Home
/
Gadget

Review Kamera Huawei Pura 90s Pro Max: Foto Konser Auto Detail!

Ulasan performa kamera Huawei Pura 90s Pro Max dengan sensor utama 50 MP dan telephoto 200 MP yang andal dalam berbagai kondisi cahaya menantang.

Review Kamera Huawei Pura 90s Pro Max: Foto Konser Auto Detail!

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Huawei Pura 90s Pro Max dibekali kamera utama 50 MP dengan bukaan fisik dinamis f/1.4 hingga f/4.0 dan dukungan OIS.
  • Kamera telephoto periskop menggunakan sensor monster 200 MP berukuran besar 1/1,28 inci dengan kemampuan 4x optical zoom.
  • Terdapat fitur AI De-glare yang mampu meminimalkan pantulan cahaya mengganggu dari kaca saat memotret objek.
  • Hasil pemotretan pada rentang 1x hingga 4x zoom merupakan yang terbaik dan paling konsisten dalam berbagai kondisi cahaya.

Uzone.id - Modul kamera Huawei Pura 90s Pro Max memang kelihatan intimidatif. Ukurannya besar, menonjol dari permukaan bodinya, dan seolah sengaja dibuat untuk pamer kalau kemampuan fotografi menjadi salah satu kelebihan utama Huawei Pura 90s Pro Max.

Tapi memang bukan sekadar gegayaan, karena spek kamera Huawei Pura 90s Pro Max memang dibikin ‘monster’. Terutama lensa periscope telephoto-nya, menggunakan sensor 200 MP dengan sensor berukuran 1/1,28 inci dan sudah mendukung OIS, lengkap dengan kemampuan 4x optical-zoom

Kemudian ada kamera utama 50 MP dengan bukaan lensa yang dapat berubah dari f/1.4 sampai f/4.0. Kamera tersebut sudah dilengkapi OIS juga, sedangkan bukaan lensanya bisa diatur secara manual melalui mode Pro.

Kamera ketiganya adalah ultrawide dengan sensor 40 MP. Huawei turut menyematkan True-to-Colour Camera 2.0 untuk membantu kamera menangkap warna yang lebih akurat dalam berbagai kondisi pencahayaan.


Tim Uzone.id berkesempatan mencoba langsung kamera Huawei Pura 90s Pro Max yang baru saja diluncurkan secara resmi di Indonesia. Kami mengambil gambar pada perbesaran 1x atau 24mm, 2x atau 48mm, 4x atau 96mm, 10x atau 240mm, serta 20x atau 480mm.

Pengujian kameranya dilakukan dalam kondisi cahaya yang sejujurnya kurang ideal—menantang. Kami memotret di skenario cahaya yang temaram, termasuk saat mengabadikan konser di dalam ruangan dengan jarak yang cukup jauh dari panggung. 

Hasil kamera 1x zoom


Kamera utama Huawei Pura 90s Pro Max memang over powered (OP) sih. Kamera ini sukses kasih foto dengan detail dan warna yang sama-sama bagus. 

Memotret model, tekstur wajah, pakaian, sampai rangkaian bunga masih terekam dengan begitu jelas. Warna kulitnya pun terlihat natural, meski pada beberapa kondisi cenderung agak warm karena pengaruh lampu di sekitar model.

Dynamic range-nya juga cukup luas. Pada foto menjelang malam, kamera masih sanggup mempertahankan gradasi warna langit tanpa membuat wajah subjek terlalu gelap. Begitu juga ketika dipakai di ruangan remang-remang, nyala lilin memang terlihat sedikit over, tetapi eksposur pada wajah and pakaian masih terjaga dengan baik.

Dalam kondisi minim cahaya, bukaan lensanya otomatis terbuka sampai f/1.4. Hasilnya, pola kain dan sorotan lampu panggung masih bisa direkam dengan cukup tajam. 

Cuma, detail pada area yang benar-benar gelap mulai hilang dan tekstur halus terlihat agak lembut akibat pemrosesan noise. Tapi secara keseluruhan, kamera utamanya memang oke banget buat motret malam.

Hasil kamera 2x zoom


Emang lebih pas kalau motret orang, pakai perbesaran 2x atau setara 48mm. Framing-nya terasa lebih rapat, bentuk wajah model juga terlihat lebih proporsional—tidak terlalu jauh dan juga dekat. Tapi, detail pada wajah juga terlihat tajam, seperti mata, rambut, lipatan pakaian, sampai rangkaian bunga yang dipegang.

Hasilnya juga konsisten saat dipakai menjelang malam. Kamera dapat mempertahankan warna langit, dedaunan, dan cahaya lampu dalam satu foto. Lagi-lagi, warna kulit terlihat lebih warm karena terkena lampu, tapi tetap natural kok. 

Kami juga suka dengan efek bokeh yang dihasilkannya, terlihat rapi dan tidak berlebihan. Efek buramnya tidak bocor, bahkan kalau diperbesar, helaian rambut pun bisa dipisahkan dengan baik oleh AI Huawei. 

Untuk memotret detail seperti pola kain, perbesaran 2x ini juga sangat baik. Tapi saran saja sih, mode 2x ini justru enak buat mengambil foto portrait.

Hasil kamera 4x zoom


Kamera utamanya aja sudah OP, kamera telephoto-nya jauh lebih mantap lagi. 

Di perbesaran 4x atau setara 96mm, gedung-gedung dari jarak jauh masih direkam dengan tajam. Tulisan pada gedung tetap terbaca, jendela-jendela pun masih kelihatan jelas, padahal foto diambil menjelang malam dengan ISO 2.000.

