baik pada sasis maupun bodi luarnya.

Bukan sembarang plastik, bodinya terasa sangat solid. Wajar juga, toh ada banyak komponen berharga yang disematkan di dalamnya.

alt-img

Sebagian besar bodinya dilapisi warna hitam matte. Bahkan pada penampang bodi belakang pun diberikan kelir warna yang sama, tanpa logo dengan nuansa RGB, hanya lambang Predator yang terasa gaharnya.

Kendati begitu, ada satu kekurangan yang kami rasakan, terutama saat harus bermain game menggunakan keyboard. Sudut kanan dan kiri bodi sangat menyiku, cenderung tajam yang bikin lengan lumayan nyeri saat bermain game berjam-jam lamanya. Ini fitur buat mencegah orang bermain game lama ya, Acer?

Keyboard empuk tapi kekecilan

alt-img

Keyboard Acer Predator Helios 16 itu empuk, tapi ukuran tombolnya kekecilan dengan jarak antar tombol yang dibuat agak sempit. 

Buat ngetik pun seringnya jadi typo. Untuk ngegame apalagi, kurang betah main game dengan keyboard Predator Helios 16. Kami sarankan pakai joystick saja, daripada salah pencet pas yang bikin kalian harus kalah dari permainan.

Yang impresif justru area touchpad-nya. Luas dan responsif banget, membuat navigasi Windows secara umum terasa lebih mudah.

alt-img

Tapi tetap saja, kalau kalian pane game FPS atau RPG, enaknya sih pakai mouse gaming tambahan. Kurang pas kalau pake touchpad kalau main game dengan interaksi mouse yang lumayan intens.

Port I/O sangat lengkap

alt-img

Dalam hal port I/O, Acer Predator Helios 16 punya kelengkapan yang sangat baik. Port ini diletakkan di bagian belakang, ada juga di kedua sisi laptop.

alt-img

Total, kalian akan menemukan lima port USB, terdiri dari satu USB 3.2 Gen 1 type-A, dua USB 3.2 Gen 2 type-A, dan sepasang USB 3.2 Gen 2 type-C yang mendukung DisplayPort dan juga Thunderbolt 4.

alt-img

Kemudian, ada port HDMI 2.1, Gigabit Ethernet, jack audio, microSD reader, serta soket pengisian daya 330W.

Mini LED yang memukau mata

alt-img

Acer Predator Helios 16 punya layar yang luas, berpadu dengan panel yang mampu menyuguhkan konten yang memukau. Ukuran layar laptop ini 16 inci dengan panel Mini LED yang dapat memancarkan resolusi hingga 1.560 x 1.600 piksel atau WQXGA.

Layar ini memiliki dukungan refresh rate 240Hz, mempunyai cakupan warna DCI-P3 100% dengan sRGB 100%, dan intensitas cahaya sampai 500 nits.

Warnanya beneran bagus. Seperti warna hitam yang pekat, warna lainnya yang terlihat kaya dan cerah. Terlebih ketika kalian bermain game dengan resolusi tinggi, terlihat benar-benar imersif.

Gak kelewat fitur Nvidia G-Sync dan Nvidia Advance Optimus untuk memberikan performa grafis yang mulus, akurat, dan tanpa jeda alias low latency.

Disandingkan dengan sistem speaker yang menghasilkan suara lantang dengan efek surround yang bagus. Acer Predator Helios 16 didukung sistem DTS X untuk meningkakan kualitas audionya, dijamin nendang dentuman audionya, meski tak menggunakan speaker tambahan atau tak menggunakan headphone khusus gaming. 

Spek ‘rata kanan’, suara kipas kekencengan

alt-img

Acer Predator Helios 16 ditenagai prosesor Intel Core 13th Gen HX-series, alias salah satu varian tertinggi yang disediakan Intel untuk sekarang. 

Laptop ini ditenagai prosesor Intel Core i9-13900HX yang menyuguhkan kinerja gaming, editing, dan rendering yang superior, sekaligus memberikan fleksibilitas untuk multitasking yang lancar.

Kinerjanya ditopang pula dengan RAM DDR5 5600 MHz 32 GB bersama penyimpanan PCIe Gen 4 SSD sebesar 1 TB. Namanya juga laptop gaming high-end, kartu grafisnya juga dijamin bikin kalian bisa maenin game apapun yang ada di Windows 11 saat ini, yakni Nvidia GeForce RTX 4070.

Untuk diketahui, Nvidia GeForce RTX 40 Series menggunakan arsitektur terbaru Ada Lovelace Nvidia untuk memberikan grafik ray tracing yang realistis, dan sudah dilengkapi Nvidia DLSS 3 dan Nvidia Reflex.

