.jpeg&w=3840&q=75)
Uzone.id - Indomobil eMotor sebagai salah satu pemain baru di industri motor listrik Indonesia, langsung meluncurkan banyak produk. Salah satunya adalah Sprinto, motor listrik dengan desain sporty ala skuter matic.
Sprinto menjadi produk ketiga Indomobil eMotor di Tanah Air setelah Adora dan Tyranno. Motor ini menawarkan sejumlah kecanggihan yang belum dimiliki oleh motor listrik lainnya di Indonesia.Bagaimana rasanya menggunakan motor listrik ini? Kebetulan Uzone.id mendapatkan kesempatan untuk mencicipi Sprinto selama beberapa hari, berikut ulasannya.
Desain Skutik Sporty
Secara desain, Indomobil eMotor Sprinto punya gaya sebuah skutik sporty dengan dimensi yang mirip dengan sebuah motor matic 125 cc.
Oleh karenanya, tarikan bodi dari Sprinto terbilang cukup tajam. Mulai dari bodi depan, lampu utama ganda, panel samping, hingga ke belakang semua memiliki sudut yang tajam untuk memberikan kesan sporty.
Lampu utamanya menggunakan LED ganda dengan lampu jauh di bagian tengah, dilengkapi dengan DRL pada bagian atasnya yang sekilas mirip dengan Vario.
Sementara di belakang, desainnya memang tidak setajam depan. Terutama lampu rem menggunakan LED yang memanjang dari kiri ke kanan seperti sebuah huruf 'n'.
Bagian behel dari belakang Indomobil eMotor Sprinto juga cukup besar dan panjang yang memberikan gaya berbeda dari skutik-skutik lainnya.
Semua gaya desain pada body Indomobil eMotor Sprinto tersebut duduk di atas kaki-kaki telescopic di depan dan suspensi ganda di belakang yang berpadu dengan pelek ring 14 inci.
Fitur Canggih?
Indomobil eMotor memang menawarkan fitur yang tidak biasanya ada pada sebuah motor, yakni panel instrumen touch screen yang dilengkapi dengan Apple CarPlay dan Android Auto.
Menariknya, panel instrumen touch screen ini cukup sulit untuk disentuh, bukan karena tanpa alasan. Agar saat motor digunakan ketika cuaca hujan, layar tidak tersentuh dengan sendirinya.
Kami pun sempat mencoba Apple CarPlay pada Indomobil eMotor Sprinto, memang cukup menarik sebagai penunjuk arah alias navigasi tanpa memerlukan aplikasi tambahan.
Sayangnya, ketika mengatur rute perjalanan, Apple CarPlay pada Indomobil eMotor Sprinto masih berbasis mobil, sehingga rute yang dipilih pun melalui tol.
Tak heran, karena fitur tersebut bernama Apple CarPlay bukan Apple MotorcyclePlay.
Indomobil eMotor juga dibekali beberapa fitur lain seperti remote semi keyless, speaker mungil di depan, dan lampu LED di semua sisi.
Ditambah lagi teknologi seperti Traction Control System (TCS), Combi Brake Assist, Hill Start Assist, Regenerative Braking, Anti-Theft Alarm, hingga perlindungan IP67 juga sudah menjadi standar.
Menariknya, motor ini memiliki inclonometer yang bisa memantau posisi kemiringan motor secara real time yang ditampilkan pada panel meternya.
Performa Bisa Buat Harian?
Indomobil eMotor Sprinto mengusung motor listrik bertenaga 3,5 kW dengan torsi instan 195 Nm. Didukung oleh baterai berkapasitas 2,45 kWh, motor listrik ini mampu melesat hingga 95 km/jam dan jarak tempuh 110 kilometer.
Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang lewat tiga mode berkendara mulai dari Comfort, Sport, dan Boost.
Masing-masing mode tentu punya keunggulan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan berkendara pengguna Indomobil eMotor Sprinto.
Hanya saja, mode Boost dirasa cukup agresif jika digunakan oleh pemula di motor listrik. Mode ini juga dirasa cukup mengagetkan jika dipakai pada saat stop and go.
Sayangnya, meskipun dalam mode Boost, Indomobil eMotor Sprinto cukup kesulitan untuk meraih kecepatan tertinggi di 95 km/jam.
Akselerasinya memang sangat kuat, namun setelah 80 km/jam, kenaikan kecepatan menjadi jauh lebih lambat dibandingkan saat putaran bawah ataupun menengah.
Untungnya kaki-kaki Indomobil eMotor Sprinto terbilang sangat nyaman untuk digunakan harian. Bantingan yang lembut serta jok yang empuk membuat pengendara betah mengendarainya.
Kalau dari sisi konsumsi daya, Sprinto dirasa cukup boros untuk digunakan harian. Dengan gaya berkendara kombinasi antara irit dan performa dengan jarak rumah ke kantor 15 kilometer, membutuhkan daya 22 sampai 25 persen.
Artinya jika baterai digunakan sampai habis hanya mencapai jarak lebih kurangnya 60-70 kilometer saja, cukup jauh dari klaim pabrikan yang mencapai 110 kilometer.
Uniknya, Indomobil eMotor Sprinto bisa dicas menggunakan charger standar yang membutuhkan daya sebesar 433 watt saja. Artinya, rumah dengan daya 900 watt masih mampu untuk mengisi baterai motor listrik ini.
Kesimpulan
Indomobil eMotor Sprinto menjadi motor listrik yang cocok untuk kebutuhan sehari-hari dengan jarak pulang pergi maksimal 60 kilometer.
Jika melebihi itu, maka pemiliknya harus memastikan rute menemui lokasi pengecasan fast charging yang sudah dimiliki oleh dealer-dealer Indomobil eMotor.
Dengan harga Rp25 jutaan, Indomobil eMotor Sprinto juga masih punya value yang cukup menarik untuk dimiliki di rumah.