Buat foto portrait, karakter kamera tele-nya lebih terasa. Wajah model terlihat lebih proporsional, sementara latar belakangnya punya efek bokeh yang natural. 

Ini subjektif, tapi kami senang dengan sentuhan natural dari sistem pencitraan Huawei. Saking naturalnya, detail wajah malah terekam terlalu jujur, sampai tekstur kulit dan helai rambut terlihat jelas. Yang bikin takjub justru, hasil tajam ini diambil saat kamera menggunakan shutter speed serendah 1/17 detik dan ISO 3.200. 

Kamera 4x ini juga fleksibel buat memotret detail kain, makanan, pemandangan kota, sampai konser. Sorotan lampu dan layar panggung masih dikontrol dengan baik, sedangkan para penampil tetap terlihat dari jarak yang cukup jauh. 

Cuma, ketika shutter speed turun sampai 1/7 detik, objek yang bergerak seperti mobil atau orang bakal terlihat blur. Jadi kalau cahaya benar-benar minim, tangan harus stabil dan objeknya sebisa mungkin gak banyak bergerak.

Fun fact, saat kami memotret Bundaran HI dari atas, sebenarnya banyak pantulan dari kaca gedung tempat kami memotret. Cuma, ada fitur AI De-glare yang dapat mengurangi pantulan cahaya yang mengganggu pada foto. 

Hasil kamera 10x zoom


Perbesaran 10x atau setara 240mm bukan lagi optical-zoom, bisa dibilang hasil cropping dari kamera telephoto 200 MP. 

Makanya, kualitas fotonya sangat bergantung pada kondisi cahaya. Saat kami memotret objek saja, saat mendapatkan cahaya yang cukup, detail serat kain atau tekstur pada makanan terlihat dengan begitu baik. 

Tapi meski gelap pun, hasil fotonya masih tajam kok. Seperti saat kami menonton Lyodra dan Rossa dalam sebuah konser, walau dari jarak jauh, masih kelihatan jelas pada foto. Sorotan lampu juga masih dijaga dengan cukup baik, meski asap dan cahaya yang terlalu kuat kadang membuat hasil fotonya terlihat sedikit berkabut.

Tapi ketika dipakai memotret pemandangan kota saat malam, kualitasnya mulai menurun. Pemrosesan noise dan sharpening bekerja terlalu agresif, sehingga mobil, jalan, dan beberapa bagian gedung terlihat seperti lukisan cat air kalau fotonya diperbesar.

Hasil kamera 20x zoom


Perbesaran 20x atau setara 480mm jauh lebih menantang lagi. Sudah digital zoom masuknya, dan ada dua catatan penting di sini.

Pertama, sistem kamera Huawei Pura 90s Pro Max tak punya semacam tombol khusus untuk perbesaran 20x, jadi sangat ribet juga kalau harus menyetel slider ke 20x. Dan kedua, efek lukisan cat air lebih sering muncul di perbesaran ini. 

Memotret di perbesaran sejauh ini, selama cahayanya mencukupi, sebenarnya oke-oke saja. Saat konser saja, dari wajah, pakaian, sampai gestur penyanyi masih terlihat dengan jelas.

OIS pada kamera tele-nya juga membantu. Beberapa foto masih terlihat tajam meski diambil secara handheld dengan shutter speed 1/60 detik. Cuma, kualitasnya jelas tak setajam perbesaran 4x atau 10x. Detail halus pada wajah dan pakaian mulai hilang, sedangkan tepian objek terlihat agak kasar akibat proses sharpening.

Nah, efek lukisan cat air seringkali muncul di perbesaran ini, terutama ketika penyanyi berada di area gelap atau tertutup asap panggung. Wajah terlihat lebih halus, tekstur pakaian mulai menyatu, dan objek yang bergerak jadi gampang blur

Kesimpulan


Kemampuan kamera Huawei Pura 90s Pro Max memang ‘monster’. Kamera utamanya konsisten di berbagai kondisi cahaya, mode 2x enak buat portrait, sedangkan kamera telephoto 4x menjadi yang paling impresif berkat detail tinggi, warna natural, dan OIS yang bekerja efektif saat malam.

Perbesaran 10x dan 20x tetap berguna, khususnya buat memotret konser atau objek yang benar-benar jauh. Cuma, efek cat air dan pemrosesan sharpening mulai terlihat ketika cahaya berkurang.

Jadi, kalau mau mendapatkan kualitas terbaik dari Huawei Pura 90s Pro Max, rentang 1x sampai 4x masih menjadi pilihan paling aman.

FAQ Artikel

Berapa resolusi kamera telephoto Huawei Pura 90s Pro Max?

Kamera periscope telephoto smartphone ini menggunakan sensor beresolusi 200 MP dengan ukuran 1/1,28 inci yang dilengkapi OIS dan mendukung 4x optical zoom.

Apa kegunaan fitur AI De-glare pada kamera Huawei Pura 90s Pro Max?

Fitur AI De-glare berfungsi untuk mendeteksi dan secara efektif mengurangi pantulan cahaya mengganggu pada hasil foto, seperti saat memotret objek dari balik kaca gedung.

Bagaimana kualitas foto jika menggunakan perbesaran digital zoom 20x?

Pada perbesaran 20x, kualitas foto mulai menurun dan efek lukisan cat air akibat pemrosesan noise sering muncul, terutama jika pemotretan dilakukan di area yang minim cahaya.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article