Nvidia DLSS 3 memberikan peningkatan kecepatan pada game dengan kualitas gambar yang tinggi. Sementara dukungan ray tracing dapat menyimulasikan cahaya dalam di dunia nyata ke dalam game untuk menghasilkan grafik yang paling realistis dan imersif. 

Tiga benchmark kami lakukan untuk ngetes seberapa kencang performa Acer Predator Helios 16, yakni Cinebench R23 dengan simulasi multi-core dan single-core, 3DMark Time Spy, dan 3DMark Fire Strike.

Seluruh benchmark dilakukan pada kondisi laptop terhubung ke pengisian daya, dan performa diatur pada mode Turbo. 

Di Cinebench R23, Acer Predator Helios 16 mencatatkan skor 26.296 poin pada multi-core dan 2.068 poin pada single core. Tes rendering pada CInebench R23 dijalankan dengan sangat mudah oleh laptop ini.

alt-img

Sementara di 3DMark Time Spy, Acer Predator Helios 16 berhasil mencatatkan skor 11.723 poin dengan frame rate tertinggi mencapai 101 FPS. 

alt-img

3DMark Fire Strike juga dapat dilalui dengan lancar oleh laptop ini. Skor total yang diraih adalah 25.769 poin dengan titik frame rate tertinggi berada lebih dari 160 FPS.

alt-img

Berdasarkan simulasi, Acer Predator Helios 16 bisa memainkan Battlefield V pada resolusi 1440p di atas 100 FPS, Red Dead Redemption 2 di resolusi yang sama pada 40 FPS, dan GTA V di atas 60 FPS.

Biasanya, kinerja yang rata kanan butuh juga sistem pendingin dan pembuangan panas yang ekstra maksimal. Wajib bagus biar gak overheat dan tahan dipakai main game atau edit video beresolusi tinggi berjam-jam.

Acer Predator Helios 16 dilengkapi kipas ganda 3D Aeroblade yang mampu mengalirkan udara 10 persen lebih banyak dibandingkan generasi sebelumnya dan 55 persen lebih baik jika dibandingkan dengan kipas laptop gaming pada umumnya. 

Kipas 3D Aeroblade generasi ke 5 hadir dengan 89 bilah dengan ketipisan hanya 0.08mm. Didukung dengan liquid metal thermal grease dan vector heat pipes juga untuk memastikan performa CPU dapat tetap maksimal meskipun dipakai dalam aktivitas multitasking ataupun gaming yang berat. 

alt-img

Untuk mendinginkan memang proper banget, dapat dibuktikan dengan stabilnya performa Acer Predator Helios 16 untuk heavy gaming atau pada saat stress test benchmark yang kami lakukan.

Hanya saja, 3D Aeroblade ini terlampau berisik saat putaran kipas berada di level maksimalnya. Bermain F1 2022 di grafis ‘rata kanan’ misalnya, sudah cukup bikin seisi ruangan kantor tau kalau kalian lagi bermain game di laptop ini alih-alih sedang bekerja, ya seberisik itu putaran kipas dari Acer Predator Helios 16.

Bicara soal daya tahan baterai, Acer Predator Helios 16 ditopang oleh baterai 90 Wh yang bisa tahan 5 jam lebih untuk penggunaan normal tanpa bermain game, seperti ngetik, browsing, nonton video di YouTube, maupun dengerin lagu via Spotify.

Tapi kalau nekat main game tanpa nyolok chargeran, kurang dari sejam saja baterai laptop ini langsung ‘sekarat’. Belum lagi performanya yang cuma diset mentok pada mode Balanced saat harus bermain game tanpa terhubung ke pengisian daya.

Kesimpulan

alt-img

Kalau ngomongin soal kualitas gaming, gak ada cela deh pada Acer Predator Helios 16. Memang seharusnya, beginilah kinerja yang disuguhkan sebuah laptop gaming high-end, dimana gak ada kekhawatiran soal performa saat bermain game favorit apapun yang sudah terpasang.

Performa maksimal, kian ditingkatkan lewat pengalaman visual dan audio yang mumpuni. Gak perlu khawatir juga laptop ini bakal overheat, atau menghantarkan suhu panas pada area keyboard saat bermain game, karena 3D Aeroblade bekerja dengan sangat baik.

Tapi memang ada sejumlah kekurangan, minor sebenarnya dari mesin gaming besutan Acer ini, yakni form factor yang kelewat besar dan berat, serta area keyboard yang kurang nyaman buat dipakai bermain game (terutama competition game) yang membutuhkan interaksi pada keyboard yang lumayan sering.

